Semasa kecil dulu, apakah kamu pernah memainkan permainan downhill di PS? Jika iya, Bukankah game itu sangat seru. Balapan di tengah hutan sambil melihat pemandangan alam yang begitu indahnya.
Kamu juga bisa merasakan experiencenya langsung di dunia nyata. Dengan menggunakan sepeda MTB (mountain bike) yang tepat, pengalaman berharga yang memacu adrenalin pun bisa kamu dapatkan.
Akan tetapi, kebanyakan pemula salah dalam memilih sepedanya. Biasanya karena terlalu fokus ke harga murah atau merek terkenal, padahal yang paling menentukan itu justru kenyamanan dan kecocokan buat kebutuhan kamu. Biar gak melakukan kesalahan terus menerus, baca habis artikel ini, ya!
Kenapa Memilih Sepeda Gunung Tidak Bisa Asal?
Memilih sepeda gunung itu nggak bisa asal, karena ukuran dan fit sangat menentukan keamananmu. Frame yang kekecilan atau kebesaran bikin posisi tubuh jadi maksa. Lutut gampang nyeri, punggung bawah cepat tegang, pergelangan tangan kebeban, dan kontrol sepeda jadi kurang stabil.
Bukan hanya rasa gak nyaman aja yang bakal kamu rasain, tapi juga resiko cedera ikut meningkat. Selain itu, sepeda bisa lebih cepat rusak kalau spesifikasinya nggak cocok sama medan yang kamu sering lewatin.
Misalnya kamu sering main trail berbatu/turunan tapi pakai spek yang terlalu ringan komponen jadi lebih cepat aus, mudah oblak, bahkan bisa jebol kalau dipaksa. Di jangka panjang, frame dan komponen itu yang paling ngaruh ke kenyamanan.
Karena Frame menentukan posisi badan dan stabilitas. Sementara fork, rem, drivetrain, dan ban menentukan seberapa aman sepeda kamu saat dipakai rutin. Oleh karena itu, usahakan untuk beli sepeda yang tepat dari awal.
Baca Juga: 5 Latihan Otot Punggung Bawah yang Aman untuk Pemula
Apa Saja Jenis-jenis Mountain Bike
1. Hardtrail MTB
Hardtail adalah jenis sepeda gunung yang punya suspensi depan saja, sementara bagian belakangnya rigid. Ini bikin bobot sepeda cenderung lebih ringan, perawatan lebih simpel, dan harga biasanya lebih masuk akal daripada full suspension.
Buat kamu yang baru mulai, hardtail juga enak untuk belajar teknik dasar MTB seperti posisi tubuh, braking, dan memilih line. Karena feel jalurnya lebih “terasa” dan responnya lebih direct.
Soal penggunaan, hardtail paling cocok untuk pemula dan jalur ringan - menengah seperti trek tanah padat, gravel, jalan kebun, singletrack atau tanjakan yang panjang. Kekurangannya, di jalur yang kasar hardtail akan terasa lebih “keras” di badan dan bisa bikin kamu lebih cepat lelah karena belakang tidak menyerap benturan.
2. Full Suspension MTB
Full suspension mountain bike adalah jenis sepeda gunung yang punya suspensi di depan dan belakang. Artinya, sepeda ini lebih handal meredam guncangan saat kamu lewat akar pohon, bebatuan, atau jalur yang nggak rata.
Dampaknya, kontrol lebih enak, badan nggak cepat pegal, dan grip ban biasanya lebih gigit di medan yang kasar. Tipe ini paling cocok buat kamu yang sering main di trail yang teknikal atau suka downhill.
Karena stabilitas dan kenyamanannya lebih tinggi saat turunan dan jalur bergelombang. Tapi konsekuensinya biasanya lebih mahal, sedikit lebih berat, dan butuh perawatan lebih rutin daripada hardtail.
Baca Juga: Good Morning Exercise: Manfaat, Teknik, dan Variasinya
3. Sepeda Gunung Cross Country
Sepeda gunung Cross Country itu tipe yang fokusnya ringan dan cepat. Biasanya geometri rangkanya dibuat supaya kamu bisa ngacir di jalur tanah, gravel, atau trek yang tidak terlalu ekstrem. Karena bobotnya relatif ringan, XC enak buat kamu yang suka akselerasi, nanjak, dan pengen sepeda yang responsif saat di pedal.
XC juga cocok untuk jarak jauh karena lebih efisien dan tidak bikin cepat capek. Tipe ini pas buat kamu yang sering gowes durasi lama, ikut event, atau suka eksplorasi jalur yang banyak “rolling” (naik-turun ringan) dibanding turunan ekstrem.
Tapi kalau tujuan kamu lebih ke trek turunan yang kasar dan agresif, XC biasanya bukan pilihan utama. Karena desainnya memang dibuat untuk speed dan efisiensi, bukan buat dihajar di downhill.
4. Trail / All Mountain MTB
Trail/All Mountain adalah tipe sepeda gunung yang paling serbaguna ibarat “one bike for most trails”. Sepeda ini dirancang supaya tetap enak dipakai nanjak, tapi juga stabil saat turunan dan jalur teknikal.
Biasanya punya suspensi yang cukup untuk meredam medan kasar, tanpa terasa terlalu berat atau terlalu “agresif” seperti sepeda khusus downhill. Kalau kamu sering ketemu medan campuran.
Trail/all mountain adalah pilihan aman sebelum kamu tahu gaya riding kamu akan condong ke mana. Cocok buat kamu yang pengin satu sepeda buat latihan rutin, fun ride, dan sesekali jalur yang lebih menantang.
Baca Juga: Mengenal Skydiving: Manfaat, Risiko, dan Panduan Aman Pemula
5. Downhill
Downhill adalah jenis sepeda gunung yang dibuat khusus untuk turunan ekstrem. Jalur curam, batu besar, drop, dan kecepatan tinggi. Karena fokusnya tahan hantaman + stabil saat ngebut, Downhill bike biasanya punya suspensi panjang, rangka dan komponen yang lebih tahan banting, serta geometri yang lebih santai supaya lebih stabil saat turunan.
Downhill mountain bike butuh skill dan budget lebih tinggi. Selain itu, sepeda gunung jenis ini cenderung lebih berat, set-up-nya spesifik, dan paling cocok dipakai di bike park. Jadi sebelum beli, pastikan tujuan kamu memang dominan turunan ekstrem.
Cara Membeli Sepeda Gunung yang Tepat

1. Memilih Frame Sepeda
Memilih frame sepeda gunung itu pondasi paling penting, karena ukuran yang salah bikin kamu cepat pegal, susah kontrol, dan rawan cedera. Tips singkatnya begini, cocokin dulu dengan tinggi badanmu lewat size chart resmi.
Sebelum beli, coba sepedanya (minimal 5 - 10 menit) dan lakukan tes cepat ini:
-
Saat berdiri mengangkang di atas top tube, harus ada jarak aman (gak mentok).
-
Saat duduk, kamu bisa mengayuh tanpa pinggul goyang.
-
Ketika pegang setang, posisi badan terasa natural dan kamu masih bisa belok dengan stabil.
Kalau ragu antara dua ukuran, untuk MTB biasanya lebih aman pilih yang sedikit lebih kecil, lalu setel finishing-nya lewat tinggi sadel dan panjang stang. Asal tetap nyaman saat kamu mengayuh.
Baca Juga: Teknik Dumbbell Rear Delt Fly agar Bahu Lebih Proporsional
2. Memilih Jenis Suspensi
Langkah pertama saat membeli sepeda gunung yang tepat adalah memilih jenis suspensi, karena ini langsung menentukan kenyamanan, kontrol, dan budget kamu. Hardtail biasanya lebih murah, lebih ringan, dan terasa lebih responsif saat menanjak.
Cocok kalau kamu sering main di jalur yang tidak terlalu ekstrem, suka gowes jarak jauh, atau ingin melatih teknik dasar. Hardtail juga cenderung lebih simpel perawatannya, jadi kamu tidak cepat keluar biaya tambahan untuk servis part belakang.
Sementara full suspension lebih nyaman dan lebih aman untuk medan yang kasar karena getaran dan benturan lebih banyak diserap. Jadi kontrol di turunan berbatu/berakar biasanya lebih stabil dan badan kamu tidak cepat capek.
Jadi pilihnya begini: kalau mayoritas rute kamu tanjakan, jalur ringan - sedang, dan budget ketat, hardtail sering jadi pilihan paling masuk akal. Kalau kamu sering main trail kasar, banyak turunan, dan prioritas kamu adalah kontrol dan kenyamanan.
3. Ukuran Ban
Memilih ukuran ban yang tepat sangat penting, karena sangat berpengaruh pada kontrol dan karakter sepeda. Ban 27.5 inci biasanya terasa lebih lincah, lebih mudah untuk manuver di tikungan tajam, responsif, dan lebih cepat akselerasinya.
Ban ukuran ini sangat cocok kalau kamu suka jalur yang banyak belokan, turunan teknikal, atau kamu mau sepeda yang terasa “gesit” di bawah badan kamu. Sementara itu, ban 29 inci unggul di stabilitas dan kemampuan melibas rintangan.
Ban ukuran ini akan lebih mudah “menggelinding” melewati akar dan batu, terasa lebih tenang saat ngebut, dan sekali melaju kecepatannya lebih terjaga. Cocok buat jalur yang panjang, tanjakan–turunan yang butuh efisiensi, atau kamu pengin sepeda yang lebih stabil.
Tips Merawat Sepeda Gunung Agar Awet
Lakukan checklist simpel ini agar sepeda gunung kamu tetap enak dipakai, gak cepat aus, dan minim drama pas diajak nanjak.
Sudah Tau Mau Membeli Sepeda Gunung yang Seperti Apa?
Pilih sepeda gunung berdasarkan kebutuhan dan medan yang paling sering kamu lewati, bukan karena tren atau “kata orang”. Kalau kamu banyak main di jalur teknikal dengan tikungan tajam, cari yang lebih lincah dan mudah dikontrol.
Kalau kamu sering jalur panjang dan butuh stabil, cari yang lebih tenang dan efisien. Selain itu, utamakan kenyamanan frame dan kualitas komponen karena ini yang paling terasa saat dipakai rutin.
Sepeda yang tepat akan lebih awet dan lebih menyenangkan dipakai, karena kamu tidak cepat capek dan minim masalah teknis. Biar performa kamu makin bagus di tanjakan, turunan, dan kontrol sepeda, tambahin juga menu strength training 2 - 3x seminggu (fokus kaki, core, dan punggung) supaya tenaga lebih kuat, stabilitas lebih baik, dan risiko cedera lebih kecil.
