Gerakan Yoga Saat Puasa Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadhan

Gerakan Yoga Saat Puasa Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadhan

Pernah tidak sih kamu merasa ingin tetap aktif saat puasa, tetapi takut lemas dan kehabisan energi? Rasanya seperti ingin bergerak, tetapi tubuh terus bilang “nanti dulu, capek duluan”.

Selama Ramadhan, tubuh mengalami perubahan fisiologis yang cukup signifikan. Kadar gula darah menurun, pola tidur berubah karena sahur dan tarawih, serta asupan cairan terbatas dalam rentang waktu tertentu.

Kondisi ini membuat intensitas olahraga saat puasa perlu disesuaikan agar tidak memicu pusing, dehidrasi, atau kelelahan berlebihan. Di sinilah yoga berperan karena lebih fokus pada kontrol gerak, pernapasan, dan keseimbangan tubuh dibanding latihan kardio berat.

Artikel ini akan membahas secara menyeluruh tentang yoga saat puasa agar tetap bugar di bulan Ramadhan, mulai dari aspek keamanan, waktu terbaik latihan, pilihan gerakan yoga ringan saat Ramadhan, hingga tips menjaga energi dan hidrasi supaya ibadah tetap lancar dan tubuh tetap segar.

Gerakan Yoga Saat Puasa Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadhan

Apakah Aman Melakukan Yoga Saat Puasa?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pemula yang baru ingin mencoba yoga saat puasa. Jawabannya aman, selama kamu memahami kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri dengan intensitas berlebihan.

Saat berpuasa, metabolisme tubuh beradaptasi dengan tidak adanya asupan makanan dan minuman selama beberapa jam. Energi cenderung lebih rendah di siang hari, sehingga waktu terbaik yoga saat puasa dan durasi olahraga saat puasa menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan.

Yoga termasuk aktivitas berintensitas rendah hingga moderat yang relatif ramah bagi tubuh saat energi terbatas. Kuncinya adalah memilih gerakan yoga ringan saat Ramadhan dan membatasi sesi latihan sekitar 15-30 menit agar tidak memicu kelelahan.

Saya biasanya menyarankan dua opsi waktu latihan, yaitu yoga sebelum berbuka dengan intensitas ringan atau yoga setelah tarawih dengan jeda cukup setelah makan. Tetap perhatikan sinyal tubuh, karena jika muncul pusing atau rasa haus ekstrem, latihan sebaiknya dihentikan.

Baca juga: 8 Gerakan Senam Yoga Sebelum Tidur yang Baik untuk Tubuh

Manfaat Yoga Saat Puasa untuk Tubuh

1. Menjaga Keseimbangan Tubuh dan Pikiran

Saat puasa, suasana hati bisa naik turun karena perubahan hormon dan pola tidur. Kondisi ini wajar, karena tubuh sedang beradaptasi dengan ritme baru selama Ramadhan.

Di sinilah teknik pernapasan yoga saat puasa memainkan peran penting. Latihan deep breathing membantu meningkatkan suplai oksigen ke otak, menenangkan sistem saraf, dan membuat pikiran lebih fokus serta stabil secara emosional.

2. Meningkatkan Fleksibilitas dan Kekuatan Otot

Walau asupan energi terbatas, tubuh tetap membutuhkan stimulasi agar tidak terasa kaku. Pose yoga untuk menjaga stamina membantu mempertahankan kekuatan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Gerakan peregangan ringan menjaga mobilitas sendi dan mengurangi pegal akibat aktivitas harian. Dengan latihan rutin, postur tubuh tetap terjaga dan risiko cedera karena otot kaku bisa diminimalkan.

3. Membantu Mengurangi Stres dan Meningkatkan Fokus

Ramadhan seringkali penuh aktivitas dari pagi hingga malam. Bangun sahur, bekerja, lalu melanjutkan ibadah bisa membuat tubuh dan pikiran cepat lelah.

Yoga untuk relaksasi di bulan Ramadhan membantu menurunkan hormon stres dan meningkatkan kesadaran diri. Saat kamu fokus pada napas dan gerakan, pikiran menjadi lebih tenang sehingga kualitas tidur dan kestabilan energi ikut membaik.

Baca juga: 7 Manfaat Olahraga Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar

Gerakan Yoga Aman untuk Dilakukan Saat Puasa

Berikut beberapa gerakan yang aman dan efektif untuk yoga saat puasa. Lakukan dengan tempo pelan dan napas terkontrol.

1. Mountain Pose (Tadasana)

Pose dasar ini terlihat sederhana, tetapi efektif untuk melatih postur dan keseimbangan. Berdiri tegak dengan kaki sejajar, bahu rileks, dan pandangan lurus ke depan.

Tarik napas dalam selama 4 hitungan dan hembuskan perlahan selama 4 hitungan. Lakukan 5 sampai 8 siklus napas atau tahan 30 sampai 60 detik dalam 2 set.

Gerakan ini cocok untuk latihan saat puasa karena berintensitas sangat ringan dan tidak menguras energi. Tadasana membantu mengaktifkan otot inti secara halus sekaligus menstabilkan napas tanpa meningkatkan detak jantung secara drastis.

2. Cat-Cow Pose

Gerakan ini dilakukan dalam posisi merangkak dengan telapak tangan sejajar bahu dan lutut sejajar pinggul. Lengkungkan dan cekungkan tulang belakang mengikuti irama napas secara perlahan.

Lakukan 8 sampai 12 repetisi dalam 2 set dengan tempo terkontrol. Pastikan setiap transisi gerakan selaras dengan tarikan dan hembusan napas.

Cat-Cow cocok saat puasa karena membantu melancarkan sirkulasi tanpa beban berat pada otot besar. Gerakan dinamis ringan ini juga mengurangi pegal akibat kurang gerak tanpa membuat tubuh cepat lelah.

3. Downward Dog (Adho Mukha Svanasana)

Pose segitiga terbalik ini membantu meregangkan hamstring, betis, dan bahu. Pastikan distribusi berat badan seimbang dan lutut boleh sedikit ditekuk jika perlu.

Tahan selama 20 sampai 30 detik dan ulangi 2 sampai 3 set. Jaga napas tetap stabil dan tidak terburu-buru.

Pose ini cocok saat puasa karena memberikan efek peregangan menyeluruh dalam waktu singkat. Selama durasinya dibatasi, gerakan ini tetap aman dan tidak memicu kelelahan berlebihan.

4. Seated Forward Bend (Paschimottanasana)

Duduk dengan kaki lurus lalu tekuk tubuh perlahan dari panggul. Biarkan tangan menjangkau sesuai kemampuan tanpa memaksa.

Tahan 30 sampai 45 detik dan lakukan 2 set dengan napas dalam yang stabil. Fokus pada rasa regang yang nyaman, bukan pada kedalaman posisi.

Gerakan ini sangat cocok saat puasa karena memberikan efek relaksasi pada sistem saraf. Intensitasnya rendah dan membantu menenangkan tubuh setelah aktivitas panjang tanpa menguras stamina.

5. Child’s Pose (Balasana)

Mulai dengan posisi lutut menekuk dan tubuh condong ke depan hingga dahi menyentuh matras. Lengan bisa direntangkan ke depan atau diletakkan di samping tubuh.

Tahan 45 sampai 60 detik dan ulangi 2 sampai 3 kali sesuai kebutuhan. Gunakan napas dalam untuk memaksimalkan relaksasi.

Balasana sangat ideal saat puasa karena termasuk pose pemulihan dengan intensitas sangat ringan. Gerakan ini membantu menurunkan detak jantung dan mengurangi rasa lemas tanpa membebani tubuh.

6. Warrior II (Virabhadrasana II)

Buka kaki lebar dan tekuk lutut depan secukupnya sambil merentangkan kedua tangan sejajar bahu. Arahkan pandangan ke tangan depan untuk melatih fokus.

Tahan 20 sampai 30 detik per sisi dan lakukan 2 set. Pastikan napas tetap terkontrol sepanjang gerakan.

Pose ini cocok saat puasa karena melatih kekuatan kaki dalam durasi singkat tanpa gerakan eksplosif. Intensitasnya moderat dan dapat disesuaikan dengan kedalaman tekukan lutut.

7. Bridge Pose (Setu Bandhasana)

Berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan kaki menapak di lantai. Angkat panggul perlahan saat menarik napas dan turunkan saat mengembuskan napas.

Lakukan 10 sampai 12 repetisi dalam 2 set dengan tempo pelan. Tahan 3 sampai 5 detik di posisi atas setiap repetisi.

Bridge Pose cocok saat puasa karena mengaktifkan otot inti dan punggung tanpa tekanan besar pada sistem kardiovaskular. Gerakan ini membantu menjaga kekuatan otot dengan intensitas ringan hingga moderat yang tetap aman saat energi terbatas.

Baca juga: Kapan Waktu Olahraga Saat Puasa untuk Menurunkan Berat Badan?

Tips Yoga Saat Puasa Agar Tetap Bugar

Supaya yoga saat puasa benar-benar terasa manfaatnya, kamu perlu sedikit strategi, bukan sekadar ikut gerakan lalu selesai. Berikut adalah tips yoga saat puasa agar semakin efektif dan tetap bugar:

  • Batasi Durasi Latihan: Durasi olahraga saat puasa idealnya sekitar 15 sampai 30 menit dengan intensitas ringan hingga moderat. Hindari sesi lebih dari 45 menit karena tubuh tidak mendapat asupan cairan dan energi selama beberapa jam.
  • Pilih Waktu Terbaik Yoga Saat Puasa: Kamu bisa melakukan yoga sebelum berbuka dengan gerakan ringan agar bisa langsung rehidrasi setelahnya. Alternatif lain adalah yoga setelah tarawih dengan jeda 1-2 jam setelah makan agar tubuh lebih nyaman.
  • Fokus pada Teknik Pernapasan: Teknik pernapasan yoga saat puasa sangat penting untuk menjaga suplai oksigen tetap stabil. Hindari menahan napas terlalu lama karena bisa memicu pusing dan menurunkan konsentrasi.
  • Jaga Hidrasi dan Nutrisi: Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi secara bertahap antara berbuka dan sahur. Konsumsi protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat agar energi lebih stabil saat latihan keesokan harinya.
  • Dengarkan Sinyal Tubuh: Setiap orang memiliki toleransi berbeda selama puasa. Jika terasa lemas berlebihan atau detak jantung tidak stabil, turunkan intensitas atau hentikan latihan demi keamanan.

Banner promosi SVRG Clearance Sale menampilkan berbagai produk olahraga seperti treadmill, raket padel, bola, kaus, dan aksesoris fitness.

Tetap Bugar dan Sehat Selama Puasa dengan Yoga Bersama SVRG

Yoga saat puasa aman dilakukan selama kamu menyesuaikan intensitas, durasi, dan waktu latihan dengan kondisi tubuh. Dengan memilih gerakan yang tepat, menjaga hidrasi, serta menerapkan teknik pernapasan yang benar, kamu bisa tetap fleksibel, fokus, dan bugar sepanjang bulan Ramadhan tanpa mengganggu ibadah.

Kalau kamu ingin latihan lebih terarah, gunakan perlengkapan Yoga terbaik dari SVRG mulai dari yoga matstrap, dan bantal. Perlengkapan yang nyaman dan berkualitas akan membantu kamu berlatih lebih aman dan konsisten, baik di rumah maupun di studio.

Sekarang giliran kamu untuk mulai. Jangan tunggu tubuh terasa kaku atau stres menumpuk, yuk siapkan matras terbaikmu dan jadikan yoga saat puasa sebagai rutinitas sehat selama Ramadhan bersama SVRG.