Apa Itu Pace Lari dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

By: The Republic of Svarga — min read
Daftar Isi

Banyak pelari mengira lari semakin bagus jika pace semakin cepat. Padahal, pace lari yang tepat bukan selalu yang paling kecil, melainkan yang sesuai dengan tujuan dan kondisi latihan.

Bayangkan kamu melihat angka 6:00/km di running watch, tetapi belum tahu apakah angka tersebut termasuk cepat, lambat, atau sesuai kemampuanmu. Memahami pace membantu kamu membaca data lari dengan lebih tepat sekaligus mengatur intensitas latihan.

Pace juga tidak selalu sama sepanjang sesi karena dapat dipengaruhi jarak, medan, cuaca, kondisi tubuh, hingga strategi berlari. Yuk, pahami cara menghitung, mengukur, dan menggunakan pace agar latihanmu lebih terarah.

[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Pace lari| menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh setiap kilometer selama berlari dengan kecepatan tertentu
- Rumus pace| diperoleh dengan membagi total waktu tempuh dengan jarak lari yang berhasil diselesaikan
- Pace dapat diukur| menggunakan running watch, aplikasi lari, treadmill, atau perhitungan manual berdasarkan jarak dan waktu
- Pace ideal| berbeda berdasarkan tujuan latihan, kemampuan pelari, kondisi tubuh, cuaca, medan, serta intensitas latihan
[[/svrg_takeaways]]

Apa Itu Pace Lari?

Pace lari adalah ukuran yang menunjukkan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menempuh jarak tertentu saat berlari. Umumnya, pace dinyatakan dalam menit per kilometer (menit/km) sehingga kamu dapat mengetahui seberapa cepat ritme lari yang dilakukan.

Sebagai contoh, pace 6:00/km berarti kamu membutuhkan waktu sekitar 6 menit untuk menyelesaikan setiap 1 kilometer. Informasi ini membantu kamu memahami ritme lari dan menyesuaikannya dengan tujuan latihan, kemampuan, serta kondisi tubuh.

Pace berbeda dengan speed karena keduanya menggunakan sudut pandang pengukuran yang berbeda. Pace menunjukkan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tertentu, sedangkan speed menunjukkan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu tertentu, sehingga angka pace yang lebih kecil berarti ritme lari lebih cepat.

Baca juga: 70+ Istilah dalam Lari dari Dasar hingga Profesional

Cara Menghitung Pace Lari

Apa Itu Pace Lari dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

1. Rumus Dasar Pace

Cara menghitung pace sebenarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu membagi total waktu berlari dengan jarak yang ditempuh.

Pace = waktu tempuh ÷ jarak

Jika ingin mendapatkan hasil dalam menit/km, gunakan waktu dalam menit dan jarak dalam kilometer.

Sebagai contoh, kamu berlari selama 30 menit dengan jarak 5 km. Perhitungannya adalah:

30 ÷ 5 = 6 menit/km

Jadi, pace rata-rata lari tersebut adalah 6:00/km.

Perlu diingat, hasil ini merupakan pace rata-rata. Pace pada kilometer pertama, kedua, dan seterusnya dapat berbeda.

2. Contoh Menghitung Pace dari Jarak dan Waktu

Misalnya kamu menyelesaikan lari 5 km dalam waktu 27 menit 30 detik. Ubah waktu tersebut menjadi 27,5 menit, kemudian bagi dengan jarak:

27,5 ÷ 5 = 5,5 menit/km

Angka 0,5 menit setara dengan 30 detik. Jadi, pace yang diperoleh adalah 5:30/km.

Contoh lainnya, jika kamu berlari 10 km dalam 60 menit, perhitungannya adalah:

60 ÷ 10 = 6 menit/km

Artinya, pace rata-rata kamu adalah 6:00/km.

3. Cara Membaca Hasil Pace

Pace biasanya ditampilkan dengan format menit:detik per kilometer, seperti 5:30/km atau 7:00/km.

Angka 5:30/km berarti kamu membutuhkan sekitar 5 menit 30 detik untuk menempuh setiap kilometer. Sementara itu, 7:00/km berarti membutuhkan sekitar 7 menit untuk setiap kilometer.

Jangan langsung menganggap pace yang lebih cepat selalu lebih baik. Pace perlu dibaca berdasarkan tujuan latihan karena easy run, tempo run, latihan interval, dan lari jarak jauh dapat memiliki intensitas berbeda.

Baca juga: Average Pace Adalah Rata-Rata Pace Lari, Ini Cara Hitungnya

Cara Mengukur Pace Saat Berlari

1. Menggunakan Running Watch

Running watch dengan GPS dapat menghitung jarak dan menampilkan pace selama kamu berlari. Beberapa perangkat juga menyediakan current pace, average pace, dan split pace.

Current pace menunjukkan perkiraan pace saat ini, sedangkan average pace menunjukkan rata-rata pace selama aktivitas. Current pace dapat berubah lebih sering sehingga average pace biasanya lebih mudah digunakan untuk melihat gambaran keseluruhan latihan.

2. Menggunakan Aplikasi Lari

Aplikasi lari berbasis GPS dapat mencatat jarak, durasi, pace, split, dan rute selama aktivitas. Setelah latihan selesai, kamu dapat melihat average pace serta perubahan pace pada setiap kilometer.

Hasil dari aplikasi dan perangkat juga dapat sedikit berbeda karena metode pengukuran GPS dan pengolahan waktu yang digunakan. Karena itu, lebih baik melihat tren latihan daripada terlalu fokus pada perbedaan kecil dalam satu sesi.

3. Menggunakan Treadmill

Treadmill umumnya menampilkan speed dalam km/jam, bukan pace. Untuk memahaminya dalam format pace, kamu perlu mengonversi speed menjadi waktu tempuh per kilometer.

Contohnya, speed 10 km/jam setara dengan sekitar 6:00/km. Namun, pengalaman berlari di treadmill tidak selalu sama dengan berlari di luar ruangan karena kondisi lingkungan, permukaan, dan faktor lainnya berbeda.

4. Menghitung Pace secara Manual

Kamu juga dapat menghitung pace tanpa smartwatch atau aplikasi. Catat jarak dan waktu yang dibutuhkan, kemudian gunakan rumus:

Pace = total waktu ÷ total jarak

Misalnya, kamu berlari 3 km dalam 21 menit. Berarti:

21 ÷ 3 = 7 menit/km

Jadi, pace rata-rata lari tersebut adalah 7:00/km.

Baca juga: Cara Menentukan Easy Run Pace Sesuai Level Lari Kamu

Berapa Pace Lari yang Ideal?

Tidak ada satu pace ideal untuk semua pelari karena kemampuan dan tujuan latihan berbeda. Berikut kisaran pace berdasarkan jenis latihan yang tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing:

Jenis Lari

Kisaran Pace

Fokus Utama

Pemula

7:00–9:00 menit/km

Membangun kebiasaan, kontrol napas, dan kemampuan menyelesaikan sesi

Easy run

6:30–8:00 menit/km

Menjaga intensitas ringan serta membangun daya tahan

Tempo run

5:00–6:30 menit/km

Melatih kemampuan mempertahankan intensitas lari yang lebih tinggi

Pace yang sama dapat terasa berbeda bagi setiap pelari karena kemampuan dan kondisi tubuh tidak selalu sama. Karena itu, gunakan angka pace sebagai panduan dengan tetap mempertimbangkan tujuan latihan dan tingkat usaha yang kamu rasakan.

Baca juga: 6 Cara Menghitung Pace Lari Manual & Aplikasi yang Efektif

Cara Menentukan Pace Sesuai Tujuan Lari

Pace sebaiknya ditentukan berdasarkan tujuan latihan. Dengan menyesuaikan pace terhadap target yang ingin dicapai, kamu dapat mengatur intensitas latihan dengan lebih terarah:

  1. Untuk meningkatkan endurance, gunakan pace yang memungkinkan kamu mempertahankan durasi atau jarak latihan secara terkendali. Fokusnya bukan sekadar berlari secepat mungkin.
  2. Untuk meningkatkan kecepatan, kamu dapat menggunakan sesi latihan yang memang dirancang untuk melatih speed, seperti interval atau latihan intensitas tertentu.
  3. Untuk latihan 5K dan 10K, gunakan data latihan sebelumnya sebagai salah satu referensi. Pertimbangkan juga jarak, kondisi rute, cuaca, dan kemampuan mempertahankan pace.
  4. Untuk menjaga intensitas latihan, jangan hanya terpaku pada angka pace. Perhatikan juga kondisi tubuh, rasa lelah, napas, dan karakteristik medan.

Baca juga: Cara Mengatur Napas Saat Lari Seperti Pelari Profesional

Tips Mengatur Pace agar Lari Lebih Konsisten

Agar pace tetap konsisten, kamu tidak harus mempertahankan angka yang sama sepanjang sesi. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu mengatur pace agar lebih terkontrol saat berlari:

  1. Mulai dengan pace yang terkendali agar tubuh memiliki waktu beradaptasi sebelum meningkatkan kecepatan lari.
  2. Jangan terlalu cepat di awal karena start agresif dapat menyulitkan kamu mempertahankan pace hingga akhir.
  3. Gunakan pace sebagai panduan latihan karena angka dapat berubah mengikuti kondisi tubuh, cuaca, angin, dan medan.
  4. Evaluasi pace berdasarkan kondisi lari agar perubahan performa lebih mudah dipahami melalui perbandingan sesi yang serupa.

Banner promosi SVRG Clearance Sale menampilkan berbagai produk olahraga seperti treadmill, raket padel, bola, kaus, dan aksesoris fitness.

Kenali Pace Lari untuk Latihan yang Lebih Terarah

Pace lari membantu kamu memahami berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh setiap kilometer sekaligus membaca intensitas latihan dengan lebih terarah. Cara menghitungnya pun sederhana, yaitu membagi waktu tempuh dengan jarak.

Setelah memahami konsepnya, gunakan pace sebagai panduan saat berlari, bukan sekadar angka untuk dibandingkan dengan pelari lain. Konsistensi latihan tetap lebih penting daripada memaksakan pace tertentu ketika kondisi tubuh atau lingkungan sedang berbeda.

Rutinitas lari juga akan lebih nyaman jika didukung perlengkapan olahraga yang sesuai dengan kebutuhan latihanmu. Kamu dapat mengeksplorasi berbagai perlengkapan lari terbaik dari SVRG untuk melengkapi rutinitas latihan secara lebih nyaman.

[[svrg_faq]]
title: FAQ tentang Pace Lari
- q; Apa arti pace dalam lari?
a: Pace menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu, biasanya dalam menit per kilometer. Semakin kecil angka pace, semakin cepat laju lari.
- q; Bagaimana cara menghitung pace lari?
a: Gunakan rumus waktu tempuh dibagi jarak. Misalnya, 30 menit untuk 5 km menghasilkan pace 6:00/km.
- q: Pace 6 artinya berapa?
a: Pace 6 berarti sekitar 6 menit untuk menempuh setiap 1 kilometer. Jika pace tersebut dipertahankan rata-rata, 5 km membutuhkan sekitar 30 menit.
- q: Apakah pace semakin kecil semakin cepat?
a: Ya. Dalam satuan menit per kilometer, pace 5:00/km lebih cepat daripada pace 6:00/km karena waktu yang dibutuhkan untuk menempuh 1 km lebih sedikit.
- q: Berapa pace lari yang bagus untuk pemula?
a: Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua pemula. Pace sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan, kondisi tubuh, tujuan latihan, dan kemampuan mempertahankan lari dengan nyaman.
[[/svrg_faq]]

Kenapa Pilih SVRG?

Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

Garansi ResmiPerlindungan produk sesuai ketentuan SVRG.
Kualitas TerujiEquipment untuk kebutuhan latihan dari rumah hingga komersial.
Support & KonsultasiTim SVRG membantu sebelum dan sesudah pembelian.
Pengiriman IndonesiaPengiriman produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Apakah artikel ini membantu? Feedback kamu membantu kami meningkatkan kualitas konten SVRG.