Banyak orang mengira semakin rendah squat, semakin bagus tekniknya. Padahal, deep squat bukan soal siapa yang bisa turun paling rendah, karena memaksakan depth tanpa kontrol justru dapat mengganggu stabilitas tubuh.
Bayangkan kamu sudah turun melewati posisi sejajar, tetapi tumit terangkat, lutut masuk ke dalam, atau punggung kehilangan posisi. Squat mendalam ini dengan teknik tepat justru dapat melatih kekuatan lower body sekaligus menantang mobilitas pinggul, pergelangan kaki, dan kontrol tubuh.
Masalahnya, latihan ini tidak cukup dilakukan dengan menekuk lutut lebih dalam. Yuk, bedah posisi kaki, teknik gerakan, manfaat, variasi, serta kesalahan yang perlu kamu hindari agar setiap repetisi lebih efektif.
[[svrg_takeaways]]
title:Poin Penting Artikel:
- Deep squat melatih kekuatan lower body| sekaligus meningkatkan mobilitas pinggul dan pergelangan kaki tubuh
- Teknik yang benar membutuhkan| posisi kaki stabil, lutut terarah, punggung netral, serta kontrol gerakan
- Variasi latihan squat meliputi| bodyweight, goblet, barbell, sumo, dan overhead sesuai kemampuan latihan
- Kesalahan squat mendalam meliputi| punggung membungkuk, tumit terangkat, lutut masuk dalam, dan beban berlebihan
[[/svrg_takeaways]]
Apa Itu Deep Squat?
Deep squat adalah variasi squat dengan posisi pinggul turun melewati level lutut. Artinya, posisi paha berada lebih rendah dibanding squat biasa yang umumnya berhenti ketika paha sejajar dengan lantai.
Perbedaan utamanya terletak pada kedalaman gerakan. Latihan squat mendalam membutuhkan rentang gerak lebih besar pada lutut, pinggul, dan pergelangan kaki sehingga kontrol tubuh menjadi semakin penting.
Gerakan ini melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus, terutama quadriceps, glutes, hamstring, adductors, dan core. Karena itu, squat ini dapat menjadi bagian dari latihan lower body maupun strength training.
Latihan ini juga tidak harus dilakukan setiap saat. Kamu bisa menggunakannya ketika ingin melatih rentang gerak lebih dalam, meningkatkan kontrol squat, atau menambah variasi dalam program latihan. Jika mobilitas belum cukup, tidak perlu memaksakan kedalaman hanya demi terlihat keren.
Baca juga: Apa Itu Squat? Manfaat, Teknik Dasar, dan Variasi Latihan
Manfaat Deep Squat untuk Kebugaran
Deep squat dapat memberikan beberapa manfaat untuk kekuatan, mobilitas, stabilitas, dan performa latihan lower body. Berikut poin pentingnya:
- Meningkatkan kekuatan tubuh bagian bawah melalui aktivasi otot quadriceps dan glutes saat kembali berdiri
- Mengoptimalkan aktivasi otot bokong melalui rentang gerak pinggul yang lebih dalam saat melakukan squat
- Meningkatkan mobilitas pinggul dan pergelangan kaki melalui gerakan squat dengan rentang gerak lebih luas
- Membantu meningkatkan stabilitas dan keseimbangan tubuh selama mempertahankan posisi squat yang lebih rendah
- Mendukung performa latihan kekuatan dengan melatih kemampuan menghasilkan tenaga dari posisi squat yang lebih rendah
Baca juga: Ini Cara Latihan Kardio Tanpa Alat, Wajib Coba di Rumah!
Cara Melakukan Deep Squat dengan Benar
1. Atur Posisi Kaki dan Postur Tubuh
Berdiri dengan kaki selebar bahu atau sedikit lebih lebar sesuai kenyamanan kamu. Arahkan ujung kaki sedikit keluar, buka dada, dan aktifkan core sebelum mulai bergerak.
Pastikan telapak kaki tetap menapak kuat di lantai selama gerakan. Posisi awal yang stabil membantu kamu menjaga keseimbangan ketika turun ke posisi squat.
2. Turunkan Pinggul hingga Melewati Posisi Sejajar
Tekuk lutut dan pinggul secara bersamaan sambil menurunkan tubuh dengan gerakan terkontrol. Turunkan pinggul hingga berada di bawah level lutut selama kamu masih mampu mempertahankan teknik.
Jangan memaksakan kedalaman jika posisi tubuh mulai kehilangan kontrol. Fokus pada gerakan yang stabil daripada sekadar mengejar posisi squat paling rendah.
3. Jaga Lutut Tetap Mengarah ke Ujung Kaki
Saat tubuh turun dan kembali berdiri, arahkan lutut mengikuti arah ujung kaki. Posisi ini membantu menjaga kontrol gerakan dan kestabilan tubuh selama squat.
Hindari lutut jatuh terlalu jauh ke dalam ketika melakukan gerakan. Jika hal tersebut terjadi, kurangi beban atau kedalaman sampai kamu mampu mengontrol gerakan dengan lebih baik.
4. Pertahankan Posisi Punggung Tetap Netral
Punggung tidak harus benar-benar tegak karena sedikit kemiringan torso merupakan hal yang normal saat melakukan deep squat. Fokus menjaga tulang belakang tetap terkontrol sepanjang gerakan.
Hindari membulatkan punggung secara berlebihan hanya untuk mencapai posisi lebih dalam. Jika teknik mulai berubah, kurangi kedalaman dan tingkatkan mobilitas secara bertahap.
5. Dorong Tubuh Kembali ke Posisi Berdiri
Dari posisi bawah, dorong lantai menggunakan telapak kaki sambil mengangkat pinggul dan meluruskan lutut secara terkoordinasi. Gunakan tenaga dari lower body untuk kembali ke posisi berdiri tanpa kehilangan keseimbangan.
Pertahankan core tetap aktif selama tubuh bergerak ke atas. Setelah berdiri, pastikan tubuh kembali stabil sebelum memulai repetisi berikutnya.
Baca juga: 5 Alat Squat Terbaik Untuk Mendukung Performa Latihan
Variasi Deep Squat yang Bisa Dicoba
Setelah menguasai teknik dasar, kamu bisa menambah tantangan melalui beberapa variasi latihan squat mendalam. Pilih variasi latihan dibawah ini yang sesuai kemampuan, tujuan latihan, dan tingkat kontrol tubuh kamu:
- Bodyweight Deep Squat: Cocok untuk pemula dalam membangun pola gerakan, keseimbangan, dan kontrol squat tanpa tambahan beban.
- Goblet Deep Squat: Menggunakan dumbbell atau kettlebell di depan dada untuk menambah beban sekaligus membantu menjaga posisi torso.
- Barbell Deep Squat: Menggunakan barbell untuk meningkatkan beban secara bertahap setelah teknik bodyweight sudah stabil.
- Sumo Deep Squat: Menggunakan posisi kaki lebih lebar untuk memberikan stimulus tambahan pada glutes dan otot adductors.
- Overhead Deep Squat: Menempatkan beban di atas kepala sehingga membutuhkan mobilitas, stabilitas, dan kontrol tubuh yang lebih tinggi.
Baca juga: Macam-macam Squat untuk Membentuk Kaki dan Bokong Lebih Kencang
Kombinasi Deep Squat dengan Latihan Lower Body
Deep squat dapat menjadi latihan utama dalam sesi lower body, lalu dilengkapi gerakan lain untuk melatih kelompok otot dan pola gerak yang berbeda. Berikut contoh susunan latihan yang bisa kamu sesuaikan dengan kemampuan dan tujuan latihan.
|
Latihan |
Fokus Otot |
Set |
Repetisi |
Posisi dalam Sesi |
|
Deep Squat |
Quadriceps, glutes, hamstring |
3–4 |
8–12 |
Latihan utama |
|
Hamstring, glutes |
3 |
8–12 |
Latihan lanjutan |
|
|
Walking Lunge |
Quadriceps, glutes, hamstring |
3 |
10–12/kaki |
Latihan unilateral |
|
Glutes |
3 |
10–15 |
Latihan pelengkap |
|
|
Betis |
3 |
12–15 |
Latihan penutup |
Gunakan beban yang masih memungkinkan kamu mempertahankan teknik dengan baik. Jika postur mulai berantakan sebelum target repetisi tercapai, kurangi beban atau repetisinya.
Baca juga: Ingin Mulai Workout di Rumah? Ini Panduan Lengkapnya!
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Deep Squat
Kesalahan kecil saat melakukan latihan ini dapat memengaruhi stabilitas dan kualitas setiap repetisi. Kenali beberapa kesalahan berikut agar kamu bisa memperbaiki teknik sebelum meningkatkan kedalaman atau beban.
- Punggung Membungkuk di Posisi Bawah: Hindari membulatkan punggung secara berlebihan dan kurangi kedalaman jika kontrol tubuh mulai hilang.
- Tumit Terangkat dari Lantai: Jaga telapak kaki tetap menapak dan sesuaikan posisi kaki jika mobilitas pergelangan kaki terbatas.
- Lutut Masuk ke Dalam: Arahkan lutut mengikuti ujung kaki untuk menjaga stabilitas dan kontrol selama melakukan squat.
- Memaksakan Kedalaman Squat: Gunakan kedalaman yang masih dapat kamu kontrol tanpa mengorbankan posisi dan kualitas gerakan.
- Menggunakan Beban Terlalu Berat: Kuasai bodyweight deep squat terlebih dahulu sebelum meningkatkan beban secara bertahap.
Siap Tingkatkan Kekuatan Lower Body dengan Deep Squat yang Lebih Terkontrol?
Deep squat dapat menjadi latihan lower body yang efektif untuk meningkatkan kekuatan, mobilitas, stabilitas, dan kontrol gerakan. Kuncinya bukan mengejar posisi paling rendah, melainkan mempertahankan teknik yang tepat sesuai kemampuan tubuh kamu.
Menguasai squat ini membutuhkan latihan bertahap dan konsistensi agar setiap repetisi tetap stabil. Setelah teknik dasar dikuasai, penggunaan beban dan perlengkapan yang sesuai dapat membantu kamu meningkatkan tantangan latihan dengan lebih nyaman.
Untuk mendukung progres latihan, kamu bisa melengkapi sesi strength training dengan perlengkapan calisthenic terbaik dari SVRGi dumbbell, kettlebell, dan resistance band.. Temukan perlengkapan yang sesuai kebutuhan kamu dan mulai tingkatkan kualitas latihan lower body secara bertahap.
[[svrg_faq]]
title: FAQ Seputar Deep Squat
- q: Apa Manfaat Melakukan Deep Squat?
a: Deep squat dapat membantu meningkatkan kekuatan lower body, melatih glutes, serta mendukung mobilitas dan kontrol gerakan. Hasilnya tetap bergantung pada teknik dan kemampuan masing-masing.
- q: ;Berapa Lama Sebaiknya Menahan Posisi Deep Squat?
a: Latihan ini umumnya dilakukan secara dinamis sehingga tidak perlu ditahan lama. Untuk latihan mobilitas, kamu dapat menahan posisi bawah selama beberapa detik dengan tetap nyaman dan terkontrol.
- q: Mengapa Deep Squat Terasa Lebih Sulit Dilakukan?
a: Squat mendalam membutuhkan mobilitas pinggul dan pergelangan kaki serta kontrol tubuh yang lebih besar. Keterbatasan mobilitas dapat membuat posisi bawah terasa sulit.
- q: Apakah Deep Squat Lebih Baik Dibandingkan Squat Biasa?
a: Tidak ada satu kedalaman squat yang paling baik untuk semua orang. Latihan ini dapat memberikan rentang gerak lebih besar jika kamu mampu mempertahankan teknik dengan baik.
- q: Apakah Deep Squat Aman untuk Lutut?
a: Squat ini dapat menjadi bagian dari latihan yang aman jika dilakukan bertahap dengan teknik dan beban sesuai kemampuan. Jika muncul nyeri, jangan memaksakan gerakan dan pertimbangkan evaluasi dari profesional yang kompeten.
[[/svrg_faq]]

