Mengetahui kebutuhan kalori harian tidak selalu berarti kamu harus terus mengurangi porsi makan. Kalori maintenance justru menjadi titik penting ketika kamu ingin memahami berapa banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan berat badan relatif stabil.
Masalahnya, angka maintenance tidak selalu sama untuk setiap orang. Berat dan komposisi tubuh, aktivitas harian, frekuensi latihan, hingga perubahan rutinitas dapat membuat kebutuhan energi ikut berubah.
Karena itu, menghitung kebutuhan kalori harian bukan sekadar memasukkan data ke kalkulator lalu menganggap hasilnya sebagai angka pasti. Yuk, pahami cara memperkirakannya, mengevaluasi hasilnya, dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuhmu.
[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Kalori maintenance| adalah perkiraan asupan energi untuk mempertahankan berat badan relatif stabil.
- TDEE dapat digunakan sebagai titik awal| untuk memperkirakan kebutuhan kalori harian.
- Aktivitas olahraga dan kegiatan sehari-hari| sama-sama memengaruhi kebutuhan energi tubuh.
- Angka maintenance| dapat berubah ketika berat badan, aktivitas, atau rutinitas mengalami perubahan.
[[/svrg_takeaways]]
Apa Itu Kalori Maintenance?
Kalori maintenance adalah perkiraan kalori yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga berat badan tetap relatif stabil. Konsep ini berkaitan dengan energy balance, yaitu keseimbangan energi yang masuk dan digunakan tubuh.
Jika asupan berada di bawah kebutuhan energi, terjadi calorie deficit, sedangkan kelebihan asupan disebut calorie surplus. Karena itu, menjaga kebutuhan kalori dapat menjadi acuan untuk mengatur pola makan sesuai tujuan.
Memahami kalori maintenance membantu kamu merencanakan weight management dengan lebih terarah. Angka ini dapat digunakan untuk mempertahankan, menurunkan, atau menaikkan berat badan.
Namun, menjaga kebutuhan kalori bukan angka yang selalu tetap. Perubahan berat badan, aktivitas, komposisi tubuh, dan rutinitas dapat membuat kebutuhan energi ikut berubah.
Baca juga: Apa Itu TDEE? Cara Memahami Kebutuhan Kalori Harian
Cara Menghitung Kalori Maintenance
1. Hitung BMR dengan Rumus yang Sesuai
Langkah pertama adalah memperkirakan Basal Metabolic Rate (BMR), yaitu jumlah energi yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar saat berada dalam kondisi istirahat.
Salah satu persamaan yang umum digunakan adalah Mifflin-St Jeor:
- Pria: BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6,25 × tinggi dalam cm) − (5 × usia) + 5
- Wanita: BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6,25 × tinggi dalam cm) − (5 × usia) − 161
Hasil BMR belum menunjukkan kebutuhan kalori harian secara keseluruhan karena aktivitas tubuh sehari-hari belum diperhitungkan.
2. Tentukan Tingkat Aktivitas Harian
Selanjutnya, perhatikan seberapa aktif kamu dalam menjalani rutinitas. Aktivitas tidak hanya berarti olahraga di gym, tetapi juga berjalan kaki, pekerjaan fisik, aktivitas rumah tangga, dan berbagai gerakan lain sepanjang hari.
Semakin aktif rutinitasmu, semakin besar pula kebutuhan energi yang perlu diperhitungkan. Karena itu, pilih kategori aktivitas berdasarkan kondisi sehari-hari secara realistis, bukan hanya berdasarkan jumlah sesi olahraga.
3. Hitung TDEE sebagai Perkiraan Kalori Maintenance
Setelah mendapatkan BMR dan memperkirakan tingkat aktivitas, kamu dapat menghitung Total Daily Energy Expenditure (TDEE) sebagai estimasi total energi yang digunakan dalam sehari.
Secara sederhana, TDEE dapat diperkirakan dengan mengalikan BMR dengan faktor aktivitas. Angka tersebut kemudian dapat digunakan sebagai starting point untuk memperkirakan kebutuhan kalori harian.
Perlu diingat, hasil kalkulator TDEE tetap merupakan estimasi. Kondisi nyata dapat berbeda sehingga hasil perhitungan sebaiknya dievaluasi berdasarkan perubahan berat badan dan rutinitas dari waktu ke waktu.
4. Gunakan Perubahan Berat Badan sebagai Evaluasi
Setelah menggunakan angka estimasi, pantau tren berat badan selama beberapa minggu saat pola makan dan aktivitas relatif konsisten. Berat badan yang cenderung stabil dapat menunjukkan bahwa asupan berada di sekitar kebutuhan maintenance.
Jangan menilai hasil hanya dari perubahan berat badan dalam satu atau dua hari. Cairan tubuh, isi saluran pencernaan, dan asupan sodium dapat membuat berat badan naik atau turun sementara.
Faktor yang Memengaruhi Kalori Maintenance
Kebutuhan kalori maintenance tidak hanya dipengaruhi oleh berat badan. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain:
- Berat dan komposisi tubuh dapat memengaruhi kebutuhan energi karena ukuran tubuh dan jumlah massa bebas lemak berbeda pada setiap orang.
- Usia dan jenis kelamin juga menjadi variabel dalam berbagai persamaan untuk memperkirakan kebutuhan energi. Namun, keduanya tetap perlu dilihat bersama faktor lainnya.
- Tingkat aktivitas harian memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran energi. Seseorang yang banyak bergerak sepanjang hari dapat memiliki kebutuhan berbeda dari orang dengan rutinitas yang lebih sedentari.
- Intensitas dan frekuensi latihan juga dapat mengubah kebutuhan energi. Perubahan jumlah atau volume latihan dapat membuat kebutuhan kalori ikut berubah.
- Rutinitas dan gaya hidup seperti perubahan pekerjaan, mobilitas harian, kebiasaan berjalan kaki, atau aktivitas rumah tangga juga dapat memengaruhi total pengeluaran energi.
Baca juga: Cara Membuat Rutinitas Makan yang Konsisten dan Fleksibel

