10 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa Sepak Bola Dunia

By: The Republic of Svarga — min read
Daftar Isi

Gelandang terbaik sepanjang masa tidak selalu menjadi pemain dengan gol atau assist terbanyak. Justru, beberapa legenda lini tengah dikenang karena kemampuannya mengontrol tempo, menciptakan peluang, membawa bola, hingga mengubah cara sebuah tim memainkan pertandingan.

Menentukan siapa yang pantas masuk daftar ini juga tidak sederhana. Xavi dikenal lewat kontrol permainan, Pirlo dengan distribusi dari lini dalam, Matthäus sebagai gelandang box-to-box, sedangkan Zidane dan Platini memiliki pengaruh besar di area menyerang.

Karena setiap era memiliki sistem dan karakter permainan yang berbeda, penilaian perlu melihat kombinasi kemampuan teknis, pengaruh taktis, prestasi dan performa konsisten, serta warisan yang ditinggalkan. Yuk, lihat 10 nama yang punya pengaruh luar biasa dalam sejarah lini tengah sepak bola.

[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting
- Gelandang terbaik| dinilai dari kemampuan teknis, pengaruh taktis, konsistensi, prestasi, dan performa di pertandingan besar.
- Xavi dan Iniesta| menjadi penggerak utama keberhasilan Barcelona dan Spanyol melalui kontrol permainan serta kreativitas.
- Modrić dan Kroos |mengoleksi enam gelar European Cup, menunjukkan konsistensi mereka di level tertinggi sepak bola.
- Platini dan Cruyff| masing-masing memenangkan tiga Ballon d'Or, menegaskan pengaruh mereka dalam sejarah sepak bola.
[[/svrg_takeaways]]

Apa yang Membuat Seorang Gelandang Layak Disebut Terbaik Sepanjang Masa?

Gelandang memiliki fungsi yang sangat beragam sehingga tidak tepat menilai semuanya menggunakan ukuran yang sama. Seorang playmaker dituntut mampu menciptakan peluang dan mengatur tempo, sedangkan gelandang box-to-box harus mampu berkontribusi dari area pertahanan hingga serangan.

Beberapa aspek yang bisa digunakan untuk melihat kebesaran seorang gelandang adalah kemampuan mengontrol permainan, visi, passing, kreativitas, ball progression, kontribusi defensif, konsistensi, serta performa dalam pertandingan besar.

Prestasi juga menjadi pertimbangan penting, terutama ketika pemain mampu memberikan kontribusi di level klub dan internasional. Namun, jumlah trofi tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran karena peran, sistem permainan, kualitas tim, dan era setiap pemain berbeda.

Baca juga: 10 Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Sepak Bola Dunia

10 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa

10 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa Versi Dunia Sepak Bola

1. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane merupakan salah satu gelandang serang paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Kontrol bola, kreativitas, kemampuan melewati lawan, dan penguasaan tempo membuatnya menjadi pusat permainan Juventus, Real Madrid, dan Prancis.

Zidane memenangkan Ballon d'Or pada 1998 setelah membantu Prancis menjuarai Piala Dunia. Ia kemudian memenangkan Euro 2000 dan mencetak gol spektakuler saat Real Madrid mengalahkan Bayer Leverkusen di final Liga Champions 2002.

Kemampuan Zidane tampil dalam pertandingan besar menjadi salah satu kekuatannya. Ia mampu mengubah jalannya pertandingan melalui teknik, kreativitas, dan kualitas individual.

2. Xavi Hernández

Jika ada gelandang yang identik dengan kontrol tempo, nama Xavi Hernández sulit dilewatkan. Ia menjadi pusat sirkulasi bola Barcelona dan bagian penting dari trio lini tengah bersama Andrés Iniesta dan Sergio Busquets.

Selama di Barcelona, Xavi memenangkan empat Liga Champions dan delapan La Liga. Bersama Spanyol, ia menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

Keunggulan Xavi bukan sekadar jumlah umpan yang diberikan. Ia mampu menemukan ruang, mengatur tempo, dan menjaga tim tetap mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola.

3. Andrés Iniesta

Andrés Iniesta memiliki karakter berbeda dari Xavi meskipun keduanya menjadi pasangan penting di Barcelona dan Spanyol. Ia lebih menonjol dalam membawa bola, melewati tekanan, dan bermain efektif di ruang sempit.

Iniesta memenangkan empat Liga Champions dan sembilan La Liga bersama Barcelona. Bersama Spanyol, ia menjuarai Euro 2008, Euro 2012, dan Piala Dunia 2010, termasuk mencetak gol kemenangan di final.

Kontrol bola dan ketenangannya membuat Iniesta mampu menghadapi tekanan di area sempit. Kemampuan menciptakan solusi dalam situasi sulit menjadikannya salah satu gelandang paling berpengaruh di generasinya.

4. Lothar Matthäus

Lothar Matthäus merupakan contoh gelandang yang menggabungkan kreativitas dengan kontribusi bertahan. Ia mampu menjalankan peran box-to-box dengan pengaruh besar di berbagai area permainan.

Matthäus menjadi kapten Jerman Barat saat menjuarai Piala Dunia 1990 dan memenangkan Ballon d'Or pada tahun yang sama. Prestasi tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik pada eranya.

Kekuatan fisik, stamina, passing, dan kemampuan membawa bola menjadi bagian penting dari permainannya. Profil tersebut membuat Matthäus berbeda dari playmaker klasik seperti Xavi atau Pirlo.

5. Luka Modrić

Luka Modrić merupakan gelandang modern yang menggabungkan teknik, kreativitas, mobilitas, dan kontrol tempo. Ia mampu bermain dari area dalam sekaligus membawa bola menuju area menyerang.

Bersama Real Madrid, Modrić memenangkan enam gelar Liga Champions dan menjadi bagian dari periode tersukses klub. Ia juga memenangkan Ballon d'Or 2018 setelah membawa Kroasia ke final Piala Dunia dan meraih Golden Ball.

Modrić menunjukkan bahwa gelandang tidak harus memiliki banyak gol untuk menjadi pemain menentukan. Kemampuannya keluar dari tekanan dan mengatur aliran permainan menjadi kekuatan utamanya.

Baca juga: 7 Klub Bola Terbaik di Dunia Sepanjang Masa dan Prestasinya

6. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo merupakan salah satu contoh terbaik deep-lying playmaker atau regista. Ia mengatur permainan dari area yang lebih dalam dibandingkan gelandang serang pada umumnya.

Pirlo memenangkan dua Liga Champions bersama AC Milan dan menjadi bagian penting Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. UEFA juga menempatkannya sebagai salah satu deep-lying playmaker terbaik pada generasinya.

Ketenangan, passing jarak jauh, visi bermain, dan eksekusi bola mati menjadi kekuatan utamanya. Pirlo mampu mengontrol pertandingan melalui distribusi bola tanpa harus mengandalkan intensitas gerakan tinggi.

7. Michel Platini

Michel Platini merupakan gelandang serang yang menunjukkan betapa produktifnya pemain tengah di depan gawang. Ia menggabungkan kreativitas, visi, kemampuan mencetak gol, dan eksekusi bola mati bersama Juventus serta Prancis.

Platini memenangkan Ballon d'Or tiga kali berturut-turut pada 1983, 1984, dan 1985. Ia juga membawa Prancis menjuarai Euro 1984 dan Juventus memenangkan European Cup 1985.

Pada Euro 1984, Platini menjadi pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol. Produktivitas tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu gelandang serang paling berpengaruh dalam sejarah.

8. Toni Kroos

Toni Kroos memiliki gaya bermain yang lebih tenang dibandingkan Zidane atau Iniesta, tetapi pengaruhnya melalui passing dan kontrol tempo sangat besar. Ia menjadi salah satu pengatur permainan utama Real Madrid selama bertahun-tahun.

Kroos memenangkan lima Liga Champions bersama Real Madrid dan satu lagi bersama Bayern Munich. Ia juga menjadi bagian dari tim Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014.

Kemampuan membaca ruang dan menentukan arah serangan membuat Kroos sangat penting bagi timnya. Ia juga menjadi bagian dari trio lini tengah ikonik Real Madrid bersama Modrić dan Casemiro.

9. Frank Rijkaard

Frank Rijkaard memiliki kemampuan yang tidak terbatas pada satu posisi. Ia dapat bermain sebagai bek maupun gelandang dan menjadi bagian penting dari generasi besar Belanda serta AC Milan.

Rijkaard memenangkan Euro 1988 bersama Belanda dan dua gelar Liga Champions bersama AC Milan pada 1989 dan 1990. Ia kemudian kembali memenangkan kompetisi tersebut bersama Ajax pada 1995.

Kemampuan bertahan, membaca permainan, distribusi bola, dan fleksibilitas posisi menjadi kekuatan utamanya. Profil tersebut membuat Rijkaard mampu memberikan keseimbangan antara pertahanan dan penguasaan bola.

10. Johan Cruyff

Johan Cruyff membutuhkan sedikit konteks dalam daftar ini karena ia lebih tepat dipahami sebagai pemain menyerang dengan kebebasan bergerak. Ia memiliki pengaruh besar terhadap fungsi lini tengah, tetapi bukan gelandang tengah konvensional seperti Xavi atau Pirlo.

Cruyff memenangkan Ballon d'Or tiga kali pada 1971, 1973, dan 1974. Ia juga menjadi figur utama Belanda yang mencapai final Piala Dunia 1974 serta salah satu simbol konsep Total Football.

Kebebasan bergeraknya memungkinkan Cruyff turun menjemput bola, berpindah posisi, menciptakan ruang, dan menghubungkan lini. Pengaruhnya terhadap e

Baca juga: 10 Pemain dengan Assist Terbanyak Sepanjang Masa di Dunia

Gelandang dengan Prestasi Paling Mengesankan

Jika prestasi menjadi indikator, beberapa nama menonjol lewat penghargaan dan trofi bergengsi. Platini dan Cruyff meraih tiga Ballon d'Or, sedangkan Modrić dan Kroos sama-sama mengoleksi enam gelar Liga Champions.

Di level internasional, Zidane, Matthäus, Xavi, Iniesta, Pirlo, dan Kroos pernah memenangkan Piala Dunia. Xavi dan Iniesta juga meraih dua Euro, sementara Zidane, Platini, dan Rijkaard masing-masing pernah menjadi juara Eropa.

Prestasi tersebut datang dari berbagai tipe gelandang dengan peran dan karakter permainan berbeda. Karena itu, jumlah trofi sebaiknya dinilai bersama kemampuan, peran, konsistensi, dan pengaruh pemain.

Banner promosi SVRG Clearance Sale menampilkan berbagai produk olahraga seperti treadmill, raket padel, bola, kaus, dan aksesoris fitness.

Kenali Gelandang Terbaik dan Tingkatkan Performa Sepak Bola Kamu

Gelandang terbaik sepanjang masa menunjukkan bahwa kualitas pemain tidak hanya ditentukan oleh jumlah trofi. Teknik, visi bermain, konsistensi, kemampuan membaca permainan, dan pengaruh di lapangan turut membentuk seorang gelandang hebat.

Jika ingin mengembangkan kemampuan bermain sepak bola, kamu perlu membangun teknik dan kondisi fisik melalui latihan yang konsisten. Proses tersebut juga akan lebih nyaman ketika didukung perlengkapan latihan yang sesuai dengan kebutuhan dan intensitas aktivitasmu.

Lengkapi kebutuhan latihanmu dengan berbagai koleksi peralatan sepak bola dari SVRG yang dapat mendukung rutinitas olahraga sehari-hari. Temukan pilihan gear yang sesuai dan jadikan setiap sesi latihan sebagai langkah untuk meningkatkan performamu.

[[svrg_faq]]
title: FAQ Seputar Gelandang Terbaik Sepanjang Masa
- q: Siapa gelandang terbaik sepanjang masa?
a: Tidak ada standar resmi untuk menentukannya. Zidane, Xavi, Iniesta, Matthäus, Modrić, Pirlo, dan Platini sering masuk dalam pembahasan.
- q: Siapa playmaker terbaik dalam sejarah sepak bola?
a: Tergantung jenisnya. Xavi unggul dalam mengatur tempo, Pirlo sebagai deep-lying playmaker, sedangkan Zidane dan Platini dikenal karena kreativitas menyerang.
- q: Siapa gelandang dengan Ballon d'Or terbanyak?
a: Michel Platini dan Johan Cruyff sama-sama memenangkan tiga Ballon d'Or. Platini meraihnya pada 1983–1985, sedangkan Cruyff pada 1971, 1973, dan 1974.
- q: Apakah Kevin De Bruyne sudah layak disebut legenda?
a: De Bruyne memiliki rekam jejak luar biasa, termasuk enam gelar Premier League dan tiga penghargaan Premier League Playmaker. Status legenda tetap bergantung pada kriteria penilaian.
- q: Apa perbedaan playmaker, box-to-box, dan gelandang bertahan?
a: Playmaker mengatur serangan dan menciptakan peluang, box-to-box aktif di dua area, sedangkan gelandang bertahan melindungi pertahanan dan membantu membangun serangan.
[[/svrg_faq]]

Kenapa Pilih SVRG?

Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.

Garansi ResmiPerlindungan produk sesuai ketentuan SVRG.
Kualitas TerujiEquipment untuk kebutuhan latihan dari rumah hingga komersial.
Support & KonsultasiTim SVRG membantu sebelum dan sesudah pembelian.
Pengiriman IndonesiaPengiriman produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Apakah artikel ini membantu? Feedback kamu membantu kami meningkatkan kualitas konten SVRG.