Daftar Isi
Banyak orang menganggap berat badan ideal berarti harus mencapai satu angka tertentu di timbangan. Padahal, berat yang sehat tidak selalu ditentukan oleh satu angka karena tinggi badan, massa otot, lemak tubuh, usia, dan jenis kelamin turut memengaruhinya.
Mengetahui cara menghitung berat badan ideal membantu kamu menentukan target yang lebih realistis, bukan sekadar mengejar angka di timbangan. Dengan BMI, misalnya, kamu bisa mengetahui perkiraan rentang berat berdasarkan tinggi badan.
Namun, menghitungnya tidak sesederhana memasukkan angka ke satu rumus. Ada BMI, rumus Broca, hingga faktor kondisi tubuh yang perlu dipahami agar hasilnya tidak salah diartikan. Yuk, hitung berat badan idealmu dan pahami cara membaca hasilnya dengan tepat.
[[svrg_takeaways]]
title: Poin Penting:
- Berat badan ideal| lebih tepat dilihat sebagai rentang sehat berdasarkan tinggi badan, bukan satu angka tertentu.
- BMI membantu memperkirakan rentang berat badan sehat| berdasarkan perbandingan berat dan tinggi badan seseorang.
- Rumus Broca| dapat menjadi alternatif sederhana, tetapi tidak mempertimbangkan komposisi tubuh secara menyeluruh.
- Massa otot, lemak tubuh, usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan| memengaruhi berat badan setiap orang.
[[/svrg_takeaways]]
Mengapa Penting Memiliki Berat Badan Ideal?

Mencapai dan mempertahankan berat badan ideal sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ini juga membantu mencegah berbagai penyakit yang bisa mengganggu kesejahteraan hidup.
Jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, maka Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, masalah pernapasan, hingga beberapa jenis kanker.
Ini sebabnya, menjaga berat badan ideal sangat penting untuk membantu mengurangi risiko penyakit-penyakit ini. Terlebih, saat Anda sudah mencapai berat badan ideal, ini bisa membuat Anda lebih percaya diri dengan tubuh sendiri.
Berat badan ideal antara satu orang dengan orang lainnya dapat bervariasi, tergantung pada faktor-faktor seperti usia, tinggi badan, komposisi tubuh, massa otot, dan kesehatan secara menyeluruh.
Baca juga: Weight Management adalah Kunci Hidup Sehat & Sejahtera
4 Cara Menghitung Berat Badan Ideal yang Efektif
1. Body Mass Index (BMI)
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah cara paling umum untuk menghitung berat badan ideal. BMI menghasilkan satu angka yang dikategorikan oleh CDC sebagai kurang, sehat, kelebihan berat badan, atau obesitas.
Namun, BMI tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur kesehatan. Perhitungan ini tidak menilai komposisi tubuh atau distribusi lemak dan otot, sehingga harus digunakan bersama tes lain.
Lalu, bagaimana cara menghitung BMI untuk mengetahui apakah Anda masuk kategori berat badan ideal?
Rumus BMI:

Cara menghitung BMI cukup sederhana, yaitu berat badan dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Misalnya, berat 50 kg dan tinggi 1,6 m, maka 50 ÷ (1,6 x 1,6) = 19,5, yang termasuk kategori ideal.
BMI tidak mempertimbangkan perbedaan bentuk tubuh setiap orang, termasuk ukuran pinggang, proporsi lemak, dan massa otot. Atlet dengan banyak otot bisa memiliki BMI tinggi, tetapi ini tidak berarti mereka kelebihan berat badan.
Selain itu, BMI tidak membedakan ras atau etnis, sehingga bisa menyebabkan kesalahan penilaian risiko kesehatan. Secara keseluruhan, BMI hanya memberikan gambaran kasar dan sebaiknya digunakan untuk memantau tren berat badan dalam populasi, bukan sebagai satu-satunya ukuran.
Baca juga: Cara Menjaga Berat Badan Ideal agar Tetap Stabil
2. Waist-to-Hip Ratio
Waist-to-Hip Ratio (WHR) adalah perbandingan antara lingkar pinggang dan lingkar pinggul. WHR yang tinggi berkaitan dengan kadar lemak perut atau visceral fat yang lebih tinggi, yaitu lemak di sekitar organ vital.
Perhitungan WHR membantu menilai potensi risiko kesehatan bila dikombinasikan dengan pengukuran berat badan dan skrining kesehatan lainnya. Visceral fat yang tinggi diketahui meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.
Meta analisis tahun 2018 menunjukkan bahwa WHR tinggi menempatkan seseorang pada risiko serangan jantung lebih besar. Oleh karena itu, WHR bisa menjadi indikator tambahan selain BMI untuk memantau kesehatan jantung.
Setelah mendapat hasil lingkar pinggang dan lingkar pinggul (dalam sentimenter), maka Anda bisa menghitung WHR dengan rumus berikut:
WHR = Lingkar Pinggang/Lingkar Pinggul
Berdasarkan World Health Organisation (WHO) kategori obesitas menurut perhitungan WHR adalah:
- Pada pria: WHR lebih dari 0,9
- Pada wanita: WHR lebih dari 0,85
Akan tetapi, seperti halnya BMI, WHR juga memiliki keterbatasan. Misalnya, pengukuran ini tidak memperhitungkan persentase lemak tubuh total seseorang atau rasio otot terhadap lemak secara akurat.
3. Waist-to-Height Ratio (WtHR)
Waist-to-Height Ratio adalah salah satu cara menghitung berat badan ideal lainnya yang bisa Anda coba. Pengukuran ini membandingkan lingkar pinggang seseorang dengan tinggi badannya.
Menurut sebuah penelitian di tahun 2015, penghitungan WtHR yang lebih tinggi dikaitkan dengan kondisi kolesterol dan tekanan darah yang buruk, bahkan jika terjadi pada seseorang dengan BMI yang sehat.
Karena alasan ini, WtHR dapat membantu saat menilai risiko kesehatan, jika digunakan bersama alat ukur atau cara menghitung berat badan ideal lainnya.
Untuk menghitung WtHR, Anda bisa membagi ukuran pinggang dengan tinggi badan Anda. Jika hasilnya 0,5 atau kurang, maka Anda memiliki perhitungan WtHR yang normal.
Sebuah studi di tahun 2014 menyimpulkan bahwa perhitungan WtHR sebesar 0,52 atau lebih tinggi, memiliki kaitan dengan rentang hidup yang jauh lebih pendek. Hal ini terlihat lebih banyak dialami oleh pria. Akan tetapi, penelitian ini tidak memperhitungan perbedaan etnis dari masing-masing individu.
Baca juga: Perbedaan antara Bulking dan Cutting untuk Membentuk Tubuh Ideal
4. Persentase Lemak Tubuh
Secara umum, persentase lemak tubuh yang normal dapat berbeda pada beberapa individu, ini bergantung pada jenis kelamin, usia, dan frekuensi aktivitas fisik. Menurut The American Council on Exercise, persentase lemak tubuh yang normal dapat dikategorikan sebagai berikut:
Persentase lemak tubuh normal pada pria:
- Atlet: 6–13%
- Orang biasa dengan tubuh bugar dan secara rutin melakukan olahraga: 14–17%
- Persentase lemak tubuh yang dapat terima: 18–24%
Persentase lemak tubuh normal pada wanita:
- Atlet: 14–20%
- Orang biasa dengan tubuh bugar dan secara rutin melakukan olahraga: 21–24%
- Persentase lemak tubuh yang dapat terima: 25–31%
Sementara itu, jika persentase lemak tubuh pada pria di atas 25% dan pada wanita di atas 32%, maka ini bisa dikategorikan sebagai obesitas.
Obesitas biasa dikaitkan dengan tingginya proporsi lemak dalam tubuh. Obesitas dan kelebihan berat badan dapat membawa dampak risiko lebih besar untuk kondisi seperti:
- Diabetes
- Penyakit jantung
- Tekanan darah tinggi
- stroke
Sebagai tambahan informasi, persentase lemak tubuh ideal pada wanita relatif lebih tinggi daripada pria. Ini karena estrogen dapat memicu penumpukan lemak subkutan. Di sisi lain, pria memiliki hormon testosteron yang bermanfaat dalam meningkatkan massa otot, sehingga persentase lemak tubuh relatif lebih rendah pada pria.
Baca juga:
Tabel Berat Badan Ideal Berdasarkan Tinggi Badan
Berikut perkiraan rentang berat berdasarkan BMI 18,5–24,9 untuk orang dewasa:
|
Tinggi Badan |
Rentang Berat |
|
140 cm |
36,3–48,8 kg |
|
145 cm |
38,9–52,3 kg |
|
150 cm |
41,6–56,0 kg |
|
155 cm |
44,4–59,8 kg |
|
160 cm |
47,4–63,7 kg |
|
165 cm |
50,4–67,8 kg |
|
170 cm |
53,5–72,0 kg |
|
175 cm |
56,7–76,3 kg |
|
180 cm |
59,9–80,7 kg |
|
185 cm |
63,3–85,2 kg |
|
190 cm |
66,8–89,9 kg |
Tabel tersebut hanya memberikan estimasi berdasarkan BMI. BMI sendiri merupakan alat skrining dan tidak secara langsung mengukur persentase lemak, massa otot, atau distribusi lemak tubuh.
Mulai Capai Target Berat Badan dengan Langkah yang Konsisten
Mengetahui berat badan ideal membantu kamu menentukan target yang lebih realistis, bukan sekadar mengejar angka di timbangan. BMI, komposisi tubuh, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan tetap perlu dipertimbangkan untuk melihat perkembangan secara menyeluruh.
Setelah mengetahui targetmu, mulai bangun kebiasaan yang bisa dipertahankan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin. Latihan yang nyaman dengan peralatan yang tepat juga dapat membantu menjaga konsistensi sekaligus membuat setiap sesi terasa lebih efektif.
Untuk mendukung rutinitas latihan di rumah maupun gym, kamu bisa mengeksplorasi berbagai perlengkapan olahraga dari SVRG, mulai dari dumbbell, kettlebell, dan sepeda statis. Pilih gear yang sesuai kebutuhanmu dan jadikan setiap sesi latihan sebagai langkah menuju tubuh yang lebih sehat.
[[svrg_faq]]
title: FAQ Tentang Cara Menghitung Berat Badan Ideal
- q: Bagaimana cara menghitung berat badan ideal?
a: Berat badan ideal dapat diperkirakan menggunakan BMI dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Hasilnya menunjukkan perkiraan rentang berat berdasarkan kategori BMI.
- q: Berapa berat badan ideal untuk tinggi 160 cm?
a: Berdasarkan BMI 18,5–24,9, tinggi 160 cm memiliki perkiraan rentang berat sekitar 47,4–63,7 kg. Rentang ini dapat berbeda sesuai komposisi tubuh masing-masing.
- q: Apakah berat badan ideal harus satu angka?
a: Tidak. Berat badan sehat lebih tepat dilihat sebagai rentang karena massa otot, lemak tubuh, usia, dan aktivitas fisik setiap orang berbeda.
- q: Apakah BMI bisa menentukan berat badan ideal?
a: BMI membantu memperkirakan status berat berdasarkan tinggi dan berat badan. Namun, BMI tidak membedakan massa otot dan lemak sehingga perlu dipertimbangkan bersama indikator lainnya.
- q: Apakah rumus Broca masih bisa digunakan?
a: Rumus Broca masih dapat digunakan sebagai estimasi sederhana berdasarkan tinggi badan. Namun, hasilnya bukan patokan mutlak karena tidak memperhitungkan komposisi tubuh.
[[/svrg_faq]]
Kenapa Pilih SVRG?
Benefit yang mendukung pengalaman belanja dan latihan bersama SVRG.
