Latihan Reformer Pilates: Strength Training atau Cardio?

By: SVRG The Republic of Svarga — min read
Daftar Isi

Reformer Pilates sering dianggap mampu menggantikan strength training sekaligus cardio. Padahal, peningkatan detak jantung tidak otomatis membuatnya setara dengan latihan kardio, begitu pula resistensi pegas tidak selalu memberikan stimulus yang sama dengan latihan beban.

Memahami perbedaan ini penting agar kamu bisa memilih latihan sesuai tujuan, baik untuk meningkatkan kekuatan otot, membangun massa otot, maupun memperbaiki daya tahan jantung-paru.

Namun, efektivitas Reformer Pilates bergantung pada resistensi pegas, intensitas gerakan, dan waktu istirahat. Lantas, apakah latihan ini lebih dominan sebagai strength training atau cardio? Yuk, kenali cara kerjanya dan temukan kombinasi latihan yang tepat untuk tujuan kebugaranmu!

[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Reformer Pilates| mengutamakan kekuatan, stabilitas, fleksibilitas, dan kontrol tubuh melalui gerakan melawan resistensi pegas.
- Intensitas gerakan dan waktu istirahat| memengaruhi seberapa besar tuntutan kardiovaskular selama sesi Reformer Pilates.
- Reformer Pilates| dapat melengkapi latihan beban, tetapi tidak otomatis menggantikan seluruh kebutuhan latihan kekuatan dan aerobik.
- Pemilihan program latihan| sebaiknya mengikuti tujuan kebugaran, kemampuan tubuh, intensitas latihan, dan kebutuhan pemulihan.
[[/svrg_takeaways]]

Apa Itu Reformer Pilates?


Reformer Pilates adalah metode latihan Pilates yang menggunakan mesin dengan carriage bergerak, pegas, footbar, dan tali untuk mendukung berbagai gerakan. Pegas memberikan resistensi yang perlu dikendalikan selama latihan, sedangkan carriage memungkinkan tubuh bergerak dalam pola yang terarah.

Berbeda dari Pilates mat yang menggunakan matras dan terutama memanfaatkan berat tubuh, Reformer Pilates menyediakan pilihan resistensi dan posisi latihan yang lebih beragam. Gerakannya dapat dimodifikasi untuk melatih tubuh bagian atas, tubuh bagian bawah, dan otot inti atau core.

Latihan ini menekankan kontrol gerakan, koordinasi, pernapasan, serta keselarasan tubuh. Tingkat kesulitannya dapat disesuaikan melalui pemilihan gerakan, pengaturan pegas, dan kemampuan peserta. Namun, pengaturan resistensi yang lebih berat tidak selalu berarti latihan lebih baik karena teknik dan kontrol tetap menjadi prioritas.

Baca juga: Kenali Alat-Alat Pilates Ini untuk Latihan Kamu Berikutnya!

Reformer Pilates Termasuk Strength Training atau Cardio?

Latihan Reformer Pilates: Strength Training atau Cardio?

1. Reformer Pilates sebagai Latihan Kekuatan

Reformer Pilates dapat melatih kekuatan otot melalui gerakan seperti footwork, bridging, dan rowing yang memanfaatkan resistensi pegas. Latihan ini juga membantu mengembangkan daya tahan otot dan kontrol gerakan jika dilakukan secara konsisten.

Selama latihan, otot penstabil bekerja untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan tubuh saat carriage bergerak. Hasilnya bergantung pada teknik, tingkat resistensi, dan progresi latihan yang diterapkan.

Meski dapat meningkatkan kekuatan, Reformer Pilates tidak selalu memberikan stimulus optimal untuk memaksimalkan massa otot. Latihan beban konvensional umumnya lebih mudah diatur melalui beban eksternal, volume, dan progresi yang terukur.

2. Reformer Pilates sebagai Latihan Kardio

Reformer Pilates dapat meningkatkan detak jantung ketika dilakukan dengan gerakan dinamis, melibatkan banyak kelompok otot, dan memiliki jeda istirahat singkat. Beberapa kelas juga menggunakan jump board untuk menambahkan gerakan melompat ke dalam sesi latihan.

Namun, peningkatan detak jantung tidak otomatis berarti latihan telah mencapai intensitas aerobik sedang atau tinggi. Sesi dengan tempo lambat dan jeda panjang cenderung lebih menekankan kontrol gerakan serta kekuatan otot.

Jika ingin meningkatkan daya tahan jantung-paru, kamu dapat mengombinasikan Reformer Pilates dengan aktivitas aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Dengan begitu, kamu bisa melatih aspek kebugaran yang berbeda tanpa mengandalkan satu jenis latihan saja.

Baca juga: 6 Gerakan Reformer Pilates Untuk Pemula Hingga Lanjutan

Perbedaan Reformer Pilates, Strength Training, dan Cardio

Ketiga jenis latihan ini memiliki fokus dan manfaat yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu kamu memilih program berdasarkan hasil yang ingin dicapai:

Aspek

Reformer Pilates

Strength Training

Cardio

Fokus utama

Kontrol tubuh, stabilitas, kekuatan, dan fleksibilitas

Kekuatan dan perkembangan otot

Daya tahan jantung-paru

Resistensi

Pegas mesin dan berat tubuh

Beban eksternal atau berat tubuh

Bergantung pada aktivitas

Contoh

Footwork, bridging, rowing

Squat, bench press, deadlift

Jalan cepat, bersepeda, berenang

Intensitas

Bergantung pada gerakan dan pengaturan mesin

Bergantung pada beban dan volume

Bergantung pada kecepatan, durasi, dan usaha

Peran dalam program

Latihan utama atau pelengkap sesuai tujuan

Latihan utama untuk kekuatan dan massa otot

Latihan untuk memenuhi kebutuhan aerobik

Tidak ada satu jenis latihan yang paling unggul untuk semua tujuan. Reformer Pilates dapat membantu mengembangkan kemampuan fisik tertentu, sementara latihan beban dan kardio memberikan stimulus yang berbeda.

Baca juga: Pilates Mat vs Reformer: Mana yang Lebih Cocok Untuk Kamu?

Manfaat Reformer Pilates untuk Kebugaran

Reformer Pilates tidak hanya berfokus pada kekuatan otot, tetapi juga melatih kemampuan tubuh untuk bergerak secara terkontrol. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika latihan dilakukan secara konsisten dengan teknik yang tepat.

  1. Meningkatkan Kekuatan Otot: Resistensi pegas membantu melatih otot melalui gerakan mendorong, menarik, dan menahan posisi.
  2. Melatih Stabilitas dan Kontrol Tubuh: Gerakan terarah membantu mengembangkan koordinasi, keseimbangan, dan kontrol tubuh selama beraktivitas.
  3. Mendukung Fleksibilitas dan Mobilitas: Gerakan dengan rentang terkontrol membantu meningkatkan kelenturan dan kemampuan tubuh bergerak.
  4. Melengkapi Program Kebugaran: Kombinasi Reformer Pilates, latihan beban, dan kardio membantu melatih berbagai aspek kebugaran secara lebih menyeluruh.

Baca juga: 10 Manfaat Reformer Pilates untuk Tubuh dan Cara Kerjanya

Mana yang Lebih Cocok untuk Tujuan Latihanmu?

Pilihan latihan sebaiknya mengikuti prioritas utama, bukan sekadar tren atau banyaknya kalori yang diperkirakan terbakar.

Tujuan

Pendekatan yang dapat dipertimbangkan

Meningkatkan kontrol tubuh dan fleksibilitas

Reformer Pilates secara konsisten

Mengembangkan kekuatan dan massa otot

Strength training dengan progresi beban yang terukur

Meningkatkan daya tahan jantung-paru

Aktivitas aerobik dengan intensitas dan durasi sesuai target

Mengembangkan kebugaran menyeluruh

Kombinasi Pilates, latihan kekuatan, dan kardio

Menurunkan berat badan

Aktivitas fisik teratur, pola makan yang sesuai, dan kebiasaan yang berkelanjutan

Jika kamu masih pemula, mulailah dari intensitas yang dapat dikendalikan dan tingkatkan tantangan secara bertahap. Untuk kondisi medis, cedera, atau keterbatasan gerak tertentu, mintalah panduan profesional yang sesuai sebelum memulai program baru.

Baca juga: Reformer Pilates untuk Membentuk Otot, Apakah Efektif?

Cara Menggabungkan Reformer Pilates dengan Strength Training dan Cardio

Menggabungkan beberapa jenis latihan dapat membantu memenuhi kebutuhan kebugaran yang berbeda. Berikut pendekatan yang dapat disesuaikan dengan jadwal dan kemampuanmu.

  1. Tentukan prioritas latihan: Jika ingin meningkatkan massa otot, jadikan latihan beban sebagai komponen utama. Jika mengutamakan kontrol tubuh dan fleksibilitas, Reformer Pilates dapat memperoleh porsi lebih besar.
  2. Jadwalkan latihan aerobic: Sisihkan waktu untuk aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang jika targetmu mencakup daya tahan kardiovaskular.
  3. Atur intensitas dan pemulihan: Hindari menambah seluruh volume latihan sekaligus. Berikan waktu pemulihan yang memadai dan sesuaikan program jika kelelahan mengganggu teknik.
  4. Evaluasi perkembangan: Perhatikan perubahan kekuatan, kemampuan menyelesaikan sesi, daya tahan, kualitas gerakan, dan konsistensi. Sesuaikan program berdasarkan hasil tersebut.

Sebagai acuan kesehatan umum, orang dewasa dianjurkan melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau padanannya, serta latihan penguatan otot setidaknya dua hari per minggu.

Banner promosi SVRG Clearance Sale menampilkan berbagai produk olahraga seperti treadmill, raket padel, bola, kaus, dan aksesoris fitness.

Optimalkan Latihan Reformer Pilates dengan Peralatan yang Tepat

Reformer Pilates lebih berfokus pada kekuatan otot, stabilitas, dan kontrol tubuh, meskipun sesi tertentu juga dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Memahami karakteristiknya membantu kamu menentukan kombinasi latihan yang sesuai dengan tujuan kebugaran.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, diperlukan latihan konsisten, teknik yang benar, dan pemulihan yang cukup. Kenyamanan serta kualitas peralatan juga perlu diperhatikan agar setiap sesi latihan dapat dilakukan dengan lebih terkontrol.

Agar rutinitas Pilates semakin maksimal, kamu bisa mengeksplorasi koleksi peralatan Pilates terbaik dari SVRG untuk mendukung latihan sesuai kebutuhanmu. Pilih perlengkapan yang tepat dan bangun rutinitas latihan yang nyaman, konsisten, serta berkelanjutan.

[[svrg_faq]]
title: FAQ tentang Reformer Pilates Strength Training atau Cardio?
- q: Apakah Reformer Pilates termasuk strength training?
a: Ya. Resistensi pegas pada Reformer Pilates membantu melatih kekuatan otot, stabilitas, dan kontrol tubuh. Hasilnya bergantung pada intensitas, teknik, dan konsistensi latihan.
- q: Apakah Reformer Pilates bisa menggantikan kardio?
a: Tidak selalu. Efek kardionya bergantung pada intensitas dan durasi latihan. Jalan cepat, bersepeda, atau berenang dapat melengkapi kebutuhan aktivitas aerobik.
- q: Apakah Reformer Pilates efektif untuk membentuk otot?
a: Ya, Reformer Pilates dapat membantu meningkatkan kekuatan dan mendukung perkembangan otot. Namun, latihan beban konvensional lebih mudah diatur untuk meningkatkan beban secara bertahap.
- q: Mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan, Reformer Pilates atau kardio?
a: Keduanya dapat mendukung penurunan berat badan sebagai bagian dari rutinitas aktif. Hasilnya tetap dipengaruhi pola makan, keseimbangan energi, dan konsistensi latihan.
- q: Berapa kali seminggu sebaiknya melakukan Reformer Pilates?
a: Frekuensinya bergantung pada tujuan, pengalaman, dan kemampuan pemulihan. Pemula dapat memulai dengan jadwal yang realistis, lalu meningkatkan frekuensi secara bertahap sesuai kebutuhan
[[/svrg_faq]]

Kenapa Pilih SVRG?

Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

Garansi ResmiPerlindungan produk sesuai ketentuan SVRG.
Kualitas TerujiEquipment untuk kebutuhan latihan dari rumah hingga komersial.
Support & KonsultasiTim SVRG membantu sebelum dan sesudah pembelian.
Pengiriman IndonesiaPengiriman produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Apakah artikel ini membantu? Feedback kamu membantu kami meningkatkan kualitas konten SVRG.