Apa Itu Kardio? Cara Kerja, Manfaat, dan Jenis Latihannya

By: The Republic of Svarga — min read
Daftar Isi

Banyak orang mengira kardio harus dilakukan dengan berlari kencang atau berolahraga hingga kehabisan napas. Padahal, aktivitas sederhana seperti jalan cepat juga dapat meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru jika dilakukan dengan intensitas yang sesuai.

Lantas, apa itu kardio dan bagaimana aktivitas ini memengaruhi kesehatan tubuh? Saat berolahraga, jantung memompa darah lebih cepat, paru-paru membantu memenuhi kebutuhan oksigen, dan otot menggunakannya untuk mendukung produksi energi selama bergerak.

Namun, intensitas dan durasi latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Yuk, pahami pengertian kardio secara ilmiah, mekanisme kerjanya, manfaat, dan panduan latihan yang tepat untuk memulai.

[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Kardio adalah aktivitas fisik yang meningkatkan kerja jantung dan pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen selama tubuh bergerak.
- Mekanisme kardio melibatkan jantung, paru-paru, pembuluh darah, dan otot dalam proses pengangkutan oksigen serta produksi energi.
- Latihan kardio membantu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, menjaga kesehatan metabolik, mengelola berat badan, dan mendukung kesehatan mental.
- Jenis latihan kardio meliputi jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, senam aerobik, lompat tali, dan HIIT.
[[/svrg_takeaways]]

Apa Itu Kardio?

Kardio adalah aktivitas fisik yang melibatkan kerja otot secara berulang dan meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap oksigen serta energi. Istilah kardio berasal dari kata kardiovaskular, yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, sedangkan latihan aerobik melibatkan penggunaan oksigen dalam proses produksi energi.

Contoh latihan kardio meliputi jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, dan menari. Meski intensitasnya berbeda, aktivitas tersebut membantu melatih kemampuan tubuh memasok dan menggunakan oksigen selama bergerak.

Kardio tidak selalu berarti berlari hingga kelelahan atau melakukan latihan berintensitas tinggi. Jalan kaki dengan kecepatan yang meningkatkan denyut jantung dan pernapasan juga termasuk latihan kardio jika dilakukan secara teratur sesuai kemampuan tubuh.

Baca juga: Kebugaran Jasmani: Manfaat, Komponen, dan Latihannya!

Bagaimana Cara Kerja Kardio di Dalam Tubuh?

1. Jantung Memompa Darah Lebih Cepat

Saat intensitas aktivitas meningkat, denyut jantung bertambah untuk memenuhi kebutuhan otot. Darah membawa oksigen dan zat gizi ke jaringan tubuh.

Jantung juga membantu mengangkut karbon dioksida dan sisa metabolisme. Zat tersebut kemudian diproses atau dikeluarkan melalui sistem tubuh.

2. Paru-Paru Meningkatkan Pertukaran Gas

Saat berolahraga, pernapasan menjadi lebih cepat dan dalam. Hal ini membantu memenuhi kebutuhan oksigen dan membuang karbon dioksida.

Pertukaran gas berlangsung di alveoli, yaitu kantung udara kecil di paru-paru. Oksigen masuk ke darah, sedangkan karbon dioksida dikeluarkan saat mengembuskan napas.

3. Otot Menggunakan Oksigen untuk Menghasilkan Energi

Otot membutuhkan adenosin trifosfat (ATP) sebagai sumber energi untuk berkontraksi. Tubuh terus menghasilkan ATP agar gerakan dapat berlangsung.

Dalam aktivitas aerobik, oksigen membantu sel menghasilkan ATP dari karbohidrat dan lemak. Proses ini mendukung otot selama melakukan aktivitas fisik.

4. Tubuh Beradaptasi terhadap Latihan Rutin

Latihan kardio secara konsisten membantu tubuh menggunakan oksigen dengan lebih efisien. Adaptasi ini membuat sistem kardiovaskular bekerja lebih efektif saat beraktivitas.

Jantung dapat memompa lebih banyak darah dalam setiap denyut. Otot juga menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan oksigen selama latihan.

Baca juga: Olahraga Kardio Apa Saja? Ini 15 Pilihan yang Bisa Dicoba!

Apa Perbedaan Kardio dan Latihan Aerobik?

Istilah kardio dan aerobik sering digunakan secara bergantian karena keduanya memiliki banyak kesamaan. Namun, diantara keduanya terdapat beberapa aspek perbedaan, yaitu diantaranya:

Aspek

Kardio

Latihan aerobik

Fokus istilah

Kebugaran jantung dan peredaran darah

Produksi energi dengan bantuan oksigen

Contoh

Jalan cepat, bersepeda, berenang

Jogging stabil, bersepeda santai, berenang berkelanjutan

Intensitas

Dapat ringan hingga tinggi

Umumnya berkelanjutan pada intensitas yang memungkinkan kontribusi aerobik besar

Hubungan

Istilah umum untuk aktivitas yang meningkatkan kerja kardiorespirasi

Salah satu mekanisme utama yang mendukung banyak latihan kardio

Perlu dipahami bahwa latihan kardio tidak selalu sepenuhnya aerobik. Aktivitas berintensitas tinggi, seperti sprint atau interval intens, juga menggunakan sistem energi anaerobik dalam proporsi yang lebih besar.

Baca juga: Latihan Kalistenik vs Latihan Kardio, Mana Lebih Efektif?

Manfaat Kardio bagi Kesehatan

Latihan kardio tidak hanya membantu meningkatkan kebugaran, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berikut 5 manfaat kardio yang bisa kamu peroleh jika dilakukan secara rutin dan diimbangi pola hidup sehat:

  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Paru-Paru: Latihan kardio membantu meningkatkan kemampuan tubuh memasok dan menggunakan oksigen selama beraktivitas.
  2. Meningkatkan Stamina dan Daya Tahan Tubuh: Kardio secara rutin membantu tubuh mempertahankan aktivitas fisik lebih lama tanpa mudah merasa lelah.
  3. Membantu Mengelola Berat Badan: Kardio meningkatkan pengeluaran energi sehingga dapat mendukung pengelolaan berat badan bersama pola makan seimbang.
  4. Mendukung Kesehatan Mental dan Kualitas Tidur: Aktivitas kardio dapat membantu memperbaiki suasana hati, mengelola stres, dan mendukung kualitas tidur.
  5. Membantu Menjaga Kesehatan Metabolik: Latihan kardio dapat mendukung sensitivitas insulin dan membantu menjaga faktor risiko metabolik tetap terkendali.

Baca juga: 10 Manfaat Kardio untuk Kesehatan dan Kebugaran Tubuh

Jenis Latihan Kardio yang Perlu Diketahui

Apa Itu Kardio? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

1. Jalan Kaki dan Jalan Cepat

Jalan kaki cocok untuk pemula karena mudah dilakukan tanpa peralatan khusus. Untuk meningkatkan intensitas, percepat langkah hingga napas meningkat, tetapi kamu masih bisa berbicara.

Mulailah dengan durasi singkat sesuai kemampuan tubuh. Tingkatkan kecepatan dan durasi secara bertahap seiring meningkatnya kebugaran.

2. Jogging dan Lari

Jogging dan lari membantu meningkatkan daya tahan kardiorespirasi dengan intensitas berbeda. Pilih kecepatan sesuai tingkat kebugaran dan kemampuan tubuh.

Pemula bisa mengombinasikan jalan kaki dengan jogging singkat. Tingkatkan durasi dan kecepatan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.

3. Bersepeda

Bersepeda dapat dilakukan di luar ruangan maupun menggunakan sepeda statis. Aktivitas ini melatih daya tahan tubuh dengan beban benturan relatif rendah pada persendian.

Atur kecepatan dan resistensi sesuai kemampuan. Mulailah dengan intensitas ringan hingga sedang sebelum meningkatkan beban latihan.

4. Berenang

Berenang melibatkan banyak kelompok otot sekaligus melatih kebugaran jantung dan paru-paru. Daya apung air juga membantu mengurangi beban pada persendian.

Pilih gaya renang sesuai kemampuan dan tingkatkan durasi secara bertahap. Pastikan kamu berenang di area aman dengan kemampuan renang yang memadai.

5. Senam Aerobik

Senam aerobik menggabungkan gerakan berulang mengikuti musik untuk meningkatkan denyut jantung. Aktivitas ini juga melatih koordinasi dan membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.

Kamu bisa mengikuti kelas atau berlatih di rumah. Pilih gerakan sesuai kemampuan agar latihan tetap nyaman dan terkendali.

6. Lompat Tali

Lompat tali membantu melatih koordinasi, keseimbangan, dan daya tahan kardiorespirasi. Gerakan berulangnya membutuhkan kontrol tubuh serta pendaratan yang baik.

Mulailah dengan interval singkat yang diselingi istirahat. Gunakan alas yang sesuai dan jaga teknik pendaratan untuk mengurangi risiko cedera.

7. HIIT atau High-Intensity Interval Training

HIIT menggabungkan latihan berintensitas tinggi dengan jeda pemulihan atau aktivitas ringan. Metode ini memungkinkan latihan intensif dalam waktu relatif singkat.

Pemula sebaiknya membangun kebugaran dasar sebelum mencoba HIIT berintensitas tinggi. Mulailah dengan gerakan sederhana, istirahat cukup, dan tingkatkan intensitas secara bertahap.

Baca juga: 10 Olahraga Kardio untuk Jantung dan Cara Melakukannya

Bagaimana Cara Memulai Latihan Kardio bagi Pemula?

Memulai latihan kardio tidak harus rumit atau langsung berat. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk memulai latihan kardio dengan aman, efektif, dan sesuai kemampuan tubuh:

  1. Pilih aktivitas yang sesuai: Mulailah dengan jalan cepat, bersepeda statis, atau berenang sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
  2. Mulai dengan intensitas ringan hingga sedang: Lakukan pemanasan, pertahankan ritme yang nyaman, lalu akhiri latihan dengan pendinginan bertahap.
  3. Tingkatkan durasi secara bertahap: Tambahkan waktu atau frekuensi latihan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan dan pemulihan tubuh.
  4. Jaga konsistensi dan pemulihan: Atur jadwal latihan yang realistis serta cukupi kebutuhan tidur, nutrisi, dan cairan untuk mendukung pemulihan.

Lengkapi aktivitas latihan kardiomu kamu dengan peralatan SVRG yang dirancang untuk mendukung latihan rutin dengan kualitas dan daya tahan yang baik. Pilih alat di bawah ini yang sesuai dengan kebutuhanmu agar latihan terasa lebih nyaman dan konsisten:

Berapa Lama Kardio Sebaiknya Dilakukan?

Durasi kardio sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kebugaran dan kemampuan untuk mempertahankan rutinitas. Sebagai pedoman umum bagi orang dewasa, WHO merekomendasikan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi per minggu, atau kombinasi yang setara.

Jika baru mulai berolahraga, kamu tidak perlu langsung mencapai target tersebut. Mulailah dari sesi singkat yang realistis, lalu tingkatkan durasi dan frekuensinya secara bertahap sesuai respons tubuh.

Latihan dapat dibagi menjadi beberapa sesi sepanjang minggu agar lebih mudah dilakukan secara konsisten. Selain kardio, orang dewasa juga dianjurkan melakukan latihan penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu.

Baca juga: Ini Cara Latihan Kardio Tanpa Alat, Wajib Coba di Rumah!

Bangun Stamina dan Kebugaran lewat Latihan Kardio

Kardio membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, menjaga stamina, serta mendukung kesehatan tubuh. Dengan memilih aktivitas dan intensitas yang sesuai, kamu bisa memperoleh manfaatnya tanpa harus selalu berolahraga berat.

Mulailah dengan durasi yang realistis dan tingkatkan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Selain konsistensi, perlengkapan yang nyaman juga dapat mendukung latihan agar terasa lebih optimal.

Untuk menunjang rutinitas kardio di rumah, kamu bisa mengeksplorasi perlengkapan cardio terbaik dari SVRG, termasuk treadmill untuk berjalan atau berlari. Pilih perlengkapan sesuai kebutuhan agar kamu lebih nyaman membangun kebiasaan aktif setiap hari.

[[svrg_faq]]
title: FAQ tentang Apa itu Kardio
- q: Apa itu kardio dalam olahraga?
a: Kardio adalah aktivitas fisik yang meningkatkan kerja jantung dan pernapasan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Contohnya meliputi jalan cepat, jogging, bersepeda, dan berenang.
- q: Apakah kardio sama dengan aerobik?
a: Keduanya berkaitan erat, tetapi tidak sepenuhnya sama secara istilah. Kardio merujuk pada latihan untuk kebugaran jantung dan peredaran darah, sedangkan aerobik merujuk pada proses produksi energi yang menggunakan oksigen.
- q: Apakah kardio bisa membantu menurunkan berat badan?
a: Ya, kardio meningkatkan pengeluaran energi sehingga dapat mendukung penurunan berat badan jika disertai pola makan yang sesuai dan kebiasaan hidup sehat. Hasilnya dipengaruhi oleh keseimbangan energi, konsistensi, serta kondisi masing-masing individu.
- q: Berapa menit kardio yang ideal untuk pemula?
a: Pemula dapat memulai dari sesi singkat sesuai kemampuan, kemudian menambah durasi secara bertahap. Target jangka panjang bagi orang dewasa adalah 150–300 menit aktivitas intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi per minggu.
- q: Mana yang lebih baik, kardio atau latihan beban?
a: Keduanya memiliki manfaat berbeda dan saling melengkapi. Kardio terutama mendukung kebugaran kardiorespirasi, sedangkan latihan beban membantu meningkatkan kekuatan dan mempertahankan massa otot, sehingga kombinasi keduanya dapat mendukung kebugaran secara menyeluruh.
[[/svrg_faq]]

Kenapa Pilih SVRG?

Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

Garansi ResmiPerlindungan produk sesuai ketentuan SVRG.
Kualitas TerujiEquipment untuk kebutuhan latihan dari rumah hingga komersial.
Support & KonsultasiTim SVRG membantu sebelum dan sesudah pembelian.
Pengiriman IndonesiaPengiriman produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Apakah artikel ini membantu? Feedback kamu membantu kami meningkatkan kualitas konten SVRG.