TRX jadi salah satu alat latihan yang populer karena simpel, fleksibel, dan bisa dipakai di gym maupun home workout. Salah satu gerakan TRX yang efektif untuk melatih punggung atas dan bahu belakang adalah TRX Reverse Fly.
Gerakan ini membantu mengaktifkan otot-otot yang pasif ketika kamu terlalu banyak duduk, sehingga bahu cenderung maju ke depan dan postur terlihat membungkuk. Karena itu, TRX Reverse Fly bagus untuk memperkuat otot postur supaya bahu lebih stabil dan punggung atas lebih kuat.
Melalui artikel ini, kamu akan belajar teknik yang benar, manfaat utamanya, serta tips latihan supaya hasilnya maksimal dan tetap aman.
Apa Itu TRX Reverse Fly?
TRX Reverse Fly adalah latihan yang menargetkan punggung atas dan bahu belakang dengan gerakan membuka kedua tangan ke samping seperti membentuk huruf T. Latihan ini menggunakan suspension trainer (TRX) yang menjadikan berat badan sebagai beban latihan.
TRX Reverse Fly cocok untuk pemula sampai atlet karena tingkat kesulitannya mudah diatur. Kalau kamu pemula, kamu bisa berdiri lebih tegak supaya bebannya lebih ringan. Tapi kalau kamu sudah kuat, kamu tinggal memiringkan tubuh lebih jauh untuk menambah beban.
Langkah Ini membuat latihan jadi lebih fleksibel untuk berbagai level. Gak cuman itu, latihan ini juga bagus untuk memperkuat area punggung atas yang sering lemah karena kebanyakan duduk atau terlalu banyak latihan dorong.
Bagian Otot Apa Saja yang Dilatih Saat TRX Reverse Fly?

1. Deltoid Posterior (Bahu Belakang)
Deltoid posterior atau bahu belakang adalah otot utama yang paling bekerja saat kamu melakukan TRX reverse fly. Gerakan ini meniru membuka lengan ke samping-belakang, jadi bahu belakang bertugas menarik lengan keluar dan menjaga arah gerakan tetap terkontrol.
Hasilnya, reverse fly bagus untuk membantu bahu terlihat lebih seimbang, terutama kalau latihan kamu selama ini lebih banyak gerakan dorong yang cenderung membuat bahu depan lebih dominan.
Supaya bahu belakang benar-benar kena, kamu perlu fokus pada teknik. Mulai dengan bahu turun, dada terbuka, dan gerakan dikontrol tanpa mengayun, jangan lupa atur kemiringan tubuh.
Semakin miring (lebih horizontal), semakin berat latihannya. Kalau kamu lakukan konsisten dengan repetisi yang rapi, deltoid posterior akan lebih kuat, postur bahu lebih bagus, dan punggung atas terasa lebih stabil saat latihan lain.
Baca Juga: Apa itu Tuck Jump? Ini Manfaat, Teknik Dasar, dan Variasi
2. Rhomboids
Rhomboids adalah otot yang berada di antara tulang belikat, dan perannya penting untuk menarik tulang belikat ke arah tengah. Saat kamu melakukan TRX reverse fly, rhomboids bekerja untuk menjaga scapula tetap terkontrol sehingga gerakan tidak lari ke bahu depan atau leher.
Kalau rhomboids kamu kuat, biasanya lebih mudah menjaga bahu tidak membulat ke depan, terutama saat banyak aktivitas duduk atau latihan push seperti bench/shoulder press. TRX reverse fly jadi latihan yang bagus untuk melatih rhomboids.
Karena kamu belajar mengontrol tarikan dengan punggung atas, bukan sekadar mengayunkan tangan. Kuncinya adalah gerakkan secara pelan, fokus “jepit” tulang belikat, dan jangan mengangkat bahu ke telinga.
3. Trapezius Bagian Tengah dan Atas
Saat kamu menarik tangan ke samping-belakang, otot trapezius membantu menggerakkan dan mengontrol tulang belikat (scapula) agar tetap stabil, sehingga gerakan terasa “rapi” dan tidak asal ditarik pakai lengan saja.
Ini latihan yang bagus kalau kamu ingin punggung atas lebih kuat dan bahu terlihat lebih seimbang. Peran trapezius di sini sangat penting untuk menjaga stabilitas bahu.
Trapezius yang aktif membantu bahu tidak “jatuh” ke depan, mengurangi kebiasaan bahu membulat, dan membuat gerakan lain seperti row, pull-up, sampai shoulder press terasa lebih stabil.
Baca Juga: 6 Alat Push Up untuk Latihan Dada dan Lengan Maksimal
4. Otot Core
Otot core berperan besar saat kamu melakukan TRX reverse fly, karena posisi tubuh yang condong membuat badan kamu ditarik oleh beban tubuh sendiri. Core bekerja untuk menjaga tubuh tetap lurus dari kepala sampai tumit, supaya gerakan tidak berubah jadi ayunan atau punggung melengkung.
Tanpa core yang aktif, kamu akan lebih mudah goyah, pinggul turun, atau bahu kehilangan posisi saat menarik. Semakin condong posisi tubuh kamu, semakin besar juga tuntutan stabilitasnya.
Karena itu, TRX reverse fly bukan cuma melatih punggung atas, tapi juga melatih core secara tidak langsung lewat kontrol postur. Kuncinya: kencangkan perut, jaga pinggul tetap sejajar, dan lakukan gerakan pelan supaya tubuh kamu tetap stabil sepanjang repetisi.
Cara Melakukan TRX Reverse Fly yang Benar (Step-by-Step)
1. Atur Panjang Strap TRX
Untuk melakukan TRX Reverse Fly dengan benar, langkah pertama adalah mengatur panjang strap TRX. Umumnya, posisi yang paling aman dan mudah untuk pemula adalah mid-length, karena memberi kontrol yang lebih baik dan tidak terlalu berat.
Pastikan anchor TRX terpasang kuat, strap tidak terpelintir, dan area latihan kamu aman dari benda yang mengganggu. Setelah itu, pegang handle dengan kedua tangan dan berdiri menghadap ke titik anchor.
Luruskan lengan ke depan setinggi dada, lalu condongkan badan sedikit ke belakang sampai strap terasa tegang. Posisi awal ini penting karena menentukan seberapa berat latihannya. Semakin miring badan kamu, semakin berat bebannya.
Baca Juga: Cara Melakukan Straight Leg Raise untuk Otot Perut
2. Posisi Awal Tubuh
Untuk memulai TRX reverse fly dengan benar, kamu perlu memastikan posisi awal tubuh sudah rapi dulu. Berdirilah menghadap anchor TRX, pegang handle dengan kedua tangan, lalu atur kaki senyaman mungkin.
Setelah itu, condongkan tubuh ke belakang sampai tali TRX menegang dan badan kamu terasa “terkunci” dalam posisi stabil. Dari posisi ini, meluruskan lengan ke depan setinggi dada dengan siku sedikit lembut.
Jaga tubuh tetap lurus dari kepala sampai tumit, core aktif, dan bahu tidak naik ke telinga. Tujuan posisi awal ini adalah membuat kamu siap menarik dengan punggung atas, bukan mengandalkan momentum atau mengangkat bahu saat gerakan dimulai.
3. Gerakan Membuka Lengan
Inti gerakan TRX Reverse Fly adalah membuka lengan, bukan menarik pakai tangan. Saat kamu mulai menarik, buka kedua lengan ke samping seperti membentuk huruf T sambil menjaga tubuh tetap lurus dan core aktif.
Gerak kan tubuh dengan kontrol, hindari mengangkat bahu ke telinga atau membungkukkan punggung. Karena itu biasanya tanda beban terlalu berat atau sudut terlalu sulit. Fokus utama kamu adalah menarik bahu ke belakang, lalu tahan sebentar di posisi atas sebelum kembali pelan ke posisi awal.
Jika kamu merasa yang kerja justru leher atau bahu depan, kecilkan sudut tubuh (lebih tegak) dan kurangi range gerak sampai kamu bisa merasakan punggung atas dan bahu belakang bekerja dengan jelas.
Baca Juga: Panduan Cara Melakukan Jumping Jack dengan Teknik Benar
4. Fase Kembali
Pada fase kembali TRX reverse fly, tugas kamu adalah mengembalikan tubuh ke posisi awal dengan perlahan, bukan jatuh atau langsung rileks.
Setelah kedua tangan terbuka lebar di posisi puncak, mulai tarik napas, lalu biarkan tangan bergerak kembali ke depan sambil tubuh kamu mundur sedikit mengikuti sudut TRX. Pastikan bahu tetap turun dan dada tetap terbuka supaya posisi tetap stabil.
Kunci utamanya adalah kontrol gerakan. Jangan biarkan tali menarik kamu terlalu cepat, karena itu biasanya bikin bahu naik dan punggung atas kehilangan kerja. Turunkan dengan tempo yang rapi sampai tangan kembali sejajar di depan dada, lalu jeda sebentar sebelum repetisi berikutnya.
Manfaat TRX Reverse Fly untuk Latihan
1. Memperkuat Bahu Belakang
TRX reverse fly membantu mengaktifkan bahu belakang yang sering “ketinggalan” dibanding otot depan bahu. Hasilnya, bahu kamu lebih seimbang, gerakan dorong jadi lebih stabil, dan risiko bahu terasa tidak nyaman karena dominan otot depan bisa berkurang.
Baca Juga: Panduan Cara Melakukan Gerakan Squat Thrust untuk Pemula
2. Meningkatkan Postur Tubuh
Gerakan ini melatih otot-otot punggung atas untuk menarik bahu kembali ke posisi yang lebih rapi. Kalau kamu sering duduk lama atau kerja di depan laptop, reverse fly bisa membantu mengurangi efek bahu membungkuk dan membuat postur terlihat lebih tegap.
3. Menguatkan Punggung Atas
TRX reverse fly menargetkan area punggung atas yang penting untuk kontrol tulang belikat dan stabilitas bahu. Punggung atas yang kuat bikin kamu lebih “kokoh” saat latihan lain seperti row, pull-up, atau overhead press, dan membantu gerakan jadi lebih terarah.
Baca Juga: Chin Up vs Pull Up: Mana yang Lebih Efektif untuk Latihanmu?
4. Melatih Stabilitas Core
Karena tubuh kamu harus tetap stabil saat menarik TRX, core ikut bekerja untuk menjaga posisi badan tidak goyang atau melengkung. Ini bagus untuk melatih kontrol tubuh, memperkuat area perut–pinggang, dan bikin gerakan kamu lebih rapi saat latihan sehari-hari.

Mau Punggung Tegap dan Bahu Lebih Stabil? Mulai Latihan dengan TRX Sekarang!
TRX Reverse Fly adalah latihan yang efektif untuk melatih punggung atas dan bahu belakang, dua area yang sering lemah karena kebanyakan orang terlalu banyak duduk atau lebih sering melatih otot depan.
Latihan ini membantu menarik bahu kembali ke posisi yang lebih baik. Jadi postur kamu terlihat lebih tegap dan bahu terasa lebih stabil saat latihan lain seperti push-up, bench press, atau overhead press.
Supaya manfaatnya benar-benar terasa, kuncinya ada di teknik yang benar dan latihan rutin. Gunakan kontrol penuh, jangan mengayun, dan fokuskan tarikan dari punggung atas, bukan dari pinggang.
Mulai dari sudut yang lebih mudah dulu, lalu tingkatkan tantangannya bertahap. Kalau kamu konsisten, kamu akan merasakan bahu lebih kuat, gerakan lebih nyaman, dan postur lebih baik dalam aktivitas harian.