Pernah merasa plank terlihat mudah, tetapi begitu dilakukan malah bikin punggung pegal? Napas cepat habis dan otot terasa tegang sering membuat pemula malas mencoba lagi.
Artikel ini akan membahas cara melakukan plank dengan posisi yang aman untuk pemula secara lengkap. Mulai dari postur tubuh, aktivasi otot inti, teknik pernapasan, hingga variasi plank yang aman agar kamu bisa langsung mempraktikkannya tanpa risiko cedera.
Apa Itu Plank dan Manfaatnya
Plank adalah latihan isometrik yang mengharuskan tubuh menahan satu posisi statis dengan mengandalkan kekuatan otot inti. Gerakan ini terlihat sederhana karena tidak banyak perpindahan, tetapi justru disitulah tantangannya.
Saat kamu melakukan plank dengan benar, otot perut, punggung bawah, bahu, glute, dan kaki akan aktif secara bersamaan. Plank membantu tubuh bekerja sebagai satu kesatuan, bukan hanya fokus pada satu otot.
Manfaat plank terasa dalam aktivitas sehari-hari, seperti duduk lebih tegak atau mengangkat barang dengan stabil. Latihan ini juga membantu mengurangi risiko nyeri punggung bawah karena otot inti menjadi lebih kuat dan suportif.
Banyak orang mengira plank hanya soal menahan posisi selama mungkin. Padahal, kualitas teknik jauh lebih penting dibandingkan durasi, dan plank yang rapi lebih bermanfaat daripada menahan lama dengan postur salah.
Plank cocok untuk pemula, pekerja kantoran, maupun pelaku olahraga rumahan karena bisa dilakukan tanpa alat. Selama tekniknya benar dan disesuaikan kemampuan, plank menjadi latihan aman dan efektif untuk siapa saja.
Persiapan Sebelum Melakukan Plank
Sebelum masuk ke plank, tubuh perlu dipersiapkan agar tidak kaget saat menahan beban. Plank bukan sekadar menahan tubuh, tetapi soal kontrol dan kesadaran postur, jadi tanpa persiapan risiko salah posisi lebih besar.
Lakukan pemanasan ringan selama 5-10 menit dengan fokus pada bahu, pergelangan tangan, pinggul, dan tulang belakang. Gerakan sederhana seperti arm circle, shoulder roll, dan hip rotation membantu sendi lebih siap dan otot tidak kaget saat bekerja.
Pastikan area latihan aman dan stabil dengan menggunakan matras agar siku dan telapak tangan lebih nyaman. Lingkungan yang mendukung membuat kamu bisa fokus pada teknik, bukan sibuk menahan rasa tidak nyaman.
Sebelum mulai, tarik napas dalam dan hembuskan perlahan sambil mengaktifkan otot perut dan glute secara ringan. Sesuaikan durasi dengan kemampuan, misalnya 10-20 detik untuk pemula, dan pilih variasi lebih ringan jika muncul nyeri pada punggung, bahu, atau pergelangan tangan.
Baca juga: 7 Latihan Abs Roller untuk Wanita Agar Perut Lebih Rata
Cara Melakukan Plank yang Benar
1. Posisi Tangan, Siku, dan Bahu Sejajar
Pada plank siku, pastikan siku tepat di bawah bahu untuk mendistribusikan beban secara merata. Lengan bawah menempel stabil di lantai dengan telapak tangan rileks agar bahu tidak tegang.
Jika memilih plank tangan lurus, telapak tangan harus sejajar dengan bahu. Jangan terlalu maju atau mundur karena akan membuat bahu bekerja lebih keras dan mengurangi keseimbangan tubuh.
Jaga bahu tetap aktif dan stabil, jangan terangkat ke arah telinga. Bayangkan mendorong lantai ringan untuk menjaga kontrol dan kekuatan bahu selama plank.
2. Tubuh Lurus dari Kepala hingga Kaki
Tubuh saat plank harus membentuk garis lurus dari kepala hingga tumit. Hindari pinggul turun atau terlalu tinggi karena akan mengurangi efektivitas latihan.
Aktifkan otot perut dengan menarik pusar sedikit ke dalam dan kencangkan glute agar tulang belakang tetap netral. Posisi ini membantu menjaga postur aman dan stabil.
Pandangan kepala sebaiknya ke bawah atau sedikit ke depan, jangan mendongak. Leher yang netral membuat plank terasa nyaman dan mengurangi ketegangan.
3. Fokus pada Pernapasan dan Kontraksi Otot Core
Jangan menahan napas saat plank, bernapaslah perlahan melalui hidung dan hembuskan lewat mulut. Pernapasan terkontrol membantu tubuh tetap rileks meski otot bekerja keras.
Kontraksikan otot perut, glute, dan bahu secara bersamaan. Kontraksi cukup aktif dan stabil, jangan berlebihan agar plank terasa solid tapi tidak kaku.
Jika napas mulai terengah atau postur mulai goyah, itu tanda untuk berhenti. Plank yang aman selalu mengutamakan kontrol, bukan durasi semata.
Baca juga: Benarkah Plank Dapat Membantu Membuat Perut Lebih Rata?
Variasi Plank untuk Pemula
1. Plank Siku (Forearm Plank)
Plank siku adalah variasi paling ramah untuk pemula. Posisi ini mengurangi tekanan pada pergelangan tangan dan tetap efektif melatih otot inti. Siku sejajar bahu dan lengan bawah menempel di lantai.
Jaga tubuh tetap lurus dan aktifkan core sejak awal. Fokus pada napas dan kestabilan, bukan lamanya menahan. Variasi ini cocok untuk pemula yang ingin membangun fondasi kekuatan.
2. Plank dengan Lutut Menyentuh Lantai
Variasi ini cocok untuk pemula absolut atau kamu yang masih membangun kekuatan core. Lutut menyentuh lantai membantu mengurangi beban tubuh tanpa menghilangkan prinsip plank.
Meskipun lebih ringan, postur tetap harus rapi. Tubuh dari kepala hingga lutut tetap lurus dan core tetap aktif. Variasi ini aman untuk latihan di rumah.
3. Plank Samping (Side Plank)
Plank samping melatih otot obliques dan penstabil pinggul. Posisi tubuh menyamping dengan satu siku sebagai tumpuan. Variasi ini membantu keseimbangan dan stabilitas lateral.
Untuk pemula, lakukan dengan durasi singkat dan kontrol penuh. Jika terasa berat, kamu bisa menekuk lutut bagian bawah sebagai modifikasi. Fokus utama tetap pada kualitas posisi.
Baca juga: 7 Manfaat Latihan Kekuatan Otot yang Terbukti Secara Ilmiah
Durasi dan Frekuensi Latihan Plank
Durasi plank untuk pemula tidak perlu lama. Mulailah dari 10-20 detik dengan postur sempurna. Jika masih kuat dan stabil, durasi bisa ditambah perlahan.
Latihan plank bisa dilakukan 3 sampai 4 kali seminggu. Frekuensi ini cukup untuk membangun kekuatan core tanpa membuat tubuh kelelahan. Plank juga cocok dijadikan bagian dari pemanasan atau pendinginan.
Perhatikan sinyal tubuh selama latihan. Jika muncul nyeri tajam atau ketegangan berlebihan, hentikan latihan. Istirahat dan konsistensi jauh lebih penting dibandingkan memaksakan diri.
Progresi plank sebaiknya bertahap. Tambah durasi atau variasi hanya jika kamu bisa menjaga teknik tetap rapi. Dengan pendekatan ini, plank akan menjadi latihan jangka panjang yang aman dan efektif.
Perkuat Core Tubuhmu dengan Perlengkapan SVRG!
Cara melakukan plank yang benar adalah dasar penting untuk membangun core yang kuat dan stabil. Dengan teknik yang benar dan durasi realistis, plank membantu memperbaiki postur, mengurangi risiko nyeri punggung, dan mendukung performa latihan lain.
Agar latihan plank lebih nyaman dan aman, SVRG menyediakan matras, push-up board, abs roller, dan masih banyak lagi. Semua dirancang mendukung latihan core di rumah maupun gym dengan stabilitas dan kenyamanan maksimal.
Kalau kamu ingin mulai plank dengan lebih percaya diri dan konsisten, jangan tunggu lagi. Kunjungi koleksi peralatan olahraga terbaik SVRG sekarang dan pilih perlengkapan yang pas untuk perjalanan kebugaranmu.

