Daftar Isi
Banyak orang mengira Pilates hanya latihan ringan dengan gerakan perlahan yang tidak terlalu menantang. Padahal, gerakan yang terlihat sederhana bisa terasa cukup berat ketika kamu harus menjaga keseimbangan, mengontrol tubuh, dan terus mengaktifkan core.
Saat tubuh mudah kehilangan keseimbangan, postur kurang terjaga, atau otot terasa kaku setelah terlalu lama duduk, Pilates dapat membantu melatih kontrol tubuh sekaligus meningkatkan kekuatan core dan fleksibilitas.
Meski terlihat sederhana, setiap gerakan Pilates membutuhkan teknik yang tepat, mulai dari posisi tubuh, aktivasi core, hingga pengaturan napas. Yuk, kenali prinsip dasar, manfaat, gerakan, perlengkapan, dan cara memulai Pilates untuk pemula.
[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Pilates mengutamakan| kontrol gerakan, konsentrasi, pernapasan, dan aktivasi core selama latihan.
- Prinsip dasar Pilates meliputi| concentration, control, centering, precision, breathing, dan flow dalam setiap gerakan.
- Pilates membantu meningkatkan| kekuatan core, fleksibilitas, keseimbangan, postur, dan kesadaran terhadap posisi tubuh.
- Pemula dapat memulai Pilates| dengan gerakan dasar, teknik tepat, perlengkapan sederhana, dan latihan bertahap.
[[/svrg_takeaways]]
Apa Itu Pilates?

Pilates adalah metode latihan yang dikembangkan oleh Joseph Pilates dan diakui banyak ahli sebagai latihan yang menekankan mind–body connection. Menurut The American Council on Exercise (ACE), pilates bertujuan meningkatkan kekuatan inti, stabilitas, postur, dan kontrol tubuh melalui gerakan yang terstruktur.
Pilates sering dibandingkan dengan yoga, tapi keduanya punya fokus berbeda. Yoga berakar pada filosofi dan meditatif, sementara pilates lebih menitikberatkan pada penguatan otot dan biomekanik tubuh.
Latihan ini dapat dilakukan di atas matras maupun menggunakan alat seperti Pilates Reformer. Tingkat kesulitannya juga bisa disesuaikan, sehingga Pilates dapat dilakukan oleh pemula maupun orang yang sudah terbiasa berolahraga.
Baca juga: Pilates Adalah Latihan Fleksibilitas, ini Penjelasan Lengkapnya!
Sejarah & Perkembangan Pilates
Pilates awalnya dirancang untuk membantu rehabilitasi, khususnya bagi tentara, penari, dan pasien yang membutuhkan latihan aman namun efektif untuk memulihkan kekuatan tubuh. Fokus utamanya sederhana: menghubungkan pikiran dan tubuh melalui kontrol pernapasan, stabilitas core, dan gerakan yang presisi.
Joseph percaya bahwa tubuh bergerak dengan benar akan menghasilkan kesehatan yang lebih baik dari dalam. Seiring waktu, pilates berkembang menjadi latihan modern dengan banyak variasi.
Mulai dari mat pilates, reformer, hingga latihan berbasis resistance band dan peralatan pendukung lainnya. Sekarang pilates tidak hanya dipakai untuk rehabilitasi, tetapi juga untuk kebugaran, posture correction, anti-aging movement, sampai peningkatan performa atlet.
Baca Juga: Sejarah Pilates dan Perkembangannya di Dunia Kebugaran
Prinsip Dasar Latihan Pilates
Pilates memiliki beberapa prinsip utama yang menjadi dasar setiap gerakannya. Memahami prinsip ini membantu kamu melakukan latihan dengan teknik yang lebih tepat.
- Concentration: fokus pada setiap gerakan dan posisi tubuh.
- Control: melakukan gerakan secara sadar tanpa mengandalkan momentum.
- Centering: mengutamakan aktivasi otot inti sebagai pusat gerakan.
- Precision: menjaga ketepatan posisi dan arah gerakan.
- Breathing: mengatur pernapasan agar selaras dengan gerakan.
- Flow: melakukan rangkaian gerakan secara mengalir dan tidak terburu-buru.
Keenam prinsip tersebut saling berkaitan. Jadi, Pilates bukan sekadar melakukan banyak repetisi, melainkan bagaimana kamu mengontrol tubuh selama latihan.
Baca juga: Apa Saja Macam-Macam Pilates? Ini Panduan Latihannya
Manfaat Latihan Pilates untuk Tubuh
Pilates tidak hanya mengandalkan gerakan sederhana, tetapi juga melatih berbagai aspek kebugaran tubuh secara menyeluruh. Jika dilakukan secara rutin dengan teknik yang tepat, Pilates dapat memberikan beberapa manfaat berikut:
- Meningkatkan Kekuatan Core: Pilates memperkuat otot perut, punggung bawah, dan panggul sehingga stabilitas serta postur tubuh lebih terjaga.
- Mengurangi Nyeri Punggung: Gerakan Pilates meningkatkan mobilitas tulang belakang dan alignment tubuh, terutama bagi yang sering duduk lama.
- Membantu Fleksibilitas Tubuh: Gerakan terkontrol membantu mengurangi kekakuan otot sekaligus meningkatkan jangkauan gerak tubuh.
- Mengencangkan Tubuh Tanpa Bulking: Pilates membantu membangun dan menguatkan otot tanpa berfokus pada peningkatan massa otot besar-besaran.
- Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi: Latihan yang mengutamakan kontrol gerakan membantu meningkatkan koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan tubuh bergerak lebih stabil.
Baca Juga: 10 Manfaat Pilates untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui
15 Jenis Gerakan Pilates & Manfaatnya
1. The Hundred
Cara melakukan:
- Telentang di matras, lutut ditekuk (tabletop) atau kaki diluruskan (lebih sulit).
- Angkat kepala dan bahu sedikit dari matras, dagu tetap sedikit masuk (leher panjang).
- Luruskan tangan di samping tubuh, lalu pompa naik–turun kecil dengan ritme stabil.
- Atur napas: inhale 5 hitungan, exhale 5 hitungan, ulang sampai total 100 pompa.
- Jaga core aktif dan pinggang bawah tetap netral/menempel nyaman (tidak melengkung berlebihan).
The Hundred membantu meningkatkan denyut jantung sehingga gerakannya terasa lebih “metabolic”, ikut mendukung pembakaran kalori, dan sekaligus mengaktifkan core (terutama otot perut dalam). Jika dilakukan dengan napas terkontrol dan form yang tepat, kamu dapat kombinasi cardio ringan + penguatan core dalam satu gerakan
2. Single Leg Stretch
Cara melakukan:
- Berbaring telentang, angkat kepala dan bahu sedikit dari matras.
- Angkat kedua kaki dari lantai, lutut menekuk 90°.
- Tarik satu lutut ke dada sambil kaki satunya lurus ke depan.
- Ganti kaki secara bergantian dengan tempo terkontrol, tetap jaga pinggang menempel/neutral dan core aktif.
- Lakukan 8 - 12 repetisi per sisi (atau 30 - 45 detik), istirahat, ulang 2 - 3 set.
Single Leg Stretch efektif untuk mengaktifkan dan mengencangkan otot perut bawah karena kamu mempertahankan stabilitas core sambil menggerakkan kaki secara bergantian. Gerakan ini melatih kontrol pelvis dan menjaga punggung bawah tetap stabil. Sehingga perut bekerja terus menerus tanpa “curang” pakai momentum.
3. Double Leg Stretch
Cara melakukan:
- Berbaring telentang, angkat kepala dan bahu sedikit dari matras (pandangan ke arah paha).
- Tarik kedua lutut ke arah dada, tangan memegang tulang kering atau pergelangan kaki (posisi awal).
- Tarik napas, lalu luruskan kedua kaki ke depan atas (diagonal) sambil tangan memanjang ke arah belakang/atas kepala (tetap kontrol, jangan sampai punggung bawah melengkung).
- Buang napas, tarik kembali lutut ke dada sambil tangan kembali memegang tulang kering/pergelangan kaki.
- Ulangi 8 - 12 repetisi dengan tempo pelan dan stabil; jaga pinggang tetap “menempel” nyaman ke matras.
Double Leg Stretch membantu membentuk perut karena menantang otot core untuk tetap stabil saat lengan dan kaki bergerak menjauh dari pusat tubuh. Gerakan luruskan lalu tarik kembali ini melatih kontrol, koordinasi napas, dan kemampuan menjaga panggul serta tulang belakang tetap netral.
4. Spine Stretch Forward
Cara melakukan:
- Duduk di mat dengan posisi tegak, kaki lurus ke depan selebar bahu (atau sedikit lebih lebar), jari kaki mengarah ke atas.
- Panjangkan tulang belakang, bahu rileks jauh dari telinga, core aktif ringan.
- Tarik napas, lalu saat buang napas condongkan badan ke depan perlahan dengan gerakan “menggulung” dari kepala - punggung atas - punggung tengah (bukan membungkuk mendadak dari pinggang).
- Jaga panggul tetap stabil dan tulang duduk menempel di lantai, tangan bisa lurus ke depan sejajar kaki.
- Tahan 1 - 2 detik di posisi terjauh yang nyaman, lalu tarik napas dan kembali naik pelan-pelan sampai duduk tegak.
- Ulangi 5 - 8 repetisi, fokus pada kontrol dan napas.
Spine Stretch Forward membantu memperbaiki postur dengan melatih kamu memanjangkan tulang belakang secara sadar dan mengurangi kebiasaan bahu membulat ke depan. Gerakan ini juga melemaskan ketegangan di punggung serta membantu mobilitas tulang belakang lebih baik, sehingga tubuh terasa lebih “tegak” dan ringan saat duduk maupun berdiri.
5. Swimming
Cara melakukan:
- Tengkurap di matras, dahi menghadap lantai, leher netral.
- Luruskan kedua tangan ke depan dan kedua kaki ke belakang.
- Aktifkan core (tarik pusar ke arah tulang belakang) supaya pinggang tidak “jatuh”.
- Angkat tangan kanan + kaki kiri secara bersamaan, lalu ganti tangan kiri + kaki kanan.
- Lakukan gerakan bergantian seperti “berenang”, kecil dan cepat tapi tetap terkontrol.
- Jaga pinggul tetap menempel stabil (hindari badan bergoyang), napas teratur.
- Ulangi 20 - 40 detik, istirahat, lalu 2 - 3 set sesuai kemampuan kamu.
Swimming membantu menguatkan otot punggung dan glutes sambil melatih kontrol core agar tulang belakang lebih stabil. Kombinasi ini penting untuk memperbaiki postur karena banyak masalah postur terjadi saat punggung lemah dan tubuh “jatuh” ke posisi membungkuk atau bahu maju.
6. Pelvic Tilt
Cara melakukan:
- Telentang di matras, lutut ditekuk, telapak kaki menapak selebar pinggul.
- Posisikan tulang belakang netral (punggung bawah tidak dipaksa menempel, tapi juga tidak melengkung berlebihan).
- Tarik napas, bahu dan leher rilekskan.
- Buang napas pelan sambil mengencangkan otot perut, lalu miringkan panggul sedikit ke arah kamu sampai punggung bawah lebih “mendekat” ke matras (gerak kecil, bukan mengangkat pinggul tinggi).
- Tarik napas, kembalikan ke posisi netral secara kontrol.
- Ulang 8 - 12 repetisi, fokus pada kontrol dan napas, bukan kecepatan.
Pelvic tilt membantu kamu membangun aktivasi core yang benar (terutama otot perut dalam) sekaligus memahami kontrol panggul dan posisi tulang belakang, fondasi yang penting untuk gerakan Pilates lain. Latihan ini juga melatih koordinasi napas dengan kontraksi core, membuat punggung bawah lebih stabil, dan mengurangi kebiasaan “mengandalkan pinggang” saat bergerak.
7. Seated Spine Twist
Cara melakukan:
- Duduk tegak di mat, kaki lurus ke depan (atau sedikit ditekuk kalau hamstring terasa ketarik).
- Aktifkan core: tarik pusar ke arah tulang belakang, bahu rileks turun.
- Rentangkan kedua tangan sejajar bahu ke samping.
- Tarik napas, panjangkan tulang belakang (bayangkan kepala ditarik ke atas).
- Buang napas, putar badan perlahan ke kanan dari area tulang rusuk/waist (bukan cuma tangan).
- Tahan 1–2 detik, tetap jaga pinggul tidak ikut bergeser.
- Tarik napas kembali ke tengah.
- Ulangi ke kiri, lakukan 6–10 repetisi per sisi dengan kontrol.
Seated Spine Twist membantu meningkatkan fleksibilitas rotasi tulang belakang dan mobilitas punggung atas, sekaligus melatih stabilitas core agar pinggul tetap “diam” saat torso berputar. Kontrol gerak yang pelan juga meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, yang berguna untuk postur sehari-hari dan mengurangi kebiasaan badan kaku saat duduk lama.
Baca juga: Cara Memilih Kelas Pilates yang Tepat untuk Pemula
Peralatan yang Dibutuhkan untuk Pilates
Tidak semua latihan Pilates membutuhkan banyak alat, terutama jika kamu masih pemula. Beberapa perlengkapan berikut dapat membantu membuat latihan lebih nyaman, stabil, dan menantang:
-
Mat Pilates: Matras dengan ketebalan sekitar 6–10 mm membantu memberikan bantalan sekaligus menjaga stabilitas saat melakukan berbagai gerakan.
-
Pilates Ring: Pilates ring membantu meningkatkan aktivasi inner thighs, core, dan lengan melalui tambahan tekanan pada gerakan tertentu.
- Bola Pilates: Bola Pilates membantu melatih stabilitas, keseimbangan, dan aktivasi core melalui berbagai variasi gerakan.
- Reformer Machine: Reformer menggunakan sistem pegas untuk memberikan resistance dan memungkinkan latihan Pilates dilakukan dengan lebih terkontrol.
- Cadillac Machine: Cadillac memiliki rangka tinggi dan berbagai attachment seperti spring, bar, serta strap untuk mendukung latihan mobilitas, kekuatan, dan kontrol tubuh.
Kalau ingin membeli alat Pilates untuk menunjang latihan di rumah, kamu bisa memilih perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan dan level latihan. Jika ingin membeli alat Pilates, cek produk di bawah ini sekarang:
Bagaimana Cara Memulai Pilates?
Memulai pilates di rumah itu sederhana selama kamu menyiapkan fondasi yang benar. Gunakan pakaian yang nyaman, pastikan ruang gerak cukup agar kamu bisa melakukan gerakan tanpa terbatas, dan siapkan mat berkualitas supaya latihan lebih stabil serta aman untuk persendian.
Untuk durasi latihan, silahkan ikuti rekomendasi berikut:
- Pemula bisa mulai dari 15 - 20 menit.
- Level menengah 20 - 30 menit,
- Mahir 30 - 45 menit.
Kuncinya bukan durasi panjang, tapi konsistensi dan kualitas gerakan. Lakukan pemanasan ringan terlebih dahulu, lalu akhiri dengan pendinginan agar otot tidak tegang setelah sesi. Frekuensi ideal untuk mendapatkan hasil optimal adalah 3 - 4 kali per minggu.
Pola ini memberi cukup rangsangan untuk tubuh berkembang tanpa memicu kelelahan berlebihan. Jangan skip pemanasan dan pendinginan, karena dua hal ini membantu mencegah cedera sekaligus meningkatkan kualitas gerakan utama.
Jadi, Kapan Mau Mulai Latihan Pilates Nih?
Pilates mengutamakan kontrol gerakan, pernapasan, dan aktivasi core untuk membantu meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, serta kesadaran tubuh. Memahami teknik dasarnya menjadi langkah penting agar manfaat latihan lebih optimal.
Menguasai Pilates membutuhkan latihan yang konsisten, terutama bagi pemula yang masih membangun kontrol tubuh. Perlengkapan yang sesuai juga dapat membuat latihan terasa lebih nyaman dan mendukung setiap gerakan.
Kalau ingin menunjang latihan Pilates di rumah, lengkapi kebutuhanmu dengan perlengkapan pilates terbaik dari SVRG. Eksplorasi berbagai pilihan alat Pilates dan temukan gear yang sesuai untuk latihanmu.
[[svrg_faq]]
title: FAQ Seputar Pilates
- q: Apakah Pilates cocok untuk pemula?
a: Ya. Pilates memiliki banyak gerakan dasar dengan tingkat kesulitan yang dapat disesuaikan, sehingga pemula dapat memulainya secara bertahap.
- q: Pilates untuk apa?
a: Pilates terutama digunakan untuk melatih kontrol tubuh, kekuatan core, fleksibilitas, keseimbangan, dan body awareness.
- q: Apakah Pilates bisa membantu menurunkan berat badan?
a: Pilates dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik dan membakar kalori, tetapi pengelolaan berat badan juga dipengaruhi pola makan dan aktivitas harian.
- q: Berapa kali Pilates sebaiknya dilakukan dalam seminggu?
a: Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan latihan. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan frekuensi latihan yang terlalu tinggi.
- q: Apa perbedaan Pilates dan yoga?
a: Pilates lebih menekankan kontrol gerakan, stabilitas core, dan kekuatan tubuh, sedangkan yoga memiliki cakupan lebih luas yang mencakup gerakan, pernapasan, dan aspek relaksasi.
[[/svrg_faq]]
Kenapa Pilih SVRG?
Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.
