10 Manfaat Reformer Pilates untuk Tubuh dan Cara Kerjanya

By: SVRG The Republic of Svarga — min read
Daftar Isi

Banyak orang mengira Reformer Pilates hanya untuk membuat tubuh lebih lentur. Padahal, di balik gerakannya yang terlihat tenang, resistensi pegas membuat otot ikut bekerja dan menantang tubuh untuk tetap stabil.

Saat carriage bergerak, kamu perlu mengontrol core, posisi tubuh, dan gerakan tangan atau kaki secara bersamaan. Inilah yang membuat Reformer Pilates dapat membantu melatih kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kontrol tubuh.

Namun, mendapatkan manfaat Reformer Pilates tidak cukup dengan asal mengikuti gerakan. Yuk, kenali manfaatnya sekaligus pahami teknik dan hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mulai latihan.

[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Reformer Pilates| menggunakan carriage, pegas, footbar, dan straps untuk memberikan resistensi selama latihan
- Manfaat Reformer Pilates| meliputi peningkatan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, koordinasi, dan kontrol tubuh
- Reformer Pilates| dapat menjadi pilihan latihan low-impact yang cocok disesuaikan dengan kemampuan pemula
- Teknik, resistensi, posisi tubuh, dan konsistensi| menentukan kualitas serta manfaat latihan Reformer Pilates
[[/svrg_takeaways]]

Apa Itu Reformer Pilates?

Reformer Pilates adalah metode latihan Pilates yang menggunakan mesin reformer sebagai alat bantu, dengan komponen seperti carriage, sistem pegas, footbar, dan straps. Kombinasi tersebut memungkinkan berbagai gerakan dilakukan dalam posisi berbaring, duduk, berlutut, hingga berdiri.

Salah satu karakteristik utama Reformer Pilates adalah kontrol gerakan, sehingga pengguna perlu memperhatikan posisi tubuh, stabilitas, pernapasan, dan koordinasi. Fokus tersebut membuat setiap gerakan dilakukan secara lebih terkontrol, bukan sekadar mengejar jumlah repetisi.

Karena tingkat resistensinya dapat disesuaikan, Reformer Pilates dapat digunakan oleh berbagai tingkat kemampuan. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pilihan latihan bagi pemula yang baru mulai mengenal Pilates.

Baca juga: Nama Alat - Alat Pilates dan Fungsinya yang Wajib Kamu Ketahui

Bagaimana Cara Kerja Reformer Pilates?

Reformer Pilates bekerja dengan mengombinasikan resistensi, stabilitas, kontrol gerakan, dan rentang gerak. Carriage yang terhubung dengan pegas memberikan resistensi saat pengguna mendorong atau menariknya, dengan tingkat yang dapat disesuaikan.

Tubuh perlu mempertahankan posisi agar carriage bergerak secara terkontrol selama latihan. Proses ini membuat beberapa kelompok otot bekerja secara bersamaan untuk menjaga stabilitas dan menghasilkan gerakan yang tepat.

Bahkan gerakan sederhana pada kaki dapat melibatkan core dan bagian tubuh lainnya untuk menjaga keseimbangan. Karena itu, Reformer Pilates dapat menjadi latihan yang melibatkan berbagai kelompok otot dalam satu sesi.

Baca juga: Reformer Pilates: Latihan Strength atau Cardio? Ini Faktanya!

10 Manfaat Reformer Pilates untuk Tubuh

10 Manfaat Reformer Pilates untuk Tubuh dan Cara Kerjanya

1. Membantu Meningkatkan Kekuatan Otot

Reformer Pilates dapat membantu melatih kekuatan otot melalui resistensi dari sistem pegas. Gerakannya dapat melibatkan kaki, glute, core, punggung, bahu, hingga lengan.

Resistensi dapat disesuaikan dengan kemampuan sehingga latihan lebih fleksibel. Namun, hasilnya tetap dipengaruhi teknik, intensitas, frekuensi, dan konsistensi latihan.

2. Melatih Kekuatan Otot Core

Core menjadi salah satu bagian tubuh yang banyak bekerja dalam Reformer Pilates. Saat carriage bergerak, kamu perlu menjaga stabilitas agar gerakan tetap terkendali.

Otot core membantu mempertahankan posisi sekaligus mendukung kontrol gerakan. Kekuatan core juga berperan dalam menjaga stabilitas tubuh saat beraktivitas.

3. Meningkatkan Fleksibilitas

Reformer Pilates menggabungkan gerakan peregangan, kontrol, dan penguatan tubuh. Jika dilakukan secara konsisten, latihan ini dapat membantu meningkatkan fleksibilitas pada bagian tubuh tertentu.

Hasilnya dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi kondisi awal dan teknik latihan. Frekuensi serta konsistensi juga berpengaruh terhadap perkembangannya.

4. Membantu Meningkatkan Keseimbangan

Reformer Pilates membuat tubuh perlu mempertahankan posisi ketika carriage bergerak atau saat berpindah gerakan. Tubuh pun harus mengatur stabilitas agar setiap gerakan tetap terkontrol.

Latihan ini dapat membantu mengembangkan keseimbangan dan kontrol tubuh secara bertahap. Kemampuan tersebut juga berguna dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

5. Meningkatkan Koordinasi dan Kesadaran Tubuh

Reformer Pilates mengharuskan kamu memperhatikan posisi dan pergerakan berbagai bagian tubuh. Kaki, tangan, tulang belakang, dan pernapasan perlu dikoordinasikan selama latihan.

Hal tersebut dapat membantu meningkatkan body awareness atau kesadaran terhadap posisi tubuh. Kontrol gerakan yang baik juga membuat latihan dilakukan lebih terarah.

Baca juga: Bagaimana Cara Reformer Pilates Mengatasi Cedera?

6. Mendukung Postur Tubuh yang Lebih Baik

Postur tidak hanya dipengaruhi posisi duduk atau berdiri, tetapi juga kemampuan tubuh mempertahankan posisi dengan baik. Reformer Pilates melibatkan core, punggung, pinggul, dan otot pendukung lainnya.

Latihan dengan teknik tepat dapat membantu meningkatkan kontrol tubuh yang berkaitan dengan postur. Namun, ergonomi, kebiasaan sehari-hari, dan kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan.

7. Membantu Meningkatkan Mobilitas

Fleksibilitas berkaitan dengan rentang gerak, sedangkan mobilitas juga mencakup kemampuan mengontrol tubuh dalam rentang tersebut. Keduanya saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama.

Reformer Pilates menggabungkan gerakan dengan kontrol sehingga dapat membantu melatih mobilitas. Latihan secara bertahap juga memungkinkan tubuh beradaptasi dengan berbagai pola gerakan.

8. Menjadi Pilihan Latihan dengan Impact Relatif Rendah

Reformer Pilates menggunakan banyak gerakan terkontrol sehingga dapat menjadi pilihan latihan dengan impact relatif rendah. Karakteristik ini membuatnya berbeda dari olahraga yang banyak melibatkan lompatan atau benturan berulang.

Namun, low-impact bukan berarti bebas risiko. Teknik yang salah, resistensi berlebihan, atau gerakan yang tidak sesuai kemampuan tetap perlu dihindari.

9. Mendukung Kebugaran Tubuh Secara Menyeluruh

Berbagai gerakan Reformer Pilates dapat melibatkan kaki, glute, core, punggung, bahu, hingga lengan. Tingkat resistensi dan kompleksitas gerakan juga dapat disesuaikan dengan kemampuan.

Karena melibatkan banyak kelompok otot, latihan ini dapat menjadi bagian dari rutinitas kebugaran. Reformer Pilates juga dapat dikombinasikan dengan aktivitas aerobik atau latihan kekuatan.

10. Membantu Membangun Rutinitas Olahraga

Reformer Pilates menawarkan banyak variasi gerakan dan tingkat resistensi yang dapat disesuaikan dengan tujuan latihan. Variasi tersebut membuat latihan lebih fleksibel dan dapat membantu membangun rutinitas yang sesuai.

Konsistensi tetap menjadi faktor penting untuk mendapatkan manfaat aktivitas fisik. Jika kamu menikmati Reformer Pilates, latihan ini dapat menjadi salah satu cara menjaga kebiasaan olahraga secara rutin.

Baca juga: Panduan Reformer Pilates Menurunkan Tingkat Stres Efektif

Apakah Reformer Pilates Cocok untuk Pemula?

Reformer Pilates dapat dilakukan oleh pemula selama gerakan dan resistensi disesuaikan dengan kemampuan. Pemula tidak perlu langsung mencoba gerakan kompleks yang sering terlihat di media sosial. Justru, memahami cara kerja reformer dan menguasai gerakan dasar lebih penting.

Beberapa hal yang sebaiknya dipelajari terlebih dahulu adalah:

  1. Cara menggunakan carriage.
  2. Fungsi spring dan tingkat resistensinya.
  3. Posisi tubuh yang benar.
  4. Cara mengontrol gerakan.
  5. Teknik pernapasan.
  6. Cara menggunakan footbar dan straps.

Jika mengikuti kelas, beri tahu instruktur bahwa kamu masih pemula sehingga latihan dapat disesuaikan.

Baca juga: 6 Gerakan Reformer Pilates Untuk Pemula Hingga Lanjutan

Reformer Pilates vs Mat Pilates, Apa Bedanya?

Reformer Pilates dan Mat Pilates sama-sama menggunakan prinsip dasar Pilates, tetapi memiliki karakteristik latihan yang berbeda. Perbedaan alat, resistensi, dan variasi gerakan membuat pengalaman latihan keduanya tidak sepenuhnya sama.

Berikut perbedaan Reformer Pilates dan Mat Pilates yang perlu kamu ketahui:

Reformer Pilates

Mat Pilates

Menggunakan mesin reformer

Menggunakan matras

Memiliki sistem pegas

Lebih banyak menggunakan berat tubuh

Resistensi dapat disesuaikan

Resistensi terutama berasal dari tubuh

Banyak variasi posisi dan gerakan

Gerakan dapat dilakukan dengan ruang lebih sederhana

Membutuhkan akses ke alat

Lebih mudah dilakukan di berbagai tempat

Keduanya dapat digunakan untuk melatih core, kekuatan, fleksibilitas, dan kontrol tubuh. Jadi, pilihan antara Reformer atau Mat Pilates sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, akses terhadap alat, dan preferensi masing-masing.

Baca juga: Pilates Mat vs Reformer: Mana yang Lebih Cocok Untuk Kamu?

Berapa Kali Seminggu Sebaiknya Reformer Pilates?

Pemula dapat memulai 2 kali seminggu agar tubuh memiliki waktu beradaptasi dengan gerakan, resistensi, dan teknik dasar. Setelah tubuh mulai terbiasa, frekuensi dapat ditingkatkan menjadi 3–4 kali seminggu sesuai kemampuan, tujuan, dan waktu pemulihan.

Jika Reformer Pilates digunakan untuk menjaga kebugaran, latihan 2–3 kali seminggu dapat menjadi pilihan yang realistis dan konsisten. Untuk program yang lebih intensif, frekuensi 3–4 kali seminggu dapat dipertimbangkan selama tubuh mampu pulih dengan baik.

Jika tubuh terasa terlalu lelah atau muncul nyeri yang tidak biasa, evaluasi kembali intensitas dan frekuensi latihan. Jangan memaksakan jumlah sesi jika kualitas gerakan mulai menurun atau tubuh belum cukup pulih.

Banner promosi SVRG Clearance Sale menampilkan berbagai produk olahraga seperti treadmill, raket padel, bola, kaus, dan aksesoris fitness.

Maksimalkan Manfaat Reformer Pilates dengan Latihan yang Tepat

Reformer Pilates dapat membantu melatih kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, mobilitas, hingga kontrol tubuh. Namun, manfaat tersebut tetap dipengaruhi teknik, intensitas, program, dan konsistensi latihan.

Membangun kemampuan tersebut membutuhkan proses dan latihan bertahap. Selain menguasai teknik, peralatan yang nyaman dan sesuai juga dapat membantu kamu melakukan setiap gerakan dengan lebih terkontrol.

Untuk mendukung rutinitas Pilates di rumah, kamu bisa mengeksplorasi berbagai pilihan peralatan Pilates terbaik dari SVRG. Lengkapi kebutuhan latihanmu dengan perlengkapan yang sesuai agar setiap sesi terasa lebih nyaman dan konsisten.

[[svrg_faq]]
title: FAQ Manfaat Reformer Pilates
- q: Apa manfaat utama Reformer Pilates?
a: Reformer Pilates dapat membantu melatih kekuatan otot, core, fleksibilitas, keseimbangan, mobilitas, dan koordinasi. Hasilnya dipengaruhi teknik, intensitas, program, serta konsistensi latihan.
- q: Apakah Reformer Pilates bisa mengecilkan perut?
a: Reformer Pilates dapat membantu melatih otot core, tetapi tidak secara khusus membakar lemak di perut. Pengurangan lemak tubuh dipengaruhi pola makan, aktivitas fisik, dan faktor individual.
- q: Apakah Reformer Pilates bisa menurunkan berat badan?
a: Reformer Pilates dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik untuk mendukung pengelolaan berat badan. Hasilnya tetap bergantung pada pola makan dan aktivitas fisik secara keseluruhan.
- q: Apakah Reformer Pilates bisa membentuk otot?
a: Reformer Pilates dapat membantu melatih dan memperkuat otot melalui resistensi pegas. Untuk memaksimalkan pertumbuhan massa otot, latihan beban progresif mungkin tetap diperlukan.
- q: Apakah Reformer Pilates cocok untuk pemula?
a: Ya, Reformer Pilates dapat dilakukan pemula dengan gerakan dan resistensi yang disesuaikan. Sebaiknya kuasai teknik dasar sebelum mencoba gerakan yang lebih kompleks.
[[/svrg_faq]]

Kenapa Pilih SVRG?

Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

Garansi ResmiPerlindungan produk sesuai ketentuan SVRG.
Kualitas TerujiEquipment untuk kebutuhan latihan dari rumah hingga komersial.
Support & KonsultasiTim SVRG membantu sebelum dan sesudah pembelian.
Pengiriman IndonesiaPengiriman produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Apakah artikel ini membantu? Feedback kamu membantu kami meningkatkan kualitas konten SVRG.