Dumbbell row adalah salah satu latihan punggung paling favorit. Karena sederhana, fleksibel, dan efektif untuk membangun kekuatan serta ketebalan punggung. Khususnya lats, rhomboids, dan trapezius bagian tengah.
Variasi satu tangan juga membantu memperbaiki ketidakseimbangan kanan–kiri dan melatih stabilitas core. Masalahnya, banyak orang melakukan dumbbell row dengan fokus “angkat beban” alih-alih “melatih punggung”, jadi gerakannya jadi asal kuat, bukan asal tepat.
Akibat teknik yang keliru, dumbbell row sering berujung pada keluhan seperti nyeri punggung bawah, bahu terasa tidak nyaman, atau otot yang bekerja justru lebih dominan di lengan dan pinggang.
Untuk menghindari kesalahan dan cedera pada punggung, baca habis artikel ini membahas tips dumbbell row agar latihan kamu tetap efektif, aman, dan minim resiko cedera. Mulai dari posisi tubuh, jalur tarikan, sampai cara memilih beban yang sesuai.
Apa Itu Dumbbell Row?
Dumbbell row adalah latihan tarikan satu tangan menggunakan dumbell dengan posisi badan condong ke depan untuk melatih otot punggung. Gerakannya sederhana, kamu menarik dumbbell dari posisi menggantung ke arah pinggang/rusuk sambil menjaga punggung tetap netral dan core aktif.
Karena beban digerakkan secara unilateral, dumbbell row membantu kamu melatih punggung lebih terkontrol dan meminimalisir kecurangan akibat menggunakan momentum. Fungsi utama dumbbell row adalah membangun kekuatan dan massa otot punggung.
Khususnya otot latissimus dorsi (lats), rhomboids, dan trapezius. Sekaligus melatih stabilitas bahu dan core. Latihan ini cocok untuk pemula hingga lanjutan karena intensitasnya mudah diatur.
Oleh karena itu, pemula bisa fokus pada teknik dan range of motion dengan beban ringan, sedangkan level lanjutan bisa menaikkan beban, menambah repetisi, atau memainkan tempo untuk meningkatkan stimulus tanpa mengorbankan form.
Baca Juga: 9 Latihan Biceps di Gym & Variasi Untuk Otot Lengan Berisi
Manfaat Dumbbell Row untuk Punggung

1. Menambah Ketebalan & Lebar Punggung
Dumbbell row itu efektif buat bikin punggung kamu lebih lebar dan lebih tebal. Otot latissimus dorsi (lats) kasih efek “V-taper”. Disisi lain, otot rhomboids dan trapezius bagian tengah nambah “isi” di punggung tengah.
Kondisi ini menyebabkan punggung terlihat lebih tebal dari samping maupun belakang. Secara biomekanik, pola gerakan rowing memang kuat merekrut punggung. Bahkan studi EMG pada variasi rowing menunjukkan aktivasi tinggi pada kelompok middle trapezius/rhomboideus saat gerakan row.
Keuntungan menggunakan dumbbell daripada barbell ada di jalur gerak yang lebih bebas. Tiap sisi bekerja sendiri, jadi kamu bisa “ngejar” posisi tarikan yang paling pas buat target otot.
Karena dumbbell tidak “terkunci” pada satu bar, banyak orang juga bisa dapat range of motion lebih panjang dan kontraksi lebih terasa. Asal kamu tetap jaga tulang belakang tetap dalam posisi netral, core aktif, dan tidak memutar badan.
Baca Juga: Chest Day vs Back Day: Fungsi, Manfaat, dan Contoh
2. Melatih Keseimbangan Otot Kiri - Kanan
Dumbbell row membantu melatih keseimbangan otot kiri - kanan karena gerakannya bersifat unilateral. Latihan gerakan unilateral atau isolate penting dilakukan agar kekuatan otot kiri dan kanan bisa setara.
Karena pada gerakan bilateral atau compound yang sering terjadi adalah otot yang lebih kuat lebih aktif dan membuat sisi yang lemah tertinggal tanpa kamu sadari. Dengan dumbbell, kamu memaksa tiap sisi menghasilkan tenaga dan kontrol sendiri.
Jadi kontribusinya lebih adil dan jelas terasa di punggung serta stabilizer di sekitar bahu dan core. Efeknya, dumbbell row sangat efektif untuk mengoreksi asimetri ukuran otot dan memastikan distribusi kekuatan lebih merata antara sisi kiri dan kanan.
Ketika kamu konsisten menjaga teknik, range of motion, dan tempo yang sama di kedua sisi, kamu bisa mengejar ketertinggalan sisi otot yang lemah tanpa mengorbankan progres.
3. Menguatkan Core & Stabilitas Tubuh
Dumbbell row adalah latihan punggung yang efektif karena kamu melatih pola tarik horizontal dengan beban yang relatif mudah dikontrol. Gerakan ini menargetkan lats, rhomboids, dan trapezius tengah - bawah untuk membantu punggung terlihat lebih tebal.
Latihan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tarik yang akan berguna ketika kamu melakukan gerakan lainnya seperti pull-up, hingga deadlift. Selain itu, dumbbell row juga bagus untuk meningkatkan kekuatan core dan stabilitas tubuh.
Saat kamu row dalam posisi bent-over, otot core kerja keras untuk menjaga tulang belakang tetap netral, pinggul tetap “square”, dan mencegah badan berputar mengikuti tarikan. Ini membangun stabilitas anti-rotasi, skill yang relevan untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: 10 Manfaat Latihan Punggung Pria yang Jarang Disadari
Mana Sajakah Bagian Otot yang Aktif Saat Dumbbell Row?
Berikut otot yang bekerja saat dumbbell row dan perannya (biar kamu paham “nariknya” harus ke mana, bukan asal angkat):
-
Latissimus dorsi (lats): otot punggung terbesar yang bikin punggung terlihat lebar. Otot ini aktif saat kamu menarik siku ke arah pinggul dan mengangkat beban dengan gerakan tarik ke belakang - bawah.
-
Rhomboids: berada di antara tulang belikat. Fungsinya menarik scapula mendekat, jadi penting untuk ketebalan punggung tengah dan postur bahu yang lebih rapi.
-
Trapezius: membantu stabilitas dan kontrol scapula. Mid traps cukup aktif saat scapula ditarik ke belakang. Lower traps membantu menjaga bahu tidak naik ke telinga saat menarik.
-
Rear deltoid (bahu belakang): membantu gerakan menarik siku ke belakang (shoulder extension/horizontal abduction), terutama kalau jalur tarik kamu lebih ke arah luar/lebih tinggi.
-
Core & lower back: abs, obliques, erector spinae, dan otot sekitar pinggul bekerja untuk menjaga tulang belakang tetap netral dan tubuh tidak berputar saat kamu row satu sisi. Ini yang bikin dumbbell row bagus untuk stabilitas, tapi juga alasan kenapa teknik harus rapi supaya pinggang aman.
Persiapan Sebelum Melakukan Dumbbell Row

1. Melakukan Pemanasan dengan Benar
Sebelum dumbbell row, lakukan pemanasan yang fokus ke aktivasi punggung dan bahu supaya tarikan kamu benar-benar kena otot target dan sendi siap menahan beban. Mulai dengan aktivasi ringan 1 - 2 set seperti scapular retraction, band pull-apart atau face pull ringan.
Gerakan pemanasan tersebut bertujuan untuk mengaktifkan otot punggung atas dan rear delts. Kemudian lanjut dynamic stretch yang membuka bahu dan pinggul seperti arm circles, thoracic rotation, dan hip hinge drill agar posisi punggung netral lebih mudah dipertahankan.
Pemanasan singkat tapi tepat ini bikin gerakan lebih stabil, mengurangi kompensasi pinggang, dan biasanya langsung terasa bedanya di kualitas repetisi pertama.
Baca Juga: Deadlift Adalah Latihan Kekuatan Full Body, Ini Tekniknya!
2. Posisi Bench & Beban yang Tepat
Sebelum dumbbell row, pastikan posisi bench dan beban kamu sudah tepat supaya gerakan efektif dan aman. Tinggi bench idealnya bikin kamu bisa menumpu satu tangan dan satu lutut dengan stabil, pinggul tetap sejajar, dan punggung tetap netral tanpa harus membungkuk berlebihan.
Kalau bench terlalu tinggi atau terlalu rendah, biasanya badan jadi mudah miring dan tarikan jadi “curang” pakai momentum. Untuk pemilihan berat dumbbell, mulai dari beban yang memungkinkan kamu melakukan repetisi dengan kontrol penuh. Lalu naikkan bertahap setelah kamu bisa menjaga teknik rapi di seluruh set.
Tips Dumbbell Row yang Benar & Aman
Saat melakukan dumbbell row, kunci utamanya adalah punggung netral. Bukan membungkuk berlebihan, bukan juga melengkung ke atas. Kamu perlu kunci core lebih dulu, lalu jaga tulang belakang tetap stabil dari leher sampai pinggang.
Head alignment juga penting, pandangan ke lantai beberapa meter di depan kamu biasanya membantu leher tetap netral. Jadi kamu tidak mendongak atau menunduk terlalu dalam. Kalau posisi tubuh sudah benar, beban bisa ditarik oleh punggung, bukan “dicuri” oleh pinggang dan leher.
Arah tarikan menentukan otot yang dominan. Untuk melatih lats dan punggung secara efektif, tarik dumbbell ke arah pinggang, dengan siku bergerak ke belakang dan dekat badan.
Baca Juga: 7 Manfaat Latihan Kekuatan Otot yang Terbukti Secara Ilmiah
Naikkan beban dengan jalur yang konsisten, dan turunkan perlahan sampai lengan hampir lurus tanpa kehilangan posisi punggung. Jaga tempo dan kontrol, hindari mengayun badan demi menambah beban.
Karena itu biasanya hanya membuka peluang kamu dalam menggunakan momentum dan membuat pinggang jadi taruhan. Fokuskan perhatian pada otot punggung yang berkontraksi. Kalau kamu tidak bisa “merasakan” punggung bekerja, biasanya teknik atau beban kamu yang perlu dikoreksi.
Kesalahan Umum Saat Dumbbell Row
Kesalahan paling sering saat dumbbell row adalah punggung membulat. Ini biasanya terjadi karena kamu kehilangan “brace” core, pinggul tidak stabil, atau kamu mengejar range of motion dengan cara yang salah.
Dampaknya bukan cuma bikin punggung bawah cepat pegal, tapi juga mengurangi kerja otot punggung karena posisi tulang belakang tidak netral. Solusinya, sebelum menarik, kencangkan core seperti mau menahan pukulan, jaga dada tetap terbuka, dan pertahankan punggung netral sepanjang set.
Kesalahan berikutnya adalah mengayun dumbbell untuk “mencuri” repetisi. Kalau badan kamu ikut naik-turun atau rotasi untuk membantu angkat beban, berarti yang bekerja bukan punggung kamu, tapi momentum.
Terakhir, banyak orang salah karena tarikan terlalu tinggi dan beban terlalu berat. Tarikan terlalu tinggi sering membuat dominan ke rear deltoid dan upper traps, sementara lats dan punggung tengah jadi kurang optimal.
Padahal tujuan row biasanya ketebalan punggung. Arahkan siku ke belakang dengan jalur yang sesuai target, yaitu ke arah pinggul untuk lebih fokus lats, atau sedikit lebih keluar untuk punggung tengah, tapi tetap tidak “naik” berlebihan.
Mau Punggung Lebih Tebal? Latihan Dumbbell Row Sekarang!
Dumbbell row akan sangat efektif kalau kamu menjalankannya dengan teknik yang benar. Tulang belakang tetap netral, core “brace”, bahu tidak naik ke telinga, dan tarikan datang dari punggung (siku bergerak ke belakang), bukan dari ayunan badan.
Saat posisi dan jalur gerak rapi, otot target aktif lebih optimal. Hasilnya punggung lebih kuat, lebih tebal, dan progres beban bisa naik dengan aman. Sebaliknya, jika kamu salah gerak dampaknya bisa meningkatkan risiko ketegangan di pinggang dan bahu.
Karena itu, hindari ego lifting: fokus ke kontrol, range of motion yang konsisten, dan kontraksi otot yang terasa jelas. Di dumbbell row, kualitas repetisi selalu lebih penting daripada beban pada dumbbell. Karena beban berat tanpa teknik rapi biasanya cuma bikin kamu cepat cedera, bukan cepat berkembang.
