Ingin punya bahu kuat dan lengan lebih berisi tanpa harus bergantung pada mesin gym? Kettlebell overhead press bisa jadi solusi efektif untuk melatih bahu, triceps, dan otot inti secara fungsional.
Artikel ini akan membahas teknik dasar, prinsip stabilitas sendi, dan aktivasi otot saat melakukan kettlebell overhead press. Selain itu, saya akan memberikan strategi latihan agar kamu bisa membangun kekuatan dan massa otot bahu serta lengan secara aman dan optimal.

Apa Itu Kettlebell Overhead Press?
Kettlebell Overhead Press adalah latihan dorong vertikal dari posisi rack di depan bahu hingga lengan lurus di atas kepala. Meskipun terlihat sederhana, gerakan ini menuntut stabilitas bahu, kontrol core, dan koordinasi tubuh bagian atas serta bawah.
Latihan ini termasuk pola vertical press yang menuntut kontrol sendi bahu dan pergelangan tangan tetap netral. Siku tidak boleh melebar dan tulang belakang harus tetap lurus agar manfaat latihan maksimal dan risiko cedera minimal.
Otot utama yang bekerja adalah deltoid anterior dan medial, dengan bantuan triceps brachii dan trapezius. Core seperti rectus abdominis dan obliques aktif menjaga tubuh tetap stabil dan mencegah punggung melengkung.
Manfaat kettlebell overhead press tidak hanya memperbesar otot bahu dan lengan. Latihan ini juga meningkatkan stabilitas sendi, postur, dan koordinasi neuromuskular, sehingga efeknya jauh lebih luas daripada sekadar dorongan beban.
Baca juga: Mau Capai Body Goals? Ini 10 Teknik Kettlebell yang Wajib Dikuasai
Teknik Dasar Melakukan Kettlebell Overhead Press
1. Posisi Awal (Rack Position)
Rack position adalah titik awal sekaligus penentu stabilitas. Kettlebell berada di depan bahu, bertumpu di lengan bawah, dengan siku mengarah ke bawah dan sedikit ke depan. Pergelangan tangan harus netral dan genggaman kuat agar beban terasa menyatu dengan tubuh.
Kaki dibuka selebar bahu, dada tegak, dan core dikencangkan. Bayangkan kamu sedang menahan pukulan di perut, bukan berdiri santai tanpa ketegangan. Rack position yang kuat membuat fase press lebih efisien dan aman.
2. Gerakan Menekan (Press)
Dari posisi rack, dorong kettlebell secara vertikal lurus ke atas. Fokus pada jalur gerakan yang efisien, bukan mendorong ke depan atau melengkungkan punggung bawah demi mengangkat beban lebih berat. Hembuskan napas saat menekan untuk membantu stabilisasi.
Aktifkan glutes dan core agar tulang belakang tetap netral. Ini penting untuk menjaga stabilitas bahu saat overhead press dan mencegah overextension yang sering menjadi sumber nyeri punggung bawah.
3. Posisi Atas (Lockout)
Di posisi lockout, lengan lurus penuh tanpa memaksa hiper-ekstensi. Beban harus berada tepat di atas garis tengah tubuh agar keseimbangan terjaga. Bahu stabil dan tulang rusuk tidak “terbuka” berlebihan.
Tahan satu detik untuk memastikan kontrol penuh. Banyak orang terburu-buru di fase ini, padahal stabilitas di atas kepala adalah inti dari kettlebell press untuk pemula maupun tingkat lanjut.
4. Menurunkan Beban (Controlled Descent)
Turunkan kettlebell perlahan mengikuti jalur yang sama. Fase eksentrik ini berperan besar dalam meningkatkan kontrol dan kekuatan otot. Jangan menjatuhkan beban begitu saja karena itu meningkatkan tekanan pada sendi bahu.
Dengan kontrol penuh, kamu melatih otot lebih efektif sekaligus menjaga sendi tetap aman. Percayalah, kualitas gerakan lebih penting dibanding sekadar jumlah repetisi.
5. Set dan Repetisi yang Disarankan
Untuk pemula, mulailah dengan 3 set masing-masing 8–12 repetisi per kaki agar otot dan sendi beradaptasi secara aman. Fokus pada gerakan terkontrol dan postur yang benar sebelum menambah beban atau intensitas.
Bagi yang sudah berpengalaman, kamu bisa meningkatkan menjadi 4–5 set dengan 12–15 repetisi per kaki untuk hipertrofi atau menyesuaikan dengan tujuan kekuatan maksimal. Selalu jaga ritme dan aktivasi otot inti agar setiap repetisi tetap efektif dan minim risiko cedera.
Baca juga: Ini Tips Latihan Kardio 30 Menit dengan Kettlebell, Wajib Coba!
Variasi Kettlebell Overhead Press
Setelah kamu menguasai teknik dasar kettlebell overhead press, saatnya mengeksplorasi variasi latihan agar program bahu dan lengan lebih efektif. Setiap variasi memiliki fokus dan manfaat berbeda, jadi pilih sesuai tujuan latihanmu, apakah untuk kekuatan, hipertrofi, atau stabilitas.
- Single-Arm Kettlebell Press: Latihan ini dilakukan dengan satu tangan, menuntut stabilitas core lebih tinggi. Obliques bekerja keras untuk mencegah tubuh miring dan membantu memperbaiki ketidakseimbangan kekuatan kanan dan kiri.
- Double Kettlebell Overhead Press: Menggunakan dua kettlebell sekaligus meningkatkan beban total dan intensitas latihan. Cocok untuk meningkatkan kekuatan maksimal dan massa otot, asalkan teknik tetap solid.
- Seated Press: Dilakukan dalam posisi duduk untuk membatasi bantuan kaki. Fokus kerja lebih terpusat pada bahu dan triceps, ideal bagi yang ingin isolasi otot lebih maksimal.
- Push Press: Memanfaatkan dorongan ringan dari kaki untuk membantu mengangkat beban. Variasi ini meningkatkan power dan eksplosivitas, cocok untuk program functional training atau HIIT.
Dengan memahami variasi ini, kamu bisa menyusun program latihan bahu dengan kettlebell yang tidak monoton, tetap menantang, dan progresif sesuai kemampuan.
Baca juga: 5 Kesalahan Latihan Kettlebell yang Sering Dilakukan Pemula
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya Saat Latihan
Kesalahan kettlebell overhead press sering terjadi karena ego lebih besar dari teknik. Beban terlalu berat, punggung bawah melengkung berlebihan, atau pergelangan tangan menekuk ke belakang adalah contoh klasik yang berpotensi memicu cedera.
Kurangnya aktivasi core juga membuat tubuh mencari kompensasi. Saat core tidak aktif, tulang rusuk terbuka dan tekanan berpindah ke punggung bawah. Ini bukan hanya mengurangi efektivitas latihan, tetapi juga meningkatkan risiko cedera bahu saat overhead press.
Siku yang terlalu melebar juga mengganggu alignment bahu. Jalur gerakan menjadi tidak efisien dan tekanan pada sendi meningkat. Pastikan siku mengikuti jalur alami tubuh dan tetap dekat dengan garis tengah saat menekan.
Untuk menghindarinya, pilih beban kettlebell yang tepat untuk overhead press sesuai kemampuan. Bagi pemula, 8-12 repetisi dengan 3 set sudah cukup untuk membangun fondasi. Latihan bisa dilakukan 2-3 kali seminggu dengan progresi bertahap sesuai prinsip progressive overload.
Mulai Latihan Kettlebell Overhead Press Bersama SVRG
Kettlebell Overhead Press bukan sekadar gerakan mendorong beban ke atas, melainkan latihan fungsional yang melibatkan bahu, lengan, dan core secara terintegrasi. Dengan memahami teknik yang benar, variasi gerakan, serta kesalahan yang harus dihindari, kamu bisa melatih tubuh secara lebih aman dan efektif.
Untuk mendukung latihanmu, SVRG menyediakan perlengkapan gym berkualitas mulai dari kettlebell, matras, dan chalk. Peralatan ini dirancang dirancang untuk menunjang stabilitas dan performa latihan kekuatan agar tetap optimal sejak repetisi pertama hingga terakhir.
Kalau kamu serius ingin meningkatkan kekuatan bahu dan lengan dengan cara yang benar, sekarang saatnya cek koleksi SVRG dan mulai bangun versi terkuat dari dirimu hari ini. Jangan tunggu lagi, klik sekarang dan dapatkan perlengkapan terbaik untuk latihan maksimalmu!
