Daftar Isi
Yoga dan Pilates sekilas terlihat sama karena sama-sama dilakukan di atas matras dengan gerakan terkontrol. Padahal, keduanya memiliki fokus latihan yang berbeda dan memilih berdasarkan tampilan gerakan saja bisa membuatmu salah menentukan latihan.
Perbedaan yoga dan Pilates penting dipahami sesuai tujuanmu. Pilates lebih menekankan core, stabilitas, dan kontrol tubuh, sedangkan yoga lebih banyak mengembangkan fleksibilitas, keseimbangan, pernapasan, dan koneksi tubuh-pikiran.
Memilih yoga atau pilates perlu mempertimbangkan intensitas, pernapasan, fleksibilitas, aktivasi core, dan peralatan sesuai kebutuhan latihan. Yuk, kenali perbedaan fokus, gerakan, manfaat, hingga kebutuhan peralatannya sebelum memilih Pilates atau yoga.
[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Yoga| menekankan fleksibilitas, keseimbangan, pernapasan, relaksasi, mindfulness, serta koneksi antara tubuh dan pikiran
- Pilates| berfokus pada kekuatan core, stabilitas, kontrol gerakan, postur, dan koordinasi tubuh secara menyeluruh
- Yoga dan Pilates| sama-sama bermanfaat, tetapi pilihan terbaik bergantung pada tujuan, kemampuan, dan kebutuhan latihan
- Keduanya dapat dilakukan bersama| untuk melatih kekuatan, fleksibilitas, mobilitas, keseimbangan, dan kontrol tubuh secara menyeluruh
[[/svrg_takeaways]]
Apa Itu Yoga dan Pilates?
Yoga merupakan praktik dari India yang memiliki berbagai gaya dengan pendekatan berbeda. Latihannya menggunakan pose atau asana yang dapat dipadukan dengan pernapasan, relaksasi, dan meditasi.
Pilates adalah metode latihan yang dikembangkan Joseph Pilates dengan fokus pada kontrol gerakan, stabilitas, pernapasan, dan penguatan core. Latihannya dilakukan secara terkontrol menggunakan matras atau peralatan seperti reformer.
Yoga dan Pilates sama-sama dapat meningkatkan fungsi fisik, tetapi memiliki penekanan berbeda. Pilates lebih menonjolkan kekuatan dan stabilitas, sedangkan yoga berfokus pada fleksibilitas, keseimbangan, dan kesadaran tubuh.
Keduanya dapat dilakukan dengan perlengkapan sederhana seperti matras dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jika memiliki kondisi atau cedera tertentu, sesuaikan latihan dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Baca juga: Panduan Pilates: Sejarah, Prinsip, Alat, dan Gerakan Dasar
Manfaat Yoga dan Pilates
1. Manfaat Yoga
Yoga dapat membantu:
- Meningkatkan fleksibilitas
- Melatih keseimbangan
- Meningkatkan kontrol tubuh
- Melatih kekuatan pada pose tertentu
- Meningkatkan kesadaran tubuh
- Mendukung relaksasi
- Membantu pengelolaan stres
- Mendukung fungsi fisik
Yoga juga memiliki bukti penelitian yang menunjukkan manfaat terhadap nyeri dan fungsi pada sebagian orang dengan low back pain.
2. Manfaat Pilates
Pilates dapat membantu:
- Meningkatkan kekuatan dan stabilitas core
- Melatih kontrol dan koordinasi tubuh
- Mendukung postur tubuh
- Meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas
- Meningkatkan kesadaran terhadap posisi tubuh;
- Mendukung fungsi fisik
- Membantu mengurangi nyeri punggung bawah pada kondisi tertentu.
Penelitian terhadap Pilates menunjukkan adanya manfaat terhadap nyeri dan fungsi pada orang dengan low back pain, meskipun hasilnya dapat dipengaruhi oleh jenis program, durasi, dan kelompok peserta.
Baca juga: Panduan Lengkap Jenis-Jenis Yoga yang Wajib Kamu Ketahui
7 Perbedaan Yoga dan Pilates
1. Fokus Latihan
Yoga memiliki cakupan lebih luas, termasuk fleksibilitas, keseimbangan, pernapasan, dan relaksasi. Beberapa jenis yoga juga menggabungkan mindfulness dan meditasi.
Pilates berfokus pada kekuatan core, stabilitas, kontrol, dan koordinasi tubuh. Gerakannya menuntut tubuh tetap stabil saat bagian tubuh lain bergerak.
Jadi, Pilates lebih menonjolkan kontrol fisik dan stabilitas tubuh. Yoga memiliki pendekatan yang lebih beragam sesuai jenis dan tujuan latihannya.
2. Jenis dan Pola Gerakan
Yoga menggunakan berbagai pose atau asana dengan karakter yang berbeda. Pose dapat dilakukan secara statis atau mengalir dari satu gerakan ke gerakan lainnya.
Pilates menggunakan rangkaian gerakan yang terstruktur dan dilakukan secara terkontrol. Gerakannya dapat terlihat sederhana, tetapi membutuhkan aktivasi otot yang konsisten.
Karena itu, tidak semua yoga memiliki intensitas rendah dan tidak semua Pilates terasa ringan. Intensitas keduanya bergantung pada jenis latihan dan kemampuan individu.
3. Pernapasan
Pernapasan menjadi bagian penting dalam Pilates maupun yoga. Namun, cara dan tujuan penggunaannya dapat berbeda.
Yoga memiliki teknik pernapasan yang dikenal sebagai pranayama. Praktik ini dapat digunakan untuk mendukung gerakan, relaksasi, maupun kesadaran tubuh.
Dalam Pilates, pernapasan membantu menjaga kontrol dan koordinasi selama melakukan gerakan. Pengaturan napas juga membantu tubuh tetap stabil selama latihan.
4. Fleksibilitas dan Mobilitas
Yoga sangat identik dengan latihan fleksibilitas melalui berbagai pose dan rentang gerak. Beberapa gaya yoga memberikan penekanan khusus pada peregangan tubuh.
Pilates juga melatih fleksibilitas dan mobilitas melalui gerakan yang terkontrol. Latihannya menggabungkan rentang gerak dengan kekuatan dan stabilitas.
Jika ingin lebih fokus pada fleksibilitas, yoga dapat menjadi pilihan yang menarik. Pilates cocok jika kamu ingin menggabungkan fleksibilitas dengan penguatan dan kontrol tubuh.
5. Kekuatan dan Core
Yoga juga dapat melatih kekuatan melalui berbagai pose yang menggunakan berat badan. Plank, chair pose, dan arm balance merupakan beberapa contohnya.
Pilates memiliki fokus kuat pada penguatan otot inti atau core. Banyak gerakannya membutuhkan stabilitas batang tubuh selama latihan.
Perbedaannya terletak pada penekanan latihan, bukan berarti yoga tidak melatih kekuatan. Core dan stabilitas tubuh biasanya menjadi aspek yang lebih dominan dalam Pilates.
6. Mindfulness dan Relaksasi
Yoga memiliki keterkaitan kuat dengan mindfulness, pernapasan, dan relaksasi. Beberapa jenis yoga bahkan menjadikan aspek tersebut sebagai bagian utama latihan.
Pilates juga membutuhkan kesadaran terhadap posisi dan gerakan tubuh. Namun, fokusnya cenderung lebih banyak pada kontrol fisik dan mekanika gerakan.
Jika ingin memasukkan relaksasi dan mindfulness dalam rutinitas, yoga bisa menjadi pilihan. Pilates lebih cocok jika prioritasmu adalah kontrol, stabilitas, dan penguatan tubuh.
7. Peralatan yang Digunakan
Yoga umumnya hanya membutuhkan matras untuk melakukan berbagai pose. Beberapa latihan juga menggunakan alat bantu seperti yoga block, strap, atau bolster.
Pilates dapat dilakukan menggunakan matras atau peralatan seperti reformer, Cadillac, dan Wunda Chair. Untuk latihan di rumah, matras sudah cukup untuk memulai Pilates dasar.
Keduanya tetap bisa dilakukan dengan perlengkapan sederhana di rumah. Pilih peralatan berdasarkan jenis latihan, kenyamanan, dan kebutuhan tubuhmu.
Baca juga: 5 Perbedaan Pilates Mat dan Yoga Mat, Jangan Salah Pilih!
Yoga atau Pilates, Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban bahwa Yoga selalu lebih baik daripada pilates, atau sebaliknya. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan, preferensi, kondisi tubuh, dan jenis latihan yang kamu nikmati. Berikut pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memilih latihan:
|
Tujuan Latihan |
Yoga |
Pilates |
Pilihan Terbaik |
|
Memperkuat core |
Core tetap dilatih melalui pose seperti plank dan variasinya |
Sangat menekankan stabilitas batang tubuh dan otot core |
Pilates |
|
Meningkatkan fleksibilitas |
Banyak pose secara langsung melatih rentang gerak dan fleksibilitas |
Melatih fleksibilitas melalui gerakan terkontrol sekaligus membangun kekuatan |
Yoga |
|
Relaksasi |
Dapat menggabungkan gerakan, pernapasan, meditasi, dan relaksasi |
Membutuhkan kesadaran tubuh dan kontrol gerakan |
Yoga |
|
Pemula |
Dapat dimulai dari Hatha atau kelas khusus pemula |
Dapat dimulai dari latihan mat dasar |
Keduanya |
|
Sakit punggung |
Juga memiliki bukti manfaat terhadap nyeri dan fungsi pada kondisi tertentu |
Memiliki bukti manfaat terhadap nyeri dan fungsi pada kondisi tertentu |
Keduanya |
|
Dapat dilakukan dengan matras dan perlengkapan minimal |
Dapat dilakukan dengan matras tanpa reformer |
Keduanya |
Baca juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Pilates
Bisakah Yoga dan Pilates Dilakukan Bersamaan?
Bisa. Bahkan keduanya dapat saling melengkapi.
Pilates dapat membantu membangun kontrol, stabilitas, dan kekuatan core. Yoga dapat memberikan variasi melalui fleksibilitas, keseimbangan, mobilitas, dan relaksasi.
Contohnya, kamu bisa menjadwalkan Pilates 2 kali seminggu dan yoga 1–2 kali seminggu, kemudian menyesuaikannya dengan aktivitas dan kemampuan tubuh.
Tidak perlu memaksakan frekuensi tinggi sejak awal. Program yang sederhana tetapi konsisten biasanya lebih realistis daripada jadwal olahraga yang terlalu ambisius lalu berhenti setelah beberapa minggu.
Pilih Latihan yang Tepat untuk Capai Tujuanmu
Pilates dan yoga sama-sama bermanfaat, tetapi memiliki fokus berbeda sesuai tujuan latihan. Pilates lebih menonjolkan core dan stabilitas, sedangkan yoga unggul dalam fleksibilitas, keseimbangan, dan relaksasi.
Apa pun pilihanmu, membangun hasil dari latihan membutuhkan konsistensi dan proses yang bertahap. Kenyamanan saat bergerak juga penting agar kamu dapat menjalankan setiap sesi latihan dengan lebih leluasa.
Untuk menunjang latihan Pilates atau yoga di rumah, lengkapi rutinitasmu dengan matras dan perlengkapan yoga dan pilates terbaik dari SVRG. Temukan pilihan gear yang sesuai dengan kebutuhan latihanmu dan buat setiap sesi terasa lebih nyaman untuk dijalani secara konsisten.
[[svrg_faq]]
title: FAQ Seputar Perbedaan Yoga dan Pilates
- q: Apakah yoga dan Pilates sama?
a: Tidak. Pilates dan yoga sama-sama melatih tubuh melalui gerakan terkontrol dan pernapasan, tetapi memiliki sejarah, metode, dan fokus latihan yang berbeda.
- q: Yoga dan Pilates lebih bagus mana?
a: Tidak ada yang secara universal lebih bagus. Pilates lebih cocok jika kamu ingin menekankan core, stabilitas, dan kontrol tubuh, sedangkan yoga menawarkan variasi yang kuat pada fleksibilitas, keseimbangan, pernapasan, dan relaksasi.
- q: Apakah Pilates lebih bagus untuk mengecilkan perut?
a: Pilates dapat memperkuat otot core, tetapi tidak secara khusus membakar lemak hanya di area perut. Penurunan lemak tubuh tidak dapat ditargetkan hanya pada satu bagian tubuh.
- q: Apakah yoga bisa membentuk otot?
a: Bisa. Beberapa pose yoga memberikan beban pada otot dan dapat meningkatkan kekuatan, terutama jika dilakukan dengan variasi dan tingkat kesulitan yang sesuai.
- q: Apakah pemula sebaiknya memilih Pilates atau yoga?
a: Keduanya bisa menjadi pilihan. Pilih kelas atau program khusus pemula dan sesuaikan dengan tujuan, kondisi tubuh, serta jenis latihan yang paling nyaman untuk kamu lakukan secara konsisten.
[[/svrg_faq]]
Kenapa Pilih SVRG?
Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

