Daftar Isi
Apakah kamu harus memilih antara Pilates dan cardio untuk mendapatkan rutinitas olahraga yang seimbang? Tidak selalu. Menggabungkan Pilates dan cardio bisa menjadi pilihan untuk melatih kekuatan otot inti, fleksibilitas, serta kebugaran jantung dan paru-paru dalam satu program latihan.
Pilates berfokus pada kontrol gerakan, stabilitas tubuh, dan fleksibilitas, sedangkan cardio seperti jalan cepat, bersepeda, dan berlari lebih menekankan daya tahan kardiovaskular. Kedua latihan ini memiliki fokus berbeda sehingga dapat saling melengkapi sesuai tujuan kebugaranmu.
Meski begitu, menggabungkan keduanya bukan berarti harus berolahraga dengan intensitas tinggi setiap hari. Kamu perlu memahami manfaat, urutan latihan, durasi, dan waktu pemulihan agar rutinitas lebih realistis dan dapat dilakukan secara konsisten.
[[svrg_takeaways]]
title: Poin penting:
- Pilates dan cardio dapat digabungkan| untuk melatih kemampuan fisik yang berbeda dalam satu rutinitas.
- Urutan latihan sebaiknya ditentukan| berdasarkan tujuan utama, intensitas, dan kondisi tubuh.
- Pemula dapat memulai dengan sesi singkat| dan meningkatkan durasi secara bertahap.
- Jadwal latihan yang seimbang| perlu menyediakan waktu pemulihan dan disesuaikan dengan kemampuan individu.
[[/svrg_takeaways]]
Apakah Pilates dan Cardio Boleh Digabungkan?
Ya, Pilates dan cardio boleh digabungkan dalam satu program kebugaran, baik pada hari yang sama maupun pada hari berbeda. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan latihan, tingkat kebugaran, waktu yang tersedia, dan kemampuan tubuh untuk pulih.
Pilates melibatkan latihan kontrol gerakan, stabilitas, dan kekuatan otot, sedangkan cardio meningkatkan tuntutan kerja sistem kardiovaskular. Program yang menggabungkan latihan aerobik dan penguatan otot juga digunakan dalam rekomendasi kebugaran untuk orang dewasa.
Namun, kombinasi ini tidak otomatis memberikan hasil lebih baik untuk setiap orang. Jika tujuan utamamu adalah meningkatkan kemampuan berlari, kamu mungkin perlu memprioritaskan sesi cardio. Sebaliknya, jika ingin memperbaiki kontrol gerakan dan kekuatan inti, Pilates dapat memperoleh porsi latihan yang lebih besar.
Manfaat Menggabungkan Pilates dan Cardio
Pilates dan cardio memiliki manfaat yang berbeda, tetapi keduanya dapat saling melengkapi untuk mendukung kebugaran tubuh. Berikut manfaat menggabungkan Pilates dan cardio yang bisa kamu pertimbangkan dalam rutinitas olahraga:
- Melatih kekuatan inti dan daya tahan kardiovaskular: Pilates membantu melatih otot inti dan kontrol tubuh, sedangkan cardio meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.
- Mendukung pengelolaan berat badan: Cardio membantu meningkatkan pengeluaran energi, sementara Pilates melatih kekuatan otot sebagai bagian dari rutinitas kebugaran yang seimbang.
- Menambah variasi dalam rutinitas olahraga: Mengombinasikan Pilates dengan jalan cepat atau bersepeda dapat membuat latihan lebih bervariasi dan tidak monoton.
- Mengembangkan kemampuan gerak yang beragam: Pilates berfokus pada kontrol dan stabilitas tubuh, sedangkan cardio membantu melatih daya tahan selama aktivitas fisik.
Baca juga: Pilates vs Cardio: Mana Latihan Paling Cocok Untukmu?
Cara Menggabungkan Pilates dan Cardio agar Lebih Efektif
1. Tentukan Urutan Latihan Berdasarkan Tujuan
Jika ingin fokus pada kekuatan inti dan kontrol gerakan, lakukan Pilates terlebih dahulu saat tubuh masih segar. Namun, jika prioritasmu adalah daya tahan kardiovaskular, mulai dengan cardio sebelum melanjutkan Pilates dengan intensitas yang sesuai.
Urutan latihan juga bisa disesuaikan jika kamu ingin menggabungkan keduanya dalam satu sesi. Pastikan intensitas setiap latihan tetap sesuai kemampuan agar teknik gerakan tidak terganggu akibat kelelahan.
2. Atur Durasi Latihan Sesuai Kemampuan
Pemula bisa memulai dengan Pilates selama 15–30 menit dan cardio ringan selama 10–20 menit. Tingkatkan durasi secara bertahap sesuai kondisi tubuh agar latihan tetap nyaman dan mudah dipertahankan.
Kamu juga tidak harus melakukan kedua latihan dalam durasi panjang sekaligus. Mulailah dari sesi singkat, lalu sesuaikan durasinya ketika daya tahan dan kebugaran tubuh meningkat.
3. Pilih Jenis Cardio yang Sesuai
Kombinasikan Pilates dengan jalan cepat, bersepeda, berenang, atau menggunakan treadmill untuk melatih daya tahan tubuh. Pilih aktivitas yang kamu sukai agar rutinitas olahraga terasa lebih menyenangkan dan konsisten dilakukan.
Jika baru mulai berolahraga, pilih cardio berintensitas ringan hingga sedang sebelum mencoba latihan yang lebih menantang. Pastikan jenis aktivitas tersebut sesuai dengan kondisi fisik dan tidak menimbulkan rasa sakit.
4. Susun Jadwal Latihan Mingguan
Kamu bisa menjadwalkan Pilates dua kali dan cardio dua hingga tiga kali seminggu sesuai kemampuan serta tujuan kebugaran. Kedua latihan dapat dilakukan pada hari yang sama atau terpisah agar lebih mudah menyesuaikan rutinitas dengan aktivitas harian.
Sebagai contoh, lakukan Pilates pada Senin dan Kamis, kemudian cardio pada Selasa, Jumat, atau Sabtu. Sisipkan waktu istirahat di antara sesi latihan agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih.
5. Perhatikan Intensitas dan Waktu Pemulihan
Hindari melakukan latihan berintensitas tinggi setiap hari, terutama jika tubuh belum terbiasa berolahraga secara rutin. Sisipkan hari istirahat atau aktivitas ringan untuk memberi tubuh waktu beradaptasi dan memulihkan diri.
Perhatikan respons tubuh selama dan setelah berlatih, termasuk rasa lelah yang berlebihan atau nyeri yang tidak biasa. Jika kondisi tubuh belum pulih, kurangi intensitas atau tunda sesi berikutnya agar latihan tetap aman.
Baca juga: Latihan Reformer Pilates: Strength Training atau Cardio?
Sebaiknya Pilates Sebelum atau Sesudah Cardio?
Tidak ada urutan yang selalu paling baik untuk semua orang. Tentukan urutan berdasarkan kemampuan yang paling ingin kamu prioritaskan dan seberapa berat masing-masing sesi.
|
Tujuan latihan |
Urutan yang dapat dipertimbangkan |
Alasannya |
|
Memprioritaskan teknik Pilates |
Pilates lalu cardio ringan |
Kamu dapat berfokus pada kontrol gerakan saat tubuh belum terlalu lelah |
|
Memprioritaskan performa lari |
Pemanasan dinamis, lari, lalu Pilates ringan jika diperlukan |
Energi dapat diprioritaskan untuk sesi lari utama |
|
Menjaga kebugaran umum |
Pilates dan cardio dalam satu sesi atau hari berbeda |
Jadwal lebih fleksibel mengikuti waktu dan kemampuan |
|
Memulai rutinitas olahraga |
Pilih satu sesi ringan, lalu tambah sesi lain bertahap |
Membantu menyesuaikan beban latihan dengan kemampuan awal |
Jika melakukan kedua latihan dalam satu sesi, jangan menganggap Pilates otomatis menggantikan pemanasan khusus untuk berlari atau bersepeda. Lakukan pemanasan yang sesuai dengan aktivitas cardio yang akan dilakukan.
Baca juga: Pilates Adalah Latihan Fleksibilitas, ini Penjelasan Lengkapnya!
Berapa Kali Seminggu Sebaiknya Menggabungkan Pilates dan Cardio?
Frekuensi latihan perlu disesuaikan dengan pengalaman, intensitas, dan kebutuhan pemulihan. Sebagai titik awal, kamu bisa mencoba dua sesi Pilates dan dua sesi cardio per minggu, kemudian menyesuaikannya berdasarkan respons tubuh.
Berikut contoh jadwal untuk orang dewasa yang relatif sehat dan ingin membangun rutinitas secara bertahap.
|
Hari |
Jenis latihan |
Contoh durasi |
|
Senin |
Pilates dasar |
20–30 menit |
|
Selasa |
Jalan cepat atau bersepeda ringan |
20–30 menit |
|
Rabu |
Istirahat atau aktivitas ringan |
Sesuai kenyamanan |
|
Kamis |
Pilates |
20–30 menit |
|
Jumat |
Cardio intensitas sedang |
20–30 menit |
|
Sabtu |
Jalan santai atau aktivitas rekreasi |
Sesuai kemampuan |
|
Minggu |
Istirahat |
Pemulihan |
Durasi di atas merupakan contoh awal, bukan target wajib atau pengganti rekomendasi individual. Jika baru mulai berolahraga, kamu dapat memulai lebih singkat dan meningkatkannya secara bertahap.
Sebagai acuan umum, pedoman aktivitas fisik orang dewasa merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi per minggu, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua hari per minggu. Sesuaikan target tersebut dengan kondisi kesehatan dan kemampuanmu.
Baca juga: Apa Itu Kardio? Cara Kerja, Manfaat, dan Jenis Latihannya
Tips Menggabungkan Pilates dan Cardio agar Tetap Aman
Pilates dan cardio dapat memberikan manfaat optimal jika dilakukan dengan jadwal dan intensitas yang sesuai kemampuan tubuh. Agar kedua latihan bisa dilakukan secara konsisten, perhatikan beberapa hal berikut:
- Sesuaikan intensitas dengan kemampuan: Mulai dari latihan ringan hingga sedang sebelum meningkatkan beban latihan.
- Gunakan pemanasan yang sesuai: Lakukan pemanasan dinamis sebelum cardio dan persiapkan tubuh dengan gerakan yang relevan sebelum Pilates.
- Jangan abaikan pemulihan: Berikan waktu istirahat yang cukup, terutama setelah sesi berat atau ketika tubuh masih terasa lelah.
- Perhatikan teknik gerakan: Hindari memaksakan gerakan Pilates ketika kontrol tubuh mulai menurun akibat kelelahan.
- Evaluasi respons tubuh: Kurangi intensitas atau hentikan latihan jika muncul nyeri, pusing, atau sesak napas yang tidak wajar.
Jika memiliki kondisi medis, sedang pulih dari cedera, atau mengalami gejala saat berolahraga, konsultasikan program latihan dengan tenaga kesehatan yang sesuai.
Jika kamu ingin membangun latihan lebih terarah, pilih perlengkapan berdasarkan kebutuhan latihan dan kemampuan penggunaannya, bukan semata-mata karena ingin berlatih pada waktu tertentu. Temukan perlengkapannya terbaiknya di bawah ini:
Maksimalkan Rutinitas Pilates dan Cardio dengan Jadwal yang Seimbang
Menggabungkan Pilates dan cardio dapat membantu kamu melatih kemampuan fisik yang berbeda dalam satu program kebugaran. Hasilnya akan lebih bergantung pada kesesuaian latihan, konsistensi, intensitas, dan pemulihan daripada banyaknya sesi yang dilakukan.
Mulailah dengan jadwal sederhana yang realistis, lalu tingkatkan durasi dan intensitas sesuai kemampuan tubuh. Kamu tidak perlu langsung menjalankan program yang berat untuk membangun kebiasaan olahraga yang berkelanjutan.
Untuk mendukung rutinitas tersebut, jelajahi koleksi perlengkapan Pilates dan alat cardio dari SVRG. Pilih perlengkapan yang sesuai dengan latihanmu agar lebih mudah membangun rutinitas yang nyaman dan konsisten.
[[svrg_faq]]
title: FAQ seputar Menggabungkan Pilates dan Cardio
- q: Apakah Pilates dan cardio boleh dilakukan dalam satu hari?
a: Boleh, selama intensitas dan durasinya disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Kamu juga bisa memisahkan keduanya ke hari berbeda jika lebih nyaman.
- q: Lebih baik Pilates atau cardio dahulu?
a: Urutannya bergantung pada tujuan latihan. Prioritaskan jenis latihan yang paling membutuhkan fokus atau performa terbaik saat tubuh belum terlalu lelah.
- q: Apakah menggabungkan Pilates dan cardio efektif untuk menurunkan berat badan?
a: Kombinasi ini dapat menjadi bagian dari program pengelolaan berat badan karena cardio meningkatkan pengeluaran energi dan Pilates melatih kekuatan serta kontrol otot. Hasilnya tetap dipengaruhi pola makan dan total aktivitas harian.
- q: Berapa kali seminggu sebaiknya melakukan Pilates dan cardio?
a: Pemula dapat mencoba dua sesi Pilates dan dua sesi cardio per minggu sebagai titik awal, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi tubuh dan target aktivitas fisik.
- q: Apakah Pilates bisa menggantikan cardio?
a: Pilates dapat meningkatkan kebugaran fisik, dan sebuah tinjauan sistematis menemukan kemungkinan manfaat terhadap kebugaran kardiorespirasi. Namun, kepastian buktinya masih rendah hingga sangat rendah, sehingga Pilates tidak selalu menggantikan kebutuhan latihan aerobik khusus.
[[/svrg_faq]]
Kenapa Pilih SVRG?
Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.
