Functional Training: Jenis Latihan dan Cara Melakukannya

By: The Republic of Svarga — min read
Daftar Isi

Functional training adalah metode latihan untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh melalui gerakan yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Latihannya mencakup pola gerakan seperti jongkok, mendorong, melangkah, dan membawa beban.

Gerakan tersebut membantu tubuh melakukan aktivitas seperti mengangkat barang, menaiki tangga, atau membawa belanjaan dengan lebih terkontrol. Dengan latihan yang tepat, kamu dapat mengembangkan kemampuan gerak sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.

Namun, hasil latihan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya gerakan yang kamu lakukan. Pemilihan latihan, teknik, beban, dan progres yang sesuai juga berperan penting. Yuk, kenali manfaat, jenis latihan, dan contoh program latihannya yang bisa kamu coba sebagai pemula.

[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Functional training| meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh melalui gerakan yang mendukung aktivitas sehari-hari.
- Jenis latihan functional| meliputi squat, lunge, push, pull, dan gerakan membawa beban.
- Latihan functional| dapat dilakukan menggunakan berat badan, dumbbell, kettlebell, resistance band, atau medicine ball.
- Program latihan functional| perlu disesuaikan dengan kemampuan, tujuan latihan, intensitas, teknik, dan kebutuhan tubuh.
[[/svrg_takeaways]]

Apa Itu Functional Training?

Functional training adalah metode latihan kebugaran yang melatih kemampuan tubuh melakukan gerakan secara efektif dan terkontrol untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Latihannya mencakup pola gerakan seperti menekuk lutut, menggerakkan pinggul, mendorong benda, dan membawa beban.

Latihan ini melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus, seperti squat yang melatih quadriceps dan glutes, sementara otot inti membantu menjaga keseimbangan tubuh. Latihan ini juga dapat dilakukan menggunakan berat badan sendiri atau peralatan sederhana seperti dumbbell dan kettlebell.

Fokus utama latihan functional bukan pada penggunaan alat atau jumlah otot yang bekerja, melainkan tujuan gerakannya. Program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari menunjang aktivitas harian hingga meningkatkan kebugaran dan mendukung performa olahraga tertentu.

Baca juga: Latihan Kebugaran Jasmani: Jenis dan Contoh Gerakannya

Manfaat Functional Training untuk Tubuh

Functional training memberikan berbagai manfaat untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan gerak tubuh. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh melalui latihan yang konsisten dengan teknik yang tepat:

  1. Meningkatkan kekuatan untuk aktivitas sehari-hari: Gerakannya membantu melatih kekuatan tubuh untuk berdiri, melangkah, dan membawa barang.
  2. Melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh: Latihan seperti lunge dan step up membantu mengoordinasikan gerakan kaki, batang tubuh, dan otot penstabil.
  3. Meningkatkan mobilitas dan stabilitas sendi: Gerakan dengan rentang yang sesuai membantu mempertahankan mobilitas sekaligus melatih kontrol tubuh saat sendi bergerak.
  4. Mendukung performa olahraga: Latihan functional membantu mengembangkan kekuatan dan koordinasi yang dibutuhkan dalam aktivitas seperti berlari atau olahraga lapangan.
  5. Melatih beberapa kelompok otot sekaligus: Gerakan compound seperti squat melibatkan berbagai otot dalam satu gerakan sehingga melatih koordinasi ant otot secara bersamaan.

Baca juga: 10 Manfaat Kebugaran Jasmani untuk Kehidupan Sehari-hari

Jenis Latihan Dasar Functional Training

Functional Training: Jenis Latihan dan Cara Melakukannya

1. Squat untuk Melatih Gerakan Duduk dan Berdiri

Berdiri dengan kaki selebar bahu, dorong pinggul ke belakang, lalu tekuk lutut secara terkontrol. Dorong telapak kaki untuk kembali berdiri.

Squat memperkuat quadriceps, glutes, dan otot penstabil tubuh. Latihan ini membantu kamu duduk, berdiri, dan mengangkat barang dengan lebih mudah.

2. Lunge untuk Melatih Kekuatan dan Keseimbangan Kaki

Berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan, lalu tekuk kedua lutut secara terkontrol. Kembali ke posisi awal dan ulangi dengan kaki lainnya.

Lunge melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Kemampuan ini berguna saat menaiki tangga, berjalan, atau melewati rintangan.

3. Push Up untuk Melatih Kekuatan Tubuh Bagian Atas

Letakkan kedua tangan sedikit lebih lebar dari bahu dan luruskan tubuh. Turunkan dada dengan menekuk siku, lalu dorong tubuh kembali ke posisi awal.

Push up memperkuat otot dada, trisep, bahu, dan otot inti. Kekuatan ini mendukung aktivitas mendorong benda dan menopang tubuh dengan tangan.

4. Plank untuk Melatih Stabilitas Otot Inti

Letakkan siku tepat di bawah bahu, luruskan kaki ke belakang, lalu aktifkan otot inti. Pertahankan tubuh tetap lurus tanpa membiarkan pinggul turun atau terangkat berlebihan.

Plank melatih otot inti untuk menjaga stabilitas dan postur tubuh. Kemampuan ini membantu kamu berdiri, berjalan, dan bergerak dengan lebih terkontrol.

5. Kettlebell Swing untuk Melatih Kekuatan dan Daya Ledak

Berdiri dengan kaki sedikit lebih lebar dari pinggul, lalu dorong pinggul ke belakang untuk memegang kettlebell. Ayunkan beban menggunakan dorongan pinggul dan kendalikan gerakannya saat kembali.

Kettlebell swing melatih glutes, hamstring, dan otot inti. Latihan ini mendukung gerakan mengangkat barang dan aktivitas yang membutuhkan tenaga dari pinggul.

6. Farmer's Walk untuk Melatih Genggaman dan Stabilitas Tubuh

Pegang dumbbell di kedua sisi tubuh, lalu berdiri tegak dengan bahu stabil. Berjalan menggunakan langkah pendek hingga genggaman atau postur mulai sulit dipertahankan.

Farmer's walk melatih kekuatan genggaman, bahu, dan otot inti. Latihan ini membantu kamu membawa belanjaan, tas berat, atau barang lainnya.

7. Step Up untuk Melatih Kekuatan Kaki dan Koordinasi

Berdiri di depan pijakan yang kokoh, lalu letakkan satu kaki di atasnya. Dorong tubuh ke atas, turun secara perlahan, kemudian ganti kaki.

Step up memperkuat quadriceps, glutes, dan otot penstabil tubuh. Latihan ini membantu kamu menaiki tangga dan melangkah ke permukaan yang lebih tinggi.

Baca juga: 10 Cara Olahraga di Rumah agar Tetap Sehat Setiap Hari

Peralatan yang Digunakan dalam Functional Training

Functional training tidak selalu membutuhkan peralatan khusus. Kamu dapat memilih alat sesuai gerakan yang ingin dilatih dan tingkat kemampuan fisik.

Peralatan

Fungsi dan Contoh Latihan

Dumbbell

Menambah beban pada squat, lunge, dan farmer's walk.

Kettlebell

Mendukung goblet squat dan kettlebell swing setelah teknik dikuasai.

Resistance band

Memberikan resistansi untuk latihan kekuatan dan variasi gerakan.

Medicine ball

Mendukung latihan mengangkat, melempar, dan gerakan rotasional yang sesuai kemampuan.

Suspension trainer

Membantu latihan menggunakan berat badan, seperti squat dan row.

Berat badan

Memungkinkan latihan squat, push up, lunge, dan plank tanpa alat tambahan.

Pilih peralatan yang mendukung tujuan latihanmu. Untuk pemula, berat badan sendiri sudah cukup untuk mempelajari pola gerakan dasar sebelum menambahkan beban eksternal.

Lengkapi latihan functional kamu dengan peralatan SVRG yang dirancang untuk mendukung latihan rutin dengan kualitas dan daya tahan yang baik. Pilih alat di bawah ini yang sesuai dengan kebutuhanmu agar latihan terasa lebih nyaman dan konsisten:

Cara Melakukan Functional Training dengan Benar

Memulai latihan functional perlu dilakukan secara bertahap agar latihan tetap aman dan sesuai kemampuan tubuh. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk mendapatkan hasil latihan yang optimal.

  1. Tentukan tujuan dan kemampuan fisik: Pilih tujuan latihan, seperti meningkatkan kekuatan, keseimbangan, atau kemampuan bergerak sehari-hari, sesuai kondisi fisikmu.
  2. Kuasai teknik gerakan dasar: Mulailah dengan gerakan sederhana tanpa beban dan pastikan kamu mampu menjaga postur serta mengontrol setiap gerakan.
  3. Pilih beban dan tingkat kesulitan: Gunakan beban yang memungkinkan kamu menyelesaikan latihan dengan teknik stabil dan kurangi intensitas jika gerakan sulit dikendalikan.
  4. Atur set, repetisi, dan waktu istirahat: Mulailah dengan 1–2 set berisi 8–12 repetisi atau plank selama 15–30 detik, disertai istirahat sekitar 60–90 detik sesuai kebutuhan.
  5. Tingkatkan intensitas secara bertahap: Tambahkan repetisi, set, durasi, atau beban secara perlahan ketika latihan terasa lebih mudah dan teknik gerakan tetap terjaga.

Baca juga: 15 Peralatan Olahraga di Rumah untuk Semua Jenis Latihan

Contoh Program Functional Training untuk Pemula

Berikut contoh program sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah atau gym. Sesuaikan jumlah latihan dengan kemampuan dan kondisi tubuh:

Tahapan

Aktivitas

Panduan Pelaksanaan

Pemanasan sebelum latihan

Jalan di tempat, arm circle, hip hinge tanpa beban, dan squat ringan

Lakukan selama 5–8 menit.

Rangkaian latihan pertama

Squat, push up, dan lunge

Squat dan push up 8–12 repetisi; lunge 6–10 repetisi per sisi.

Rangkaian latihan kedua

Plank, step up, dan farmer's walk

Plank 15–30 detik; step up 8–10 repetisi per kaki; farmer's walk 20–30 detik.

Set dan istirahat

Ulangi rangkaian sesuai kemampuan

Mulai dengan 1–2 set per gerakan dan istirahat sekitar 60–90 detik atau sesuai kebutuhan.

Pendinginan setelah latihan

Jalan santai dan peregangan ringan

Lakukan selama 3–5 menit dengan intensitas ringan.

Kamu bisa memulai program ini 2–3 kali seminggu dengan jeda pemulihan yang cukup. Jika belum mampu melakukan push up standar, gunakan variasi incline push up. Pilih beban ringan untuk farmer's walk dan pastikan pijakan step up stabil sebelum memulai.

Baca juga: Hybrid Training: Cara Latihan untuk Kekuatan dan Stamina

Mulai Functional Training dengan Gerakan dan Peralatan Tepat

Functional training membantu kamu membangun kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kontrol tubuh melalui gerakan yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Dengan memilih latihan yang sesuai dan mempelajari tekniknya secara bertahap, kamu dapat membangun rutinitas kebugaran yang lebih terarah.

Tidak perlu langsung mencoba semua gerakan atau menggunakan beban berat. Mulailah dari latihan dasar, evaluasi kemampuan tubuh, lalu tingkatkan tantangan ketika teknik sudah stabil dan pemulihan terasa cukup.

Untuk menunjang rutinitas tersebut, kamu dapat mengeksplorasi koleksi perlengkapan latihan dari SVRG, termasuk pilihan beban untuk latihan kekuatan. Temukan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhanmu agar sesi latihanmu terasa lebih nyaman dan mudah dijalankan secara konsisten.

[[svrg_faq]]
title: FAQ tentang Functional Training
- q: Apakah functional training cocok untuk pemula?
a: Ya, latihan functional cocok untuk pemula jika gerakan dan intensitasnya disesuaikan dengan kemampuan fisik. Mulailah dengan squat tanpa beban, incline push up, dan plank berdurasi pendek.
- q: Apakah functional training bisa membantu menurunkan berat badan?
a: Bisa, latihan ini membantu meningkatkan pengeluaran energi melalui gerakan yang melibatkan banyak kelompok otot. Namun, hasilnya juga dipengaruhi pola makan, aktivitas harian, dan konsistensi.
- q: Apakah functional training harus menggunakan alat?
a: Tidak, kamu bisa melakukan latihan ini menggunakan berat badan sendiri melalui squat, lunge, push up, dan plank. Dumbbell atau resistance band dapat ditambahkan sesuai kebutuhan latihan.
- q: Apa perbedaan functional training dan weight training?
a: Latihan ini berfokus pada pola gerakan yang mendukung aktivitas sehari-hari atau olahraga. Sementara itu, weight training menggunakan beban untuk meningkatkan kekuatan dan kapasitas otot, sehingga keduanya bisa saling melengkapi.
- q: Apakah functional training bisa dilakukan di rumah?
a: Bisa, banyak gerakan functional dapat dilakukan di rumah tanpa alat khusus. Pastikan ruang latihan cukup luas, permukaan tidak licin, dan gerakan sesuai kemampuanmu.
[[/svrg_faq]]

Kenapa Pilih SVRG?

Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

Garansi ResmiPerlindungan produk sesuai ketentuan SVRG.
Kualitas TerujiEquipment untuk kebutuhan latihan dari rumah hingga komersial.
Support & KonsultasiTim SVRG membantu sebelum dan sesudah pembelian.
Pengiriman IndonesiaPengiriman produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Apakah artikel ini membantu? Feedback kamu membantu kami meningkatkan kualitas konten SVRG.